Ini Harga Harley Davidson dan Brompton yang Diselundupkan Pakai Pesawat Garuda

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 5 Desember 2019 18:12
Ini Harga Harley Davidson dan Brompton yang Diselundupkan Pakai Pesawat Garuda
"Potensi kerugian negara antara Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar," ujar Sri Mulyani.

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, membeberkan kronologi pengungkapan kasus dugaan penyelundupan motor Harley Davidson tipe Shovelhead dan sepeda Brompton melalui pesawat Garuda GA 9721. Pesawat Airbus A330-900 Neo itu terbang dari Prancis ke Cengkareng, Indonesia.

" Jadi dia memang terbang khusus untuk pengadaan pesawat oleh Garuda dari Prancis ke Cengkareng dan mendarat ke Garuda Maintenance Facility," ujar Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Rabu 5 Desember 2019.

Pada saat petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan, memang tidak ada masalah kargo di kokpit dan kabin penumpang. Namun saat bagasi diperiksa, ditemukan 18 kotak berisi Harley Davidson Shovelhead tahun 1970 dalam bentuk terpisah dan tiga sepeda Brompton.

“ Berdasarkan penelusuran di pasar, Harley tersebut harganya sekitar Rp800 juta perunit, sedangkan sepeda Rp50 juta sampai Rp60 juta perunit," kata dia.

Dengan adanya kasus ini, Sri Mulyani menghitung potensi kerugian negara senilai Rp1,5 miliar. “ Potensi kerugian negara antara Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar,” ujar dia.

Saat ini, Harley Davidson dan sepeda Brompton disita oleh Bea Cukai untuk penyelidikan lebih lanjut. “ Saya minta Bea Cukai menyelesaikan kasus ini dalam sisi penindakan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Hasil Pemeriksaan Komite Audit

Dream - Menteri BUMN, Erick Thohir, memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang biasa disapa Ari Askhara. Pemecatan ini berkaitan dengan kasus dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson tipe Shovelhead.

“ Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN tentu akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia,” kata Erick di Jakarta, Kamis 5 November 2019.

 

 © Dream

 

Pemecatan akan dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia. Untuk menjalankan operasional perusahaan, Kementerian BUMN akan segera menunjuk pelaksana tugas dirut.

“ Kami akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut di dalam kasus ini,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Hasil Pemeriksaan Komite Audit

Pemecatan dijatuhkan pada Ari Ashkara dilakukan karena diduga motor Harley Davidson itu milik Ari Ashkara. Erick mengatakan, dugaan itu didapat dari hasil pemeriksaan komite audit.

" Bahwa dari komite audit di sini disebutkan mempunyai kesaksian tambahan siang ini bahwa motor Harley Davidson diduga adalah milik saudara AA," kata dia.

Menurutnya, pembelian Harley Davidson Shovelhead itu dilakukan pada April 2019 dibantu oleh IJ.

" Sementara proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi finance Manager Garuda di Amsterdam," ujar dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

3 dari 6 halaman

Pegawai Garuda Pembawa Harley dan Brompton Ilegal Diminta Mundur Hari Ini

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta pejabat PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) yang terlibat kasus bagasi sparepart Harley Davidson dan sepeda mahal Brompton ilegl untuk mundur. Bahkan Erick mendesak agar pegawai itu mundur hari ini.

“ Sesegera mungkin. Kalau bisa hari ini, ya, hari ini,” kata Erick di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 5 Desember 2019.

Menurut Erick, kementeriannya memang menjunjung azas praduga tak bersalah dalam kasus barang mahal tersebut. Selain itu, pihaknya juga menunggu hasil keputusan dari aparat Ditjen Bea Cukai terkait penemuan barang-barang tersebut.

Namun, lanjut Erick, beberapa bukti yang dilihatnya menunjukan persoalan yang serius dalam kasus tersebut.

“ Tapi kalau kita lihat sekarang, bukti-buktinya luar biasa. Kita tunggu keputusan Bea Cukai. mungkin tidak begitu lama, karena mereka bekerja dengan baik. Apalagi Ibu Sri Mulyani memantau langsung, kita tunggu saja hasilnya,” kata Erick.

Dia menambahkan oknum pejabat tersebut harus berjiwa samurai dan tak boleh mengorbankan orang lain saat merasa dirinya bersalah.

" Kita harus berjiwa samurai, mesti berani. Seorang pemimpin itu harus mempunyai posisi yang jelas. Tidak bisa, mohon maaf, kalau salah justru mengobarkan orang lain. Kalau salah, ya ngaku salah. itu menjadi bagian dari leadership," kata Erick.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

4 dari 6 halaman

Heboh Pegawai Garuda Bawa Sparepart Moge, Menteri BUMN: Lebih Baik Undur Diri

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta pegawai PT Garuda Indonesia Tbk yang membawa suku cadang motor gede Harley Davidson untuk mengundurkan diri. Cara ini dianggap lebih terhormat daripada namanya terburu diketahui publik.

Kalaupun tidak mengundurkan diri, Erick memastikan kementerian BUMN akan memecatnya jika memang terbukti melakukan pelanggaran.

Mengutip dari Merdeka.com, Rabu 4 Desember 2019, Erick memastikan akan mencopot pelaku yang terbukti melakukan penyelundupan barang mewah. Namun sebelumnya, kementerian BUMN akan menyerahkan temuan ini kepada Kementerian Keuangan melalui Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk menganalisa peristiwa yang sebenarnya terjadi.

 

 © Dream

 

" Ada tidak kasus-kasus seperti yang disampaikan, kalau benar (terbukti) ya harus dicopot," kata Erick di Jakarta.

Menurut Erick, pelaku sebaiknya mengundurkan diri secara langsung. Cara ini dianggap lebih hormat daripada namanya keburu diketahui masyarakat.

" Lebih baik sebelum ketahuan lebih baik mengundurkan diri. Kalau benar, kita juga mesti ada praduga tak bersalah. Kalau benar ya kita copot," kata Erick.

Disinggung kemungkinan kementerian BUMN akan merombak jajaran manajemen Garuda, Erick menegaskan sampai saat ini belum ada rencana tersebut. Namun dia mengakui jika insiden sparepart Harley dan sepeda mahal Brompton di dalam bagasi pesawat Airbus yang baru didatangkan Garuda bisa jadi alasan untuk melakukan perombakan.

" Direksi Garuda belum ada rencana di rombak, tapi kita liat proses dari proses ini," kata dia.

5 dari 6 halaman

Heboh Pesawat Baru Bawa Spare Part Moge Ilegal, Ini Kata Garuda Indonesia

Dream - Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk, menegaskan komponen sepeda motor besar, Harley Davidson, yang tersimpan di bagasi salah satu pesawatnya merupakan milik pegawai. Perusahaan memastikan barang tersebut bukan untuk diperjualbelikan.

Kabar penemuan komponen motor berharga mahal asal Amerika Serikat itu sempat menjadi sorotan publik. Barang tersebut ditemukan di salah satu pesawat Airbus A300-900 miliar Garuda yang melayani rute penerbangan ke luar negeri.

Vice President PT Garuda Indonesia Tbk, M Ikhsan Rosan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 3 Desember 2019, menjelaskan pesawat Airbus A300-900 itu tiba di Tanah Air pada 17 November 2019. Pesawat ini datang dengan membawa beberapa spare part motor gede (Moge) dalam penerbangannya.

 

 © Dream

 

Menurut Ikhsan, semua barang yang dibawa di dalam pesawat telah dilaporkan kepada petugas kepabeanan, termasuk bawaan (bagasi) karyawan onboard. Dari pemeriksaan Bea Cukai tidak mengindikasikan ada pelanggaran kepabeanan di bagian kokpit dan kabin penumpang.

Tapi, di bagasi, ditemukan suku cadang moge yang tidak diproduksi di Indonesia. Spare part ini dibawa oleh salah satu karyawan onboard dalam penerbangan.

“ Spare parts yang dibawa oleh karyawab onboard dalam pesawat tersebut juga telah melalui proses kepabeanan di Delivery Center Airbus di Toulouse, Perancis,” kata dia di Cengkareng, Banten.

6 dari 6 halaman

Bukan untuk Dijual?

Sebelum pesawat mendarat, lanjut Ikhsan, maskapai telah meminta izin kepada otoritas bandara untuk langsung membawa pesawat ke Garuda Maintenance Facility (GMF). Perusahaan ini akan melaksanakan prosedur keimigrasian dan kepabeanan di area GMF.

Spare part tersebut akan digunakan oleh karyawan tersebut dan bukan diperjualbelikan,” kata dia.

Ikhsan juga mengatakan suku cadang itu diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. perusahaan memastikan akan tunduk dan siap untuk mematuhi aturan yang berlaku dari kepabeanan.

“ Karyawan Garuda Indonesia tersebut akan tunduk dan mematuhi segala aturan yang berlaku atas putusan dari kepabeanan, misalnya harus membayar bea masuk atau prosedur-prosedur lain yang akan dikenakan,” kata dia.(Sah)

 

Beri Komentar