Tesla Mau Bikin Fitur Supersenyap, Lansia dan Anak-Anak Bisa `Bobo` Tenang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 April 2020 07:36
Tesla Mau Bikin Fitur Supersenyap, Lansia dan Anak-Anak Bisa `Bobo` Tenang
Namanya Baby Mode.

Dream – Bos Tesla, Elon Musk, menyebut perusahaannya mengembangkan fitur anyar. Namanya Baby Mode. Dengan fitur ini, suasana di dalam mobil akan lebih tenang dan membantu penumpang beristirahat lebih baik terutama buat anak-anak dan lansia.

Dikutip dari Auto Evolution, Rabu 22 April 2020, saat ini Tesla sedang mempertimbangkan untuk menambahkan Baby Mode di samping penambahan Joe Mode yang sudah melakukan debut pada tahun lalu. Joe Mode sendiri telah terpasang di pembaruan V10.

Baby Mode dibuat untuk mengurangi tingkat kebisingan di dalam kendaraan saat membunyikan klakson. Baby Mode dibuat karena banyak konsumen yang mengeluhkan Joe Mode tidak cukup tenang bagi lansia dan anak-anak.

Terkadang bunyi klakson tersebut masih sering membangungkan anak-anak dan mengagetkan para lansia.

1 dari 5 halaman

Baru Sebatas Pemikiran

Namun untuk saat ini, penambahan fitur Baby Mode ke fitur Tesla bukanlah hal yang pasti. Elon Musk hanya mengatakan perusahaan " memikirkan hal ini" . Ada kemungkinan bahwa ide ini akan ditinggalkan.

Joe Mode pertama kali dikonfirmasi oleh Elon Musk pada Juli 2019 melalui akun Twitternya. Dalam cuitannya tersebut bahwa Joe Mode berfungsi sebagai pengontrol suara klakson di dalam mobil.

" Mengaktifkan Joe Mode mengurangi volume klakson mobil Anda. Klakson yang lebih tenang terus memperingatkan pengemudi secara efektif dan meminimalkan gangguan pada penumpang (mis. Anak-anak). Untuk mengaktifkan Mode Joe, ketuk Kontrol> Keselamatan & keamanan> Mode Joe," dilansir dari Autoevolution.

Joe Mode kemudian masuk ke dalam fitur pembaruan V10 Tesla. Namun, masih banyak konsumen yang mengeluhkan volume klakson tersebut belum cukup tenang bagi anak-anak di dalam mobil. 

2 dari 5 halaman

Dikenal Canggih, Kamera Mobil Tesla Bisa Tertipu Lakban

Dream - Sistem komputer menjadi hal yang luar biasa dan telah mengubah pengalaman manusia, terutama di bidang otomotif. Kemajuan teknologi membuat sistem komputer dimasukkan ke dalam mobil dan mempermudah manusia untuk berkendara.

Salah satu kecanggihan teknologi itu diterapkan mobil bertenaga listrik, Tesla. Mereka mobil ini bahkan disebut-sebut sebagai standar untuk mobil masa depan.

Namun secanggih-canggihnya teknologi yang dipakai, kekuatan otak manusia ternyata masih lebih hebat.

Dikutip dari Jalopnik, Sabtu, 22 Februari 2020, peneliti McAfee baru-baru ini coba mengetes kecanggihan terutama kecerdasan sistem komputer yang ada di Tesla Model X dan S selama 18 bulan.Tujuannya untuk membuktikan bahwa mobil cerdas punya masalah keamanan.

Uji coba ini menggunakan fitur speed assist dan cruise control. Dua fitur ini menggunakan kamera untuk “ membaca” batas kecepatan dan menyesuaikannya dengan kendaraan.

Tes kepintaran kamera Tesla© Jalopnik

Salah satu tes yang dilakukan adalah menambahkan pita hitam sepanjang dua inci ke tanda batas 35 mil per jam secara horizontal.

Hasilnya mengejutkan. Kamera mobil ternyata salah membaca angka tersebut. Alih-alih 35, mobil Tesla itu malah membaca batas kecepatan itu sebagai 85 mil per jam. 

3 dari 5 halaman

Mobil Listrik Tesla Nantinya Bisa 'Buang Angin'

Dream - Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat berlomba-lomba membuat sistem peringatan bagi pejalan kaki. Tujuannya untuk mengingatkan keberadaan mobil hybrid dan kendaraan listrik yang terbilang “ sunyi”.

Ya, kendaraan listrik memiliki suara yang halus. Saking halusnya, suaranya nyaris tak terdengar.  

Dikutip dari Carscoops, Rabu 15 Januari 2020, misalnya, perusahaan speaker, Harman, memperkenalkan fitur safe and sound (eESS) yang menghubungkan speaker peringatan pejalan kaki ke sistem audi. Ini akan menciptakan sistem suara eksternal yang dapat digunakan di acara outdoor.

 

© Dream

 


Tapi, Tesla punya ide yang berbeda. CEO Tesla, Elon Musk, membocorkan mobil listrik Tesla akan “ berbicara” kepada orang-orang untuk memberi tahu kepada pejalan kaki tentang keberadaan mobil ini. Hal ini diutarakan dalam akun Twitternya, @elonmusk.

“ Tesla akan berbicara kepada orang-orang jika kamu mau,” cuit Musk. 

Dalam cuitannya, terdapat video Tesla Model 3 yang “ berbicara” dalam bahasa Inggris. “ Jangan hanya berdiri di sana, naiklah.”

Musk juga mengatakan pengendara juga bisa mengeluarkan suara kentut untuk mengarahkan kepada pejalan kaki. 

Kamu bisa melihat videonya di sini.

4 dari 5 halaman

Demi Praktis, Pria Ini Tanam Kunci Mobil Tesla di Tangan

Dream - Ide kreatif bermunculan dan kerap diwujudkan dengan cara yang tak biasa. Salah satu dari seorang pria pemilik mobil elektrik, Tesa 3.

Penggemar sibernetika asal Utah, Amerika Serikat, Ben Workman diketahui melakukan ide ekstrem dengan menanam kunci mobil Tesla 3 di tangan. Dia ingin cara ini membuatnya lebih mudah membuka mobil listrik tersebut.

Ben Workman memiliki empat chip komputer yang tertanam di tangannya yang memungkinkannya melakukan tindakan yang berbeda. Misalnya, mengunci dan membuka kunci Tesla, mengaktifkan pintu tempat kerjanya, hingga masuk ke komputer dan bahkan berbagi informasi kontak.

 

© Dream

 

Dilaporkan Oddity Central, Ben ingin menjadi cyborg di kehidupan nyata.

Meski terdengar canggih, usaha Ben untuk mendapat prosedur operasi implan terbilang panjang. Dia meminta seorang dokter hewan, dan sebuah studio tato untuk dua implan di tubuhnya.

5 dari 5 halaman

Muncul Ide Tanam Chip Sistem Pembayaran di Tangan

Dia juga melibatkan seorang anggota keluarga untuk melakukan implan di tubuhnya. Kunci Tesla miliknya tertanam di tubuh berkat bantuan studio tato.

" Saya pikir mereka akan baik-baik saja dengan itu, tetapi mereka melihat satu hal di tangan saya dan mereka mengatakan tidak," kata Ben.

Ben mengatakan, dia terkadang menggunakannya teknologi yang dimilikinya untuk meyakinkan orang-orang mengenai kekuatan sihir.

“ Saya bermain trik pada orang yang tidak tahu. Saya mencoba meyakinkan mereka bahwa pisang adalah kuncinya dan kemudian saya memegang pisang dan chip membuka pintu," kata Ben.

Ben Workman tidak berencana berhenti di empat implan. Bahkan, dia sekarang berencana untuk menanamkan implan sistem pembayaran di tangannya.

Beri Komentar