Kena Tilang Elektronik Saat Wabah Corona, Bagaimana Mengurusnya?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 20 Maret 2020 11:36
Kena Tilang Elektronik Saat Wabah Corona, Bagaimana Mengurusnya?
Tetap buka atau bagaimana?

Dream – Meski jalanan relatif lebih lancar karena banyak pegawai memilih bekerja dari rumah, kamu tetap harus berkendara sesuai peraturan. Apalagi saat ini beberapa ruas jalan di ibukota sudah memasang kamera untuk menunjang ketentuan tilang elektronika.

Jika kamu terkenal tilang di saat wabah corona muncul di ibukota lalu bagaimana cara mengurusnya? Kamu pasti langsung panik karena saat ini masyarakat diimbau tak pergi ke tempat kerumunan massa untuk menghindari virus corona, Covid-19.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP, Fahri Siregar, memastikan pihak kepolisian tetap bertugas dan membuka layanan kepada masyarakat.

Salah satunya, pelayanan di Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, yang tetap buka untuk pengurusan pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor dengan menggunakan kamera sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

" Tidak ada kata libur. Polri tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tapi tentunya tetap dengan menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus corona," kata Fahri dikutip dari Liputan6.com yang melansir Korlantas Polri.

Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah mengantisipasi pencegahan virus tersebut dengan beberapa metode.

“ Kami lakukan pemasangan hand sanitizer di loket layanan, pengecekan suhu panas masyarakat dengan thermal gun dan menyiapkan ruang isolasi yang bekerjasama dengan rumah sakit terdekat untuk pengecekan seseorang yang diduga suspect virus corona,” kata dia.

(LIputan6.com)

1 dari 5 halaman

Polda Metro Tambah 45 Kamera Tilang Elektronik, Ini Lokasi-lokasinya

Dream - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan uji coba tilang elektronik. Polda Metro telah memasang 45 unit electronic traffic law enforcement (ETLE) atau kamera tilang. 

“ Rencanakan diujicobakan pada 13 Maret tetapi tentatif,” kata Kepala Sub Direktorat Penekagan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 12 Maret 2020. 

Menurut Fahri, saat ini kamera masih dalam tahap pemasangan instalasi dan penyelesaian. Setelah selesai pemasangan, petugas Ditlantas Polda Metro Jaya akan menguji coba selama sepekan, kemudian tahapan sosialisasi serta penegakan hukum.

 

 © Dream


Petugas telah memasang dua kamera pemantau untuk mengawasi pengendara yang melanggar sejak November 2018 di sekitar Patung Kuda dan perempatan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, Polda Metro Jaya menambah 12 kamera guna memantau pelanggaran yang dilakukan pengendara di sepanjang Jalan Bundaran Senayan-Jalan MH Thamrin sejak 1 Juli 2019.

" Kamera tersebut akan mendeteksi pengendara yang melanggar penggunaan sabuk pengaman, penggunaan telepon seluler, batas kecepatan, dan pelat nomor ganjil-genap," kata dia.

2 dari 5 halaman

Titik Pemasangan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun membantu Polda Metro Jaya menambah pengadaan 45 kamera untuk bukti pelanggaran (tilang) elektronik.

Rencananya, penambahan kamera tilang elektronik itu meliputi:

A. Jalur Kota Tua-Gajah Mada-MH Thamrin-Sudirman-Blok M-Senayan.

Titik penempatan kamera sebanyak 18 kamera meliputi:

  1. Simpang Kota Tua: 1 kamera.
  2. Simpang Ketapang: 2 kamera.
  3. Simpang Harmoni (depan Bank BTN): 4 kamera.
  4. Simpang Istana Negara: 1 kamera.
  5. Simpang Kebon Sirih: 2 kamera.
  6. Simpang Bundaran HI: 1 kamera.
  7. Simpang Bundaran Senayan (dari arah Blok M): 1 kamera.
  8. Simpang CSW: 4 kamera.
  9. Depan Plasa Senayan 2 Arah: 2 kamera.

3 dari 5 halaman

B.Jalur Grogol Pancoran

Titik penempatan kamera terdapat 8 Titik meliputi:

  1. Simpang Pancoran: 2 kamera.
  2. Simpang Slipi S. Parman ke Gatsu: 1 kamera.
  3. Simpang Tomang: 1 kamera.
  4. Simpang Grogol arah Daan Mogot ke Kyai Tapa: 1 kamera.
  5. Depan Hotel Fourseasons: 1 kamera.
  6. Depan DPR-MPR Pintu utama: 1 kamera.
  7. Depan All Fresh Pancoran: 1 kamera.

4 dari 5 halaman

C.Jalur Halim-Cempaka Putih.

Titik penempatan kamera sebanyak 8 buah, meliputi;

  1. Simpang Halim Lama: 1 kamera.
  2. Simpang Rawa Mangun: 1 kamera.
  3. Simpang Pramuka: 2 kamera.
  4. Simpang Cempaka Putih: 2 kamera.

5 dari 5 halaman

D.Rasuna Said, Gunung Sahari dan Prof Dr. Satrio

Titik penempatan kamera sebanyak 11 tempat, meliputi:

  1. Depan Halte Timah (dua arah): 2 Kamera.
  2. Depan Halte Setia Budi (dua arah): 2 kamera.
  3. Simpang HOS Cokroaminoto Imam Bonjol: 2 kamera.
  4. Simpang Tugu Tani dari arah Senen: 1 kamera.
  5. Depan Puskurbuk Kemendikbud: 2 kamera.
  6. Depan BNI 46 Gunung Sahari: 2 kamera.

Beri Komentar