Pemerintah Tak Jadi Larang Mudik, Tapi...

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 2 April 2020 17:40
Pemerintah Tak Jadi Larang Mudik, Tapi...
Apa alasannya?

Dream – Beberapa waktu lalu pemerintah melempar wacana untuk melarang mudik. Kini, pemerintah tak jadi melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2020.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 2 April 2020, ternyata pemerintah memilih untuk “ mengendalikan” pemudik. Mereka menetapkan sejumlah protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona.

" Pemerintah tidak akan melarang mudik, tapi mengendalikan agar pemudik tidak membawa penularan penyakit ke daerah masing-masing," kata kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Djamaluddin, di Jakarta.

Ridwan mengatakan pemerintah tidak keras melarang. " Tapi, akan mengendalikan kalaupun orang pulang kampung mereka tidak membahayakan masyarakat di kampungnya,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Pastikan Mudik dalam Keadaan Bebas Corona

Pemerintah akan memastikan masyarakat yang akan mudik dalam keadaan bebas dari virus corona. Selain itu, pemerintah juga akan mengatur transportasi untuk mudik tidak terlalu padat.

“ Cara yang lain adalah memastikan mereka yang pulang itu sudah dalam keadaan bersih sedang diupayakan. Kemudian dalam tatanan implementasi prinsip jaga jarak secara disiplin. Misalnya akan dikendalikan bus atau kereta jangan sesak, jalanan juga lancar supaya tidak terjadi penumpukan. Ini akan masih dibahas detailnya,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Masyarakat Bakal Terima Insentif Jika Tak Mudik

Sementara itu, pemerintah akan memberikan insentif bagi masyarakat yang tidak melakukan mudik atau tetap tinggal di Jakarta. Pemberian bantuan tersebut hingga kini masih terus dimatangkan.

Skema-skema sudah banyak dibicarakan oleh Kementerian Sosial.

" Intinya sudah disiapkan insentif bagi orang-orang yang akan tinggal di Jakarta berupa kebutuhan atau bahan pokok dan beberapa kebutuhan lainnya," kata dia.

3 dari 4 halaman

Pemerintah Kaji Penutupan Akses Tol dalam Ketentuan Larangan Mudik

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan Peraturan Presiden dan Instruksi Presiden tentang mudik Lebaran 2020. Aturan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 April 2020, Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, aturan tentang mudik 2020 itu akandiputuskan dalam rapat yang akan digelar satu kali lagi.

Hasil keputusan dalam rapat terakhir itu nantinya akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden.

 

 © Dream

 

" Ini nanti kita mau rapat terakhir dengan teman-teman, kemudian sekali lagi dilaporkan ke Presiden," kata Luhut melalui video conference.

Luhut mengatakan kebijakan yang dikelurakan pemerintah pada prinsipnya tak ingin menyusahkan masyarakat.

" Intinya tuh begini, Presiden selalu berpikiran begini, orang susah itu jangan ditambahin susah lagi, gitu," kata dia.

4 dari 4 halaman

Tol Bakal Ditutup?

Luhut mengatakan konsep pelarangan mudik masih terus disusun termasuk kemungkinan menutup akses pintu tol. Pemerintah masih mempertimbangkan arus kendaraan seperti logistik dan kendaraan seperti ambulans yang selama ini menggunakan akses jalan itu.

" Nanti kita mau kaji. Karena jangan sampai nanti logistik mati, kita enggak mau juga atau ambulans enggak jalan. Sedang dikaji oleh perhubungan, kita nanti akan sarankan mana-mana supaya yang penting yang saya katakan tadi semua bisa lancar, tapi social distancing jalan, orang yang tidak kerja juga bisa masih hidup dengan bantuan pemerintah," tutur Luhut.

Dia pun menuturkan, kemungkinan akan ada Bantuan Langsung Tunai. Namun, semua masih dihitung oleh Kementerian Keuangan.

" Lagi dihitung dengan cermat," kata Luhut.

(Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Beri Komentar