Risiko Nekat Bawa Mobil Terjang Banjir, Bisa Apes Dua Kali!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 25 Februari 2020 12:13
Risiko Nekat Bawa Mobil Terjang Banjir, Bisa Apes Dua Kali!
Kalau air sudah di atas ban, sebaiknya urungkan niat nekat kamu.

Dream - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sering menimbulkan genangan di beberapa wilayah di ibukota. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan bisa melebihi 1 meter dan membuat kendaraan bermotor diimbau tak melintas.

Namun ada saa pemilik kendaraan roda empat yang masih nekat menerjang genangan air meski risiko mogok di tengah jalan bisa saja terjadi.

Tapi tahukah kamu jika risikonya kerusakan mobil yang menerjang banjir ternyata bisa lebih parah dibandingkan membiarkannya kendaraan yang terendam di garasi rumah.

" Kalau menerjang banjirnya tinggi, bisa lebih parah. Tapi, mobil yang terendam dan tidak dinyalakan, malah kerusakannya tidak begitu parah," kata Kepala Bengkel Auto2000 Kebayoran Lama, Rocky Yonathan, dikutip Dream dari Liputan6.com.

Menurut Rocky, batas aman sebuah mobil menerjang genangan air adalah setinggi ban atau masih di bawah pintu. Kondisi itu pun masih berisiko membuat kendaraan rusak.  

“ Tapi, lebih baik jangan diterjang, karena takutnya water hammer,” kata dia.

 

1 dari 7 halaman

Biaya Reparasi Mobil Rusak Karena Terjang Banjir

Jika mobil sudah terkena water hammer, Rocky memastikan biaya perbaikannya bakal menguras kantong si pemiliki. Kerusakan parah terjadi karena mesin sudah tidak bisa menyala atau piston tidak bisa berputar.

“ Biasanya yang rusak itu setang piston patah. Kalau kondisinya lebih buruk, pistonnya dan blok mesin pecah,” kata Rocky.

Dia menaksir pemilik kendaraan setidaknya harus mengeluarkan biaya jasa hingga mencapai Rp5 juta-Rp6 juta. Biaya akan menjadi lebih mahal sekitar Rp8 juta jika mobil yang rusak termasuk kendaraan impor utuh (CBU). 

“ Kalau biaya pergantian, komponennya tidak terlalu mahal sebenarnya setang piston Rp500 ribu, ganti oli. Gambaran kasar saja, jika sudah water hammer untuk Toyota Avanza saja bisa kena Rp15 juta, dan bisa naik lagi. Untuk detailnya bisa datang ke bengkel,” kata dia.

Kabar buruknya, pemilik mobil yang ketahuan menerjang banjir juga takkan bisa mengklaim ke perusahaan asuransi. 

So, daripada kantong jebol dan kesal tak ditanggung asuransi, lebih baik menunggu banjir mereda ya guys. 

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

2 dari 7 halaman

Cara Jitu Hilangkan Bau Apek Mobil Usai Banjir

Dream - Ada cukup banyak pemilik kendaraan yang mobilnya terendam. Tak hanya harus mengecek dan memperbaiki mesin, bagian interior pun harus segera ditangani.

Biasanya bagian ini akan tercium apek setelah terendam banjir. Dikutip dari Suzuki, Kamis Februari 2020, ada lima langkah untuk membersihkan kabin dari bau tak sedap.

Pertama, lepas semua komponen yang ada di kabin, seperti jok dan karpet mobil. Komponen-komponen itu harus segera dibersihkan, lalu dikeringkan. 

Kedua, pastikan jok benar-benar kering. Untuk itu, lepaskan busa jok mobil beserta kain pelapis, lalu diperas terlebih dahulu.

Untuk mengeringkan jok, kamu perlu kesabaran ekstra. Biasanya, ini akan makan waktu sekitar dua minggu dengan dijemur di bawah sinar matahari langsung.

 

© Dream



Tidak ada cara yang lebih cepat? Tidak ada karena dalam mengeringkan jok mobil, tidak disarankan menggunakan alat pengering apapun, termasuk hair dryer.

Ketiga, jemur kedua sisi karpet mobil supaya kering maksimal. Lepaslah terlebih dahulu lembaran-lembaran peredam pada karpet dasar, bersihkan, lalu keringkanlah.

Bersihkan karpet sebaiknya dengan semprotan khusus dan untuk beberapa jenis karpet yang lebih padat, umumnya harus memakai sikat untuk membersihkannya.

3 dari 7 halaman

Ganti Plafon dengan yang Baru

Keempat. Ganti plafon dengan yang baru. Kalau bagian plafon juga terendam banjir, ada dua pilihan untuk solusinya. Pertama, langsung ganti dengan yang baru. Kedua, pertahankan. Namun, hasil yang kedua akan kurang maksimal.

Biasanya, lem plafon mobil cuma sekali pakai dan sekali tempel. Jika memakai jenis lem yang beredar di pasaran, biasanya hasilnya akan kurang kuat, terutama jangka panjang.

Kelima, bongkar AC. Bau tak sedap di interior disebabkan oleh saluran AC yang terkena banjir. Umumnya , air banjir mengenai saluran distribusi AC mobil untuk bagian bawah dan ke belakang.

Komponen saluran AC menempel di dek mobil jadi mudah terkena banjir. Untuk hasil maksimal, bongkar dan bersihkan semua komponen AC mobil.

 

4 dari 7 halaman

Mobil Terendam Banjir, Mohon Jangan Pernah Lakukan Ini!

Dream - Banjir yang merendam Jakarta dan sekitarnya tak hanya merusak rumah, tetapi juga kendaraan. Saat mobil kebanjiran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah langsung memperbaikinya ke bengkel.

Sahabat Dream, apalagi yang menjadi peserta asuransi kendaraan all risk, jangan coba-coba memperbaikinya sendiri.

Mengutip keterangan tertulis Daihatsu yang diterima Dream, Rabu 8 Januari 2020, bagian mobil yang pertama harus diperhatikan pasca banjir adalah komponen kelistrikan, misalnya ECU, relay, dan junction block.

Komponen kelistrikan jadi perhatian karena biasanya menjadi bagian yang terendam banjir.

Hal pertama yang harus dihindari oleh pemilik kendaraan adalah menyalakan mobil setelah terendam banjir. Tindakan ini hanya akan memicu terjadinya kosleting atau kerusakan serius pada komponen elektrikal mobil. Kamu harus memastikan keadaan komponen elektrikal kering seluruhnya saat ingin menyalakan mobil.

Jika komponen kelistrikan dipastikan aman, langkah selanjutnya adalah memperhatikan bagian interior seperti karpet dasar, jok kursi, door trim, dan head lining. Bersihkan secara menyeluruh mulai dari ruang mesin, kabin, bagasi, sampai saringan udara AC.

Pembersihan ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kotoran, jamur, aroma tak sedap, dan terhindar dari serangga yang masuk ke dalam kabin.

 

© Dream

 

Jangan lupa untuk memperbaiki komponen eksterior seperti dent atau baret pada panel bodi. Bagian ini terkena pengaruh tingginya air banjir. Bisa saja banjir merusak estetika mobil.

Kalau memerlukan evakuasi kendaraan, kamu harus memastikan jenis transmisi pada mobil untuk menekan kerusakan. Mobil transmisi manual dan otomatis memerlukan perlakuan yang berbeda.

Untuk transmisi kendaraan manual bisa dibawa dengan cara ditarik atau pun towing. Sedangkan, khusus transmisi kendaraan otomatis, mobil harus digendong untuk menghindari kerusakan karena tidak adanya pelumasan.

5 dari 7 halaman

Cara Klaim Asuransi Mobil yang Terendam Banjir

Dream – Banjir besar yang melanda Jabodetabek tak hanya membuat rumah terendam dan memicu arus pengungsian. Warga yang memiliki kendaraan juga harus pusing dua kali karena mobil atau sepeda motor mereka terendam air banjir. 

Air yang merendam sampai ke bagian mesin bisa membuat mobil menjadi soak. Mereka yang terdaftar sebagai peserta asuransi kendaraan tentu bisa sedikit lega. Namun apakah peserta polis ini bisa langsung mendapatkan klaim asuransi?

Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance), Julian Noor, mengatakan pelanggan bisa mengalihkan risiko banjir kepada pihak asuransi. Asalkan, pelanggan memperluas manfaat asuransi dengan jaminan perluasan banjir.

“ Berkaitan dengan musibah kali ini, Adira Insurance memiliki produk yang dapat dilindungi dari risiko banjir seperti asuransi kendaraan baik mobil (Autocillin) maupun motor (Motopro), lalu asuransi properti seperti rumah tinggal (Home Insurance) maupun ruko (Arthacillin),” kata Julian di Jakarta dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 3 Januari 2020.

Dia mengatakan pelanggan bisa mengajukan klaim mobil yang kebanjiran dengan mudah. Untuk pelanggan Autocilin, klaim bisa dilakukan melalui Autocilin Mobile Claim Application.

Pelanggan cukup memotret kerusakan kendaraan dan melaporkan kerusakan mobilnya melalui aplikasi di mana saja dan kapan saja.

“ Sementara untuk produk lain, bisa menghubungi contact center Adira Care 1500 456,” kata dia.

6 dari 7 halaman

Cuma Berlaku Bagi yang Punya Coverage Banjir

Dia mengatakan klaim berlaku bagi pemegang polis yang sudah memperluas jaminan risiko banjir. Tak semua asuransi kendaran dan properti diperluas dengan cover risiko banjir. Pelanggan juga harus memastikan membeli perluasan jaminan yang diakibatkan oleh banjir.

“ Pelanggan harus memahami isi dari polis asuransi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berasuransi,” kata dia.

Apalagi, lanjut Julian, dalam banjir kali ini, banyak mobil yang diparkir di rumah dan ternyata kebanjiran. Ini bisa saja dicover oleh asuransi. “ Tapi, tetap haru ada perluasan banjir,” kata dia.

Julian juga menegaskan klaim asuransi bisa saja ditolak. Hal ini disebabkan oleh pengemudi yang nekat mengendarai kendaraan saat banjir.

“ Sudah tahu ada banjir, pelanggan tetap nekat menerobos banjir. Tentunya pihak asuransi akan menolak klaim ini,” kata dia.

7 dari 7 halaman

Siap Bantu Pelanggan

Julian menyiapkan call center Adira Care di nomor 1500 456 bagi pelanggan yang ingin melapor klaim asuransi atau permintaan bantuan evakuasi kendaraan selama 24 jam. Pihaknya juga menyediakan fasilitas mobil derek, emergency road assistance, dan ambulans bagi pelanggan yang berada dalam kondisi darurat di jalan.

“ Kami selalu membentuk tim tanggap bencana di Adira Insurance, terutama menjelang musim penghujan. Tim tanggap bencana Adira Insurance akan siap 24 jam untuk memberikan pertolongan kepada pelanggan yang terkena bencana, khususnya bencana banjir yang sedang dihadapi saat ini,” kata dia.

Bantuan utama dari tim tanggap bencana Adira Insurance adalah mengevakuasi kendaraan pelanggan ke lokasi yang lebih aman serta perbaikan kendaraan atas kerusakan akibat banjir sesuai jaminan yang tercatat di dalam polis. Selain itu, tim tanggap bencana Adira Insurance juga memberikan bantuan logistik bagi para korban banjir melalui posko-posko banjir yang ada.

Beri Komentar