Sudah Darurat, Operasional Skuter Listrik Harus Segera Diatur

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 14 November 2019 16:36
Sudah Darurat, Operasional Skuter Listrik Harus Segera Diatur
Dua pengguna skuter listrik dikabarkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil.

Dream - Pemerintah didesak untuk mengatur operasional skuter listrik yang mulai banyak digunakan masyarakat. Pengturan diperlukan agar pengguna skuter listrik terjaga keamanannya di jalan raya.

Untuk diketahui, dua pengendara skuter listrik belum lama ini menjadi korban penabrakan di jalan raya. Menggunakan sarana transportasi alternatif itu di malam hari, keduanya meninggal dunia setelah tertabrak mobil. 

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan pengaturan skuter listrik mendesak dibuat karena sudah bersifat darurat. Alasannya, sudah ada korban jiwa terkait dengan penggunaan skuter listrik.

“ Harus diatur dan sekarang sudah darurat. Sudah ada yang tewas,” kata Djoko ketika dihubungi Dream di Jakarta, Kamis 14 November 2019.11.14

Djoko meminta pemerintah,khususnya Kementerian Perhubungan segera mengeluarkan regulasi operasional skuter listrik. “ Dibikin PM (Peraturan Menteri) Perhubungan,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Dukung Dishub DKI Jakarta Atur Skuter Listrik

Desakan ini juga datang dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). YLKI mendesak Pemerintah Provinsi Kementerian Perhubungan untuk memperketat keberadaan dan penggunaan skuter listrik.

" YLKI mendesak kepada Pemprov DKI Jakarta bahkan Kemenhub, untuk segera mengatur secara ketat keberadaan skuter listrik, sebelum meluas menjadi masalah dan wabah baru," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dikutip dari Antara, diberitakan oleh Liputan6.com.

YLKI, lanjut Tulus, mendukung Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengatur skuter listrik. Tujuannya agar regulasinya cepat disahkan oleh gubernur DKI Jakarta. Poin-poin krusial yang perlu diatur, lanjutnya, antara lain perizinan yang ketat, pentarifan, dan juga jaminan asuransi.

" Intinya keberadaan skuter listrik harus dikendalikan dengan kuat," kata dia.

2 dari 6 halaman

Pergub Segera Terbit, Skuter Listrik Dilarang Naik Trotoar di Jakarta

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan menandatangani peraturan gubernur (pergub) mengenai skuter listrik pada akhir 2019.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, aturan itu merujuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Syafrin mengatakan dalam Pergub tersebut akan diisi sejumlah peringatan dan aturan penggunaan skuter listrik.

" Tahun ini kami siapkan. Kami harapkan sudah ditandatangani oleh Pak Gubernur," ujar Syafrin, kepada Liputan6.com, Rabu, 13 November 2019.

 

 © Dream

 

Dia mengatakan, skuter listrik hanya diizinkan melewati jalur sepada dan dilarang melintasi jembatan penyeberangan orang (JPO) serta trotoar.

" Mereka bisa masuk di jalur sepeda atau di kawasan yang diperbolehkan oleh pengelola contohnya Gelora Bung Karno (GBK)," kata dia.

 

3 dari 6 halaman

Mari Bijak

Dengan adanya larangan itu, pemprov DKI akan menyiagakan anggota Dinas Perhubungan dan Satuan Pamong Praja (PP) di sejumlah titik.

JPO skuter listrik yang kehabisan daya, kata dia, tidak boleh dikendarai di JPO. " Harus dituntun," ucap dia.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengunggah sejumlah foto pengguna skuter listrik yang melewati JPO di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Akibatnya, lantai JPO yang terbuat dari kayu rusak dan terdapat bekas goresan roda skuter listrik. Dalam unggahan itu, Dinas Bina Marga juga meminta agar pengguna papan luncur atau skateboard dan skuter listrik tidak melintasi JPO Bundaran Senayan, GBK dan Polda Metro Jaya.

Sebab selain mengganggu pengguna JPO, scooter listrik dapat merusak lintasan. " Mari bijak dalam menggunakan fasilitas umum, kita gunakan dan jaga bersama," jelasnya.

Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti

4 dari 6 halaman

Pengguna GrabWheels Jadi Korban Tabrakan

Dream - Polisi menetapkan seorang pengemudi mobil Toyota Camry, berinisial DH, sebagai tersangka kasus kecelakaan lalu lintas di dekat pusat perbelanjaan FX Sudirman, Jakarta Pusat.

DH disebut menabrak A dan W, remaja yang menyewa GrabWheels, semacam skuter listrik dari Grab, Minggu, 10 November 2019 pukul 03.45 WIB.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, mengatakan, sebelum kejadian tersebut, DH sempat mengonsumsi minuman beralkohol.

" Dari pemeriksaan urine, tidak dinyatakan positif Narkoba. Tapi, kalau dari hasil pemeriksaan alat tiupnya untuk mengetahui kandungan alkohol, memang dia meminum alkohol, dipengaruhi alkohol," ujar Fahri, dilaporkan , Rabu, 13 November 2019.

Saat ini, polisi sedang mendalami konsentrasi pelaku saat mengendarai mobil. Sebab, diduga pelaku mengendarai mobil dengan kecepatan 40 hingga 50 kilometer per jam.

" Tentu sangat membahayakan," kata dia.

Selain pengemudi mobil, Fahri juga akan mencari tahu posisi nyala lampu indikator di GrabWheels.

" Jadi memang berkembang pertanyaannya, karena sekali bahwa otopet listrik ini kita sedang diskusikan terhadap masalah operasionalnya, termasuk sistem keamanannya," ujar dia.

Fahri juga akan mencari tahu kelengkapan berkendara dari korban. " Apakah otopet listrik ini mengharuskan pengendara menggunakan helm, alat pengaman misal yang disiku, mungkin kaki dan sebagainya," ucap dia.

5 dari 6 halaman

Kronologi Dari Pengguna Twitter

Sementara itu di Twitter, seorang pengguna membagikan kronologi tabrakan. Dia mengatakan, adiknya sempat diajak main oleh kawan-kawan SMA-nya. Terdapat empat lelaki, yang termasuk adiknya, dan dua perempuan.

" Emang udah beberapa hari belakangan ini mereka sering main GrabWheels kan. Nah pas malam Minggu itu mereka main lagi, cuma emang mainnya malam, kan malam minggu juga. muter-muterlah tuh mereka, kata adek gue emang malam itu mereka main muter rada jauhan," tulis si pemilik akun @renimerdk.

Pemilik akun tersebut menyebut, rombongan itu menyewa tiga unit GrabWheels. Tapi, karena jarak yang terlampau jauh, satu unit GrabWheels mati karena baterai habis.

" Posisinya adek gue yang boti di depan, Bagus yang sendiri di tengah, nah Ammar sama Wisnu paling belakang," ujar dia.

6 dari 6 halaman

Tabrakan

Dengan jarak yang begitu jauh, rombongan ini beriringan. Tapi, pada pukul 03.00 WIB, mobil Toyoya Camry mendadak melacu kencang.

" Bagus mental, dua temennya di belakang juga. Adek gue reflek banting stir. adek gue langsung nyamperin temannya kan,si Bagus masih sadar tapi luka-luka, nah dua temennya yang paling belakang tadi keadaannya udah gak sadar tapi banyak darah. Adek gue sama temen cewenya panik berentiin mobil yang lewat untuk dibawa ke RS terdekat," sambungnya lagi.

Sumber: 

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis