Modifikasi Motor Merusak Harga Jual?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 22 Mei 2019 18:13
Modifikasi Motor Merusak Harga Jual?
Tak jarang, pemilik kendaraan bermotor menggunakan komponen mahal ketika memodifikasi kendaraannya.

Dream – Pemilik kendaraan lumrah melakukan modifikasi. Selain meningkatkan performa dengan mengubah mesin, pemilik sering mempercantik tampilan dengan mengganti knalpot, jok, pelek, atau yang berhubungan dengan eksterior dan interior.

Ternyata, modifikasi juga akan menurunkan harga jual motor di samping harga komponennya lebih mahal daripada yang asli.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 21 Mei 2019, salah satu mekanis inspeksi dari Otomoto, Andri, mengatakan, untuk menentukan harga jual kendaraan memang lebih mudah jika sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, serta kondisi kendaraan masih sangat baik dan dalam kondisi standar seperti bawaan pabrik.

" Saat kami melakukan inspeksi, kami juga melihat fungsi dari komponen. Jadi, saat sudah dilakukan modifikasi, dan tidak sesuai standar, harganya akan jatuh," kata Andri kepada Liputan6.com.

Dia mengatakan penurunan harga jual tersebut, juga berlaku bagi penggantian dengan komponen yang lebih mahal. Misalnya, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor. Harganya mahal, plus shockbreaker-nya. Nah, komponen mahal itu bisa menekan harga jual sepeda motor.

" Alasannya, karena kondisi kendaraan tidak lagi standar. Penurunannya bahkan kurang lebih 50 persen. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan,” kata dia.

Misalkan, knalpot standar diganti dengan merek aftermarket impor, dan mahal maka akan terjadi penurunan untuk knalpot, begitu juga dengan shockbreaker. Tapi, bukan penurunan satu unit kendaraan," kata dia. 

1 dari 1 halaman

Ubah Jadi Standar

Sementara itu, dengan melakukan penggantian atau modifikasi biasanya hanya sesuai dengan si pemilik tangan pertama. Ketika dijual, belum tentu komponen modifikasi tersebut berguna untuk pemilik baru.

" Jika masih ada waktu, sebaiknya ganti dulu kendaraan sesuai standar pabrikan,” kata dia.

Tapi, kalau ada kesepakatan pembeli dan penjual, ya, itu tidak apa-apa jika tidak diubah.

“ Namun, jika memang ada kesepakatan lain antara pembeli dan penjual, bisa juga dilakukan hal lain," kata dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary