PLN Ganti Mobil Operasional Jadi Kendaraan Listrik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 6 November 2019 16:41
PLN Ganti Mobil Operasional Jadi Kendaraan Listrik
Perusahaan pelat merah ini ingin mendukung kebijakan nasional.

Dream – PT PLN (Persero) akan mengganti armada operasional perusahaan dengan kendaraan listrik. Selain mendukung program pemerintah, langkah ini juga diharapkan membantu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di INdonesia. 

‎" Untuk menggantikan kendaraan operasional kami di unit-unit digantikan secara bertahap, untuk kendaraan antar jemputk karyawan dan operasional sebagainya," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani dikutip dari Liputan6.com, Rabu 6 November 2019.

Menurut Inten, kendaraan listrik yang akan digunakan PLN merupakan produk dalam negeri dari pabrikan Mobil Anak Bangsa (MAB ).‎ PLN telah menandatangani nota kesepahaman tentang pengadaan kendaraan listrik itu.

" Kami mendorong produksi anak bangsa ini mencapai titik optimum," kata dia.

1 dari 6 halaman

Pesan Bus dan Mobil Listrik

Untuk tahap awal, unit PLN sudah siap menggunakan kendaraan listrik berupa bus antar jemput karyawan. Unit tersebut adalah PT Pembangkitan ‎Jawa Bali (PJB) yang telah memesan 8 unit bus, 8 unit mobil jenis star wagon, motor dan sepeda listrik.

PT Indonesia Power juga telah memesan 11 unit bus listrik untuk antar jemput karyawan Menurut Inten, dengan semakin maraknya penggunaan kendaraan listrik, diharapkan akan meningkatkan penjualan listrik PLN

" Yang penting meningkatkan penjulan listrik," kata Inten.

(Sumber: Liputan.com/Pebrianto Eko Wicaksono)

2 dari 6 halaman

Mau Beli Mobil Listrik? Ini Besaran Pajak yang Harus Dibayar

Dream – Skema pengenaan pajak untuk kendaraan listrik akhirnya diterbitkan pemerintah. Payung hukum pengenaan pajak itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Merujuk pada PP tersebut, tarif 15 persen PPnBM dengan pengenaan pajak 0 persen dari harga jual, diberikan untuk mobil plug in hybrid electric vehicles, battery electric vehicles, serta fuel electric vehicles.

Mobil hybrid dan mild hybrid juga akan dikenakan tarif PPnBM. Angkanya beragam mulai dari 15 persen sampai 30 persen.

 

 

Penetapan besaran pajak tersebut didasarkan pada kapasitas silinder mesin mobil.

Sementara untuk mobil listrik murni dengan daya angkut kurang dari 10 orang atau 10—15 orang, bakal dikenakan PPnBM sebesar 15 persen.

Sekadar informasi, Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2019 ini ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 15 Oktober 2019. Regulasi itu telah diundangkan oleh Plt. Menteri Hukum dan HAM, Tjahjo Kumolo, pada 16 Oktober 2019.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasihortax.org)

3 dari 6 halaman

Jokowi: Kita Bangun Mobil Listrik Sendiri

Dream - Jokowi menyinggung industri mobil lstrik dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/ DPR, Jumat 16 Agustus 2019. Menurut dia, ruang pengembangan mobil listrik telah dibuka.

" Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat 16 Agustus 2019.

 

 

Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi untuk mendorong pembangunan mobil listrik. Sejumlah insentif telah disiapkan agar industri otomotif terpacu untuk terjun membangun mobil listrik.

" Kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri," kata presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut.

4 dari 6 halaman

Dorong Ekspansi Industri

Jokowi juga mendorong industri Tanah Air melakukan ekspansi. Sehingga industri tidak melulu mengandalkan pasar dalam negeri.

" Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memacu para pengusaha dan perusahaan BUMN berani menjadi pemain global. Talenta Indonesia, kata dia, harus dipersiapkan agar diperhitungkan dunia.

" Sekali lagi, kita harus semakin ekspansif, from local to global," tegas Jokowi.

5 dari 6 halaman

Mitsubishi Pamer Mobil Listrik, Anti Korsleting Saat Terabas Banjir

Dream – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) punya senjata baru untuk pasar otomotif Indonesia. Produsen berlambang tiga berlian itu akan menghadirkan Mitsubishi Outlander PHEV.

Director Sales and Marketing MMKSI, Irwan Kuncoro, memastikan Outlander PHEV bakal menjadi mobil listrik paling ideal untuk kondisi Indonesia saat ini. Salah satu keunggulannya adalah tangguh dari ancaman banjir yang sering melanda beberapa kota di Indonesia.

" Ini SUV, jadi tidak ada masalah dengan kondisi jalan. Aman juga melalui banjir. Jadi tidak perlu khawatir terhadap banjir karena mobil ini sudah dites di MMC dalam kondisi banjir,” kata Irwan di ICE BSD, Tangerang, Banten, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 23 Juli 2019.

 

 

Menurut Irwan Outlander PHEV sengaja dibawa ke Indonesia untuk mejeng di pameran. Kehadirannya tak semata mengejar penjualan. Mitsubishi ingin lebih mengkampanyekan program ramah lingkungan dengan kendaraan hybrid.

“ Tapi tak dipungkiri bahwa ada beberapa prospect dan peminat. Di kesempatan lain kami akan sampaikan bahwa sudah ada SPK,” kata dia.

Meski sudah memasuki empat hari penyelenggaraan Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019, Outlander PHEV memang belum terjual satu unit. Namun bukan berarti mobil listrik tangguh ini sepi peminat.

" Pemesanan di luar atau sebelum GIIAS sudah ada yang inden," kata Executive General Manager Sales and Marketing Division MMKSI, Imam Choeru Cahya memastikan.

6 dari 6 halaman

Menyediakan Home Charging

Terkait pembelian Outlander PHEV, Mitsubishi menyatakan akan menyediakan alat untuk pengisian baterai di rumah (home charging). Irwan juga memastikan pasokan daya yang disiapkan akan cukup memenuhi kebutuhan penggunanya.

“ Kami akan memastikan dayanya cukup,” kata dia.

Head of Product Planning Department MMKSI, Andri Irawan, menjelaskan home charging yang disediakan harus terpisah dengan aliran listrik untuk rumah. Dikatakan bahwa daya yang dibutuhkan untuk home charging adalah 3.600 watt.

“ Bisa jepret nanti (kalau digabung dengan listrik rumah),” kata Andri.

Saat ini, satu hal yang dinantikan Mitsubishi adalah regulasi mengenai aturan perpajakan kendaraan listrik yang tengah digodok pemerintah.

" Betul pemerintah sudah mengarah ke depannya untuk policy mobil listrik atau new energy vehicle tetapi kami masih menunggu aturan perpajakannya kemudian rencana membangun charging station. Kami masih menunggu pemerintah akan hal tersebut," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal