Ferrari dan Lamborghini Bikin Masker Kain dan Ventilator, Lihat Penampakannya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 6 April 2020 11:48
Ferrari dan Lamborghini Bikin Masker Kain dan Ventilator, Lihat Penampakannya
Mereka tak mau diam saja melihat virus Covid-19 merajalela di Italia.

Dream – Produsen otomotif tak mau ketinggalan maju ke medan perang untuk membantu melawan virus corona Covid-19. Dua produsen supercar, Lamborghini dan Ferrari, menyulap beberapa departemennya untuk memproduksi peralatan kesehatan.

Beberapa departemen di pabrik Sant'Agata Bolognese milik Lamborgini memproduksi masker untuk disalurkan ke Rumah Sakit Sant'Orsola-Malpighi di Bologna, Italia.

Wabah Corona di Italia tergolong paling parah seantero jagad. Untuk berperang melawan pandemi, Kanvorghini menggandeng Universitas Bologna. Departemen Ilmu Kedokteran dan Bedah yang turut mengawasi pengujian validasi perangkat medis yang dibuat pabrikan berlogo banteng mengamuk.

Bedanya dari bikinan perusahaan lain ialah, di samping masker tertempel jenama Lamborghini.

 Masker Lamborghini© Instagram

Kini, seribu masker saban hari dibuat di Upholstery Department. Fasilitas ini memang menjadi tempat penyusunan interior serta kustomisasi untuk sang supercar.

1 dari 5 halaman

Yakin Menangkan Pertempuran

Bukan pakai mesin, tapi dijahit seperti kala mereka menyulam jok kulit. Pada saat yang sama, 200 pelindung medis berbahan polikarbonat dibuat tiap hari. Produksi perangkat ini dilakukan di dalam pabrik komposit dan di departemen Research and Development menggunakan printer 3D.

 Masker Lamborghini© Instagram

“ Kami yakin bakal memenangkan pertempuran ini bersama. Semua bekerja dalam persatuan, mendukung mereka di garis depan memerangi pandemi ini setiap hari,” kata CEO dan Ketua Automobili Lamborghini, Stefano Domenicali.

Untuk mengibarkan semangat, tanda persatuan dan dukungan bagi seluruh bangsa Italia. Setiap malam Lamborghini menerangi gedung-gedung kantor pusat bersejarah di Sant'Agata Bolognese. Lebih tepatnya dengan warna-warna bendera Italia. Mereka tak mau berpangku tangan menghadapi COVID-19.

 

2 dari 5 halaman

FCA Group

Di sisi lain, Siare Engineering, produsen ventilator terbesar di Italia juga tengah merangkul Ferrari dan Fiat (FCA Group). Produsen mobil ini rencananya dapat membantu memproduksi lebih banyak mesin penyelamat hidup. Soalnya Italia sudah darurat perang Corona.

Pemerintah sana juga meminta Siare meningkatkan produksi ventilator dari 160 per bulan menjadi 500 unit. Sebab jumlah korban wafat di negara itu melampaui 12.000 orang, bahkan masih terus bertambah.

" Saat ini kami sedang berbicara dengan Fiat Chrysler, Ferrari dan Marelli untuk mencoba memberi bantuan. Terutama jika mereka dapat menolong kami dalam proses ini. Khusus di bagian elektronik," ucap Kepala Eksekutif Siare, Gianluca Preziosa , dalam sebuah wawancara Reuters.

Preziosa menambahkan, keahlian perusahaan otomotif dalam bidang elektronik dan pneumatik dapat menjadi mitra ideal.

Preziosa menilai, keuntungan bermitra dengan produsen mobil ialah kapabilitas manufaktur. Membuat mereka kemungkinan mendapat suku cadang lebih banyak. Terlebih keluarga Agnelli, salah satu pengendali kuat Ferrari mendonasikan dana 10 juta Euro untuk melawan Covid-19.

(Sumber: Liputan6.com)

3 dari 5 halaman

Parah! Diler Mobil Bekas Promosi Pakai Isu Virus Corona

Dream - Hal paling menyebalkan saat masyarakat dilanda kepanikan virus corona adalah oknum yang berusaha memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tindakan inilah yang dilakukan sebuah diler mobil bekas di Selandia Baru.

Di saat masyarakat khawatir dengan penyebaran virus Covid-19, diler ini malah membuat promosi yang secara tak langsung menyinggung soal virus corona.

Mengutip laman oto.com, Rabu, 4 Maret 2020, Jenama 2 Cheap Cars, jejaring penjualan kendaraan bekas di Selandia baru mempublikasikan iklan agar masyarakat membeli mobilnya.

 

 © Dream

 

Iklan yang dipasang berbayar di Reddit itu, seperti dilaporkan Stuff NZ, perusahaan memasang gambar yang menunjukan seorang pria menggunakan masker dalam kereta. Pria ini tampak menutup mulutnya.

Gambar tersebut memang bisa multitafsir. Namun keterangan dalam fotonya dianggap provokatif.

" Khawatir gunakan transportasi umum? Kami punya banyak mobil di bawah Rp 40 jutaan dengan cicilan mulai Rp 200 ribuan perminggu."

4 dari 5 halaman

Lihat Jawaban Pemilik Diler

Tindakan perusahaan itu dianggap tak pantas karena saat ini ada 73 negara termasuk Selandia Baru yang sudah mengkonfirmasi kasus virus corona.

Beragam respons dari netizen langsung memenuhi iklan perusahaan tersebut. Ada yang berusaha menanggapinya dengan santai dengan mengatakan, " Tak masalah dengan iklan ini. Tim marketing yang cerdas."

Namuna banyak pula netizen yang berang dengan keputusan promosi tersebut. " Ini adalah cara paling culas yang pernah mereka pakai untuk menjual mobil bekasnya."

Pemilik diler mobil bekas tersebut ternyata sangat santai menanggapi polemik dengan iklan itu. " Ya, promosi yang baik, kan!" jawabnya saat dikonfrmasi jurnlis Stuff akan langkah publikasinya.

Ia kemudian menambahkan responnya dengan kalimat yang tak kalah jahat promosinya.

''Kalau Anda terkena virus Corona dan mau beli mobil dari sekarang, selama seminggu ini kami akan berikan Anda diskon Rp 4 jutaan. Tapi Anda harus kasih tahu sebelum datang, supaya kami bisa pakai masker," jelas CEO 2 Cheap Cars, Daniel Buckley.

5 dari 5 halaman

Sering Buat Kontroversi

 Diler Selandia Baru© (Foto: Instagram @2_cheap_cars)

(Foto: Instagram @2_cheap_cars)

2 Cheap Cars memang bukan merek yang asing dengan promosi kontroversial. Stuff mencatat ada tiga kasus yang tak kalah parah terkait kegiatan pedagang mobil bekas ini. Kebudayaan Maori pernah disalahgunakan olehnya untuk mempromosikan produk.

Isu rasis juga berkumandang saat mereka sebutkan mobil bekas merek Jepang dengan istilah 'Jap.' Terakhir, upaya penyogokkan pada konsumen pembelinya agar meninggalkan review dengan reputasi sempurna di Google.

Beri Komentar