Tak Cuma Kopling, Teknik Ini Harus Dikuasai Pengguna Motor Laki

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 12 Agustus 2019 08:36
Tak Cuma Kopling, Teknik Ini Harus Dikuasai Pengguna Motor Laki
Penggunaan motor sport lebih rumit daripada motor matic.

Dream – Pengendara sepeda motor umumnya memiliki skuter matik (Skutik) karena penggunaan yang praktis dan mudah. Namun dalam urusan kecepatan, Skutik mungkin masih kalah cepat dibandingkan motor laki.

Kita mengenal sepeda motor laki biasanya menggunakan berkopling. Cara pengoperasian motor kopling memang lebih susah daripada skutik yang tinggal gas dan rem. Pengendara harus terbiasa mengoper gigi dibantu dengan kopling tangan.

Penggunanya biasanya harus mahir memainkan kopling jika ingin mengendarainya. Meski terlihat ribet, namun hasrat berkendara dengan kecepatan tinggi biasanya terpenuhi dengan motor laki ni.

Lalu apa yang harus diperhatikan pengendara saat hendak mengoper gigi?

Selain mempelajari kopling perpindahan gigi, Safety Riding Head Astra Honda Motor (AHM), Johanes Lucky mengatakan pengendara juga harus memperhatikan postur tubuh saat berkendara.

" Berkendara motor matik dan motor sport itu postur tubuhnya sudah beda, jadi memang harus menyesuaikan juga selain belajar kopling," kata Lucky di Medan, Sumatra Utara, dikutip dari Liputan6.com, Senin 12 Agustus 2019.

1 dari 4 halaman

Teknik Pengereman

Selain itu, pengendara juga harus mempelajari teknik pengereman. Hal itu dikarenakan teknik pengereman untuk motor matik dan sport berbeda.

" Kalau berkendara motor matik apabila mau ngerem tinggal tekan tuas rem saja. Tapi kalau di motor sport jangan lupa untuk menurunkan gigi dan menarik tuas kopling agar motor tak mati," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

2 dari 4 halaman

Kampas Kopling Motor Cepat Aus, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Dream – Baru juga beberapa bulan diganti kopling sepeda motor mulai selip lagi? Sahabat Dream pernah mengalaminya?

Saat kopling sering slip, aktivitas berkendara pasti menjadi kurang nyaman.

Meski sudah rutin mengganti kampas kopling dengan produk terbaik, masalah itu bisa saja terjadi.

Lantas apa yang menyebabkan kampas kopling motor bisa cepat aus?

Dikutip dari Suzuki, Selasa 16 April 2019, dalam buku petunjuk manual produk sepeda motor, dijelaskan rata-rata interval pemakaian kampas kopling sekitar 15 ribu—20 ribu kilometer atau sekitar 2 tahun dalam pemakaian normal.

Dalam beberapa pemakaian, kampas kopling cuma bisa awet dalam hitungan bulan.

3 dari 4 halaman

Perhatikan Cara Mengemudi

Ada banyak hal yang menyebabkan kampas kopling jadi boros. Yang paling kelihatan adalah perilaku mengemudi yang buruk.

Kamu yang sering buka tutup kopling sambil menggeber tuas gas, menggantung tuas kopling, dan mengemudi dengan setengah kopling jadi korban pertama kampas kopling cepat aus

Cara berkendara lainnya yang berisiko membuat kampas kopling cepat soak adalah menahan tuas kopling ketika posisi berhenti lama. Ketika berhenti di lampu merah, kamu menahan tuas kopling, padahal posisi gigi masuk.

4 dari 4 halaman

Ukuran Jadi Menjadi Kunci

Untuk jeda atau berhenti lama, sebaiknya tuas kopling dibiarkan saja. Posisi gigi dinetralkan.

Ketika hendak jalan, kamu bisa kembali menarik tuas kopling dan posisi gigi dimasukkan kembali.

Ukuran kopling yang terlalu dekat juga menjadi faktor kampas menjadi cepat aus. Posisi ini memang mempermudah ketika kamu harus berpindah gigi.

Risikonya, kamu harus menekan tuas kopling ketika berkecepatan rendah.

Untuk ukuran, kamu bisa mengatur jarak bebas tuas kopling sekitar 1,5-2 cm saja. Dengan cara ini, kampas kopling bisa dimaksimalkan dan usia pakainya jadi lebih lama. 

Nah sudah tahu kan penyebabnya? Yuk cek cara kita mengendarai sepeda motor. Jangan-jangan masalahnya ada di situ. (Sah)

Beri Komentar
Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary_mark