Tahan Modifikasi 3 Bagian Mobil Ini, Bikin Garansi Hangus!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 8 Juli 2019 16:12
Tahan Modifikasi 3 Bagian Mobil Ini, Bikin Garansi Hangus!
Kalau terjadi apa-apa, kamu bisa `buntung` dua kali.

Dream – Memodifikasi mobil memang menyenangkan. Penampilan kendaran roda empat kamu akan semakin cantik atau garang dengan mengubah beberapa bagian. Namun jika mobilmu masih baru, sebaiknya jangan sembarangan melakukan perubahan. 

Bukannya mendapatkan penampilan cantik dan memuaskan, Sahabat Dream malah akan gigit jari. 

Tindakan modifikasi yang salah bisa membuat risiko terjadinya kerusakan mobil semakin besar. Banyak kita dengar banyak mobil terbakar di jalan karena sistem kelistrikan pernah diubah.

Ternyata tak hanya merrugi karena mobil rusak. Kamu juga berpotensi harus merogoh kocek dalam saat memperbaikinya karena pihak asuransi menolak klaim yang diajukan.

Nah dari pada rugi bandar dua kali, kamu harus tahu bagian apa saja yang jangan dimodifikasi.

Dikutip dari Auto2000, Senin 8 Juli 2019, berikut ini adalah tiga contoh modifikasi yang membahayakan dan berpotensi menggugurkan garansi mobil, misalnya Toyota.

1 dari 5 halaman

Instalasi Audio

Salah satunya seperti melakukan instalasi perangkat audio. Pemasangan head unit atau penambahan komponen lain seperti speaker paling sering dilakukan dengan alasan meningkatkan sistem hiburan.

Pemasangan yang salah, seperti mengambil power yang tidak sesuai atau asal menyambung kabel tanpa memperhitungkan tegangan, justru mengakibatkan banyak masalah.

Mulai dari aki yang cepat tekor sampai korsleting listrik yang bisa berujung pada terbakarnya mobil. Ini banyak terjadi di instalatur amatir atau modifikasi dengan budget seadanya.

Sebenarnya tidak dilarang selama pemasangannya baik-baik saja, tapi bahayanya kalau dipasang tidak sesuai. Ada yang main sambung sana-sini atau teknisinya tidak mengerti sistem perkabelan dari mobil tersebut.

Padahal itu bisa membuat beban di wiring system menjadi tidak normal dan over, efek fatalnya bikin mobil terbakar.

2 dari 5 halaman

Piggyback

Beberapa konsumen merasa tak puas dengan performa mesin standar dari mobil. Mereka kerap mengambil jalan pintas.

Salah satu alternatifnya adalah dengan memasang perangkat elektronik tambahan berupa chip microcomputer atau biasa disebut piggyback.

Tapi sistem kerja piggyback yang mengubah pola kerja engine control unit (ECU) berdampak cukup besar bagi mesin. Pemasangan pigyback itu membuat ECU dipaksa berkerja ekstra keras.

Memang tenaga mobil akan lebih responsif dibandingkan setingan standar pabrikan. Akan tetapi, efek samping penggunaan piggyback bisa membuat ECU mobil rusak, bahkan jebol. Kalau ECU sudah rusak ini repot sekali sekaligus mahal, dan ketika ditemui kerusakanya akibat pemasangan perangkat tambahan, otomatis garansi mobil langsung hangus.

3 dari 5 halaman

Velg Racing

Yang paling umum untuk tampilan luar adalah penggunaan pelek racing dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada standar. Penggunaan velg besar membuat beban berlebih pada kaki-kaki mobil, baik kemudi maupun peredam kejut.

Kalau sampai terjadi masalah di kaki-kaki akibat penggunaan pelek besar, klaim garansi bisa ditolak.

Belum lagi aspek lain terkait dengan keselamatan berkendara karena penggunaan pelek besar pasti berpengaruh pada kinerja kaki-kaki mobil.

4 dari 5 halaman

Pakai BBM Tak Sesuai Aturan, Garansi Mobil Bisa Hangus?

Dream – Pemilik mobil acapkali mengabaikan jenis BBM yang ditetapkan untuk mesin kendaraan. Padahal, pabrikan sudah merancang setiap mesin mobil menggunakan jenis BBM tertentu.

Alhasil, muncul keluhan terkait performa mobil. Mulai dari mesin yang tidak bertenaga hingga rusak.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, menegaskan garansi tidak diberikan pada kasus kerusakan akibat penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi. 

" Setahu kami aturannya memang seharusnya demikian. Ada kerusakan yang disebabkan penggunaan bahan bakar tidak sesuai standar, maka di luar garansi,” kata Yohannes, dikutip dari gaikindo.or.id, Jumat 30 November 2018.

Yohannes memberikan contoh mobil keluaran terbaru wajib menggunakan BBM berkualitas. Minimal bahan bakar yang digunakan adalah BBM dengan nilai oktan (Research Octane Number /RON) 92.

“ Kami mensyaratkan agar mobil memakai BBM berkualitas. Dan itu tertera pada buku manual ketika membeli mobil,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Mesin Mobil Didesain untuk BBM Berstandar Internasional

Yohannes mengatakan mesin mobil keluaran terbaru sudah dibuat untuk bahan bakar berstandar internasional. Desain mesin selalu mengacu pada peraturan pemerintah terkait standar emisi Euro-4.

Regulasi itu berlaku sejak Oktober 2018. Semua mobil yang diproduksi pabrik maupun dijual distributor anggota GAIKINDO sudah disesuaikan dengan aturan tersebut.

“ Apabila diisi dengan BBM sesuai standar Euro-4, emisi yang dibuang pun akan sesuai standar Euro-4,” kata dia.

Yohannes mengatakan kinerja mobil akan sangat baik jika menggunakan BBM berkualitas sesuai standar pabrik. Performa, akselerasi, kekuatan menanjak, dan keawetan mesin sangat bergantung pada jenis BBM yang digunakan.

Gas buangnya juga tak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Sebab kadar polusinya berada di bawah ambang batas.

“ Tentu saja, BBM berkualitas berpengaruh positif pada mobil. Mesin juga lebih awet,” kata dia.

(Beq) 

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak