Tips Perawatan Ban Mobil Agar Selalu Optimal, Jangan Cuma Pas Bocor Saja!

Reporter :
Rabu, 23 September 2020 19:47
Tips Perawatan Ban Mobil Agar Selalu Optimal, Jangan Cuma Pas Bocor Saja!
Jangan cuma memeriksa ban saat kempis atau bocor saja dong.

Dream - Ban mobil jadi salah satu komponen penting kendaraan namun perawatannya sering dilupakan para pemilik kendaraan. Sering kita mendengar kecelakaan fatal terjadi akibat pecah ban atau kendaraan mogok di jallan karena tekanan ban yang luput dari perhatian.

Biasanya pemilik kendaraan hanya merawatan ban ketika kondisi ban kempis atau bocor. Boediarto, Head of After Sales & CS Operation PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyampaikan pentingnya peran ban mobil dalam memastikan kondisi berkendara aman dan nyaman.

“ Sebagai komponen mobil yang bergerak secara langsung bersentuhan dengan permukaan jalan ban memiliki peranan penting dan membutuhkan pengecekan dan perawatan secara berkala," ujarnya.

Pengecekan dan perawatan bank mobil dapat dilakukan pengguna dengan melakukan rotasi ban, memeriksa tekanan udara, melakukan spooring dan balancing, serta mempersiapkan kondisi ban cadangan.

1 dari 5 halaman

Poin utama yang diperlukan dalam pengecekan ban mobil adalah:

Cek Tekanan Udara

Poin ini adalah poin mendasar dalam rutinitas pengecekan ban, tekanan udara yang sesuai dengan spesifikasi selain bisa membuat pengendara lebih aman dan nyaman tapi bisa juga membuat usia ban lebih panjang dan hemat bahan bakar.

Ukuran Standar Tekanan Udara

Untuk melihat ukuran tekanan udara sesuai standar pabrikan, kalian bisa melihatnya pada sticker yang terdapat pada pilar B bagian kanan pada sisi pengemudi, atau bisa juga melihat informasinya dari buku manual kendaraan.

Melakukan Rotasi Ban

Pada jarak waktu tertentu, melakukan perpindahan posisi keempat ban mobil memang diperlukan, ini berguna agar tingkat keausan ban menyebar dengan rata, sehingg dapat mempengaruhi kenyamanan berkendara.

2 dari 5 halaman

Rutin Spooring

Selain rotasi ban, kendaraan juga diharuskan untuk melakukan pengecekan ban secara berkala terhadap kondisi kelurusan ban.

Mungkin lebih dikenal dengan sebutan spooring atau balancing ini dilakukan setiap 10.000 km berbarengan dengan rotasi ban.

Ilustrasi© Shutterstock

Perhatikan Muatan Beban Kendaraan

Beban yang melebihi kapasitas beban angkut akan menggangu fungsi ban dan juga pengereman serta berpotensi membahayakan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Periksa Kondisi Ban Cadangan

Saat mengemudi kita tidak tahu kapan akan membutuhkan ban cadangan, ada baiknya kondisi ban cadangan juga selalu diperhatikan.

Meskipun fungsinya sebagai cadangan tapi tetap harus selalu dipastikan ban cadangan berfungsi denga baik saat akan digunakan.

3 dari 5 halaman

Pastikan ganti ban

Ilustrasi© Shutterstock

Jika semua poin sudah dilakukan secara rutin, maka ketika sewaktu mengalami kendala seperti ban bocor tidak akan mengalami kesulitan.

Pastikan untuk mengganti ban di tempat yang aman dari kendaraan lain dan jangan lupa memastikan kunci-kunci roda ada di mobil dan tidak lupa untuk memasang segitiga peringatan di bagian belakang mobil dengan jarak sekitar 20 meter dari posisi belakang mobil.

4 dari 5 halaman

Lebih Berpolusi Ban Mobil atau Knalpot? Jawabannya Mengejutkan

Dream - Selama ini kita mungkin harus mengoreksi pernyataan jika knalpot mobil sebagai komponen kendaran terbanyak menyumbang polusi udara. Survei terbaru menunjukan ada bagian dari kendaraan yang justru jadi polutan yang lebih parah daripada knalpot.

Dikutip dari Zing, Minggu 15 Maret 2020, riset yang diterbitkan oleh Emission Analytics di Inggris, menunjukkan polusi yang disebabkan oleh ban ribuan kali lebih tinggi daripada asap dari pipa knalpot.

Hasil penelitian ini tentu mengejutkan banyak orang. Hal ini disebabkan anggapan asap knalpot yang menyumbang polusi tertinggi.

Emission Analytics menguji ban karet standar baru yang dipasang di mobil hatchback. Hasil penelitian ini menunjukkan keausan ban dan rem yang dikombinasikan dengan gesekan di jalan, bisa menghasilkan 5,8 gram partikel berbahaya per km perjalanan.

Angkanya 1.289 kali lebih tinggi daripada emisi knalpot mobil yang sesuai standar emisi Euro 6 saat ini. Partikel berbahaya yang dihasilkan oleh emisi standar terbaru mencapai 0,0045 gram.

 

 

5 dari 5 halaman

Bisa Lebih Tinggi

Tingkat polusi juga bisa lebih tinggi dalam kondisi berkendara yang kurang ideal. Misalnya, ban kualitas jelek dan kendaraan yang mengangkut muatan berlebih juga bisa menambah polusi.

Partikel mikro yang kurang dari 10 mikron dan dihasilkan dari pergerakan kendaraan, bisa meningkatkan polusi, terutama dari mobil SUV, truk, dan kendaraan listrik.

“ Sudah saatnya tak hanya memperhatikan polusi dari pipa knalpot, tetapi juga dari ban dan rem yang aus,” kata peneliti senior Emission Analytics, Richard Lofthouse.

Richard mengaku prihatin dengan fakta bahwa peraturan emisi belum diperketat. Ditambah lagi dengan polusi yang bisa disebabkan oleh ban.

Beri Komentar