Masih WFH Cegah Wabah Corona, Sampai Kapan Mobil Boleh `Nganggur`?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 7 April 2020 12:47
Masih WFH Cegah Wabah Corona, Sampai Kapan Mobil Boleh `Nganggur`?
Bolehlah mobil tak digunakan dalam waktu lama?

Dream – Pemerintah sudah mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah, seperti bekerja dan beribadah. Bahkan, imbauan untuk tidak mudik pun sudah dikeluarkan demi mencegah peularan virus corona Covid-19.

Berdiam diri di rumah menjadi pilihan paling bijak bagi setiap orang. Selain mencegah tertular, kamu juga membantu mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Di saat banyak menghabiskan waktu di rumah, kamu yang memiliki kendaraan bermotor tentu harus menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar mobil atau sepeda motor kamu tak bermasalah.

Secara tidak langsung, pemberlakukan work from home (WFH) memang membuat kendaraan bermotor kamu nyaris tidak pernah dipakai untuk erjalanan jauh. Jika begini, sebenarnya berapa lama sih waktu ideal untuk tak memakai mobil berkendara?

1 dari 4 halaman

Dikendarai 2-3 Minggu Sekali

Autoexpress.co.uk memberitakan bahwa para ahli merekomendasikan untuk mengendarai mobil setiap dua hingga tiga minggu setelah sama sekali tak pernah dipakai. Jika melebihi waktu itu, permasalahan yang timbul pada mobil akan semakin banyak.

Namun risiko-risiko yang ada bergantung jenis mobilnya juga. Kamu yang memiliki kendaraan keluaran terbaru lumayan beruntung karena risiko masalah yang ada tak cukup banyak.

Namun jika mobil di garasi kamu termasuk kendaraan lawas apalagi klasik,kamu harus melakukan perawatan ekstra.

 

2 dari 4 halaman

Bisa Dipakai untuk Keliling Rumah

Jika sudah melakukan WFH dan tak memakai mobil untuk berkendara, kini memang sudah saatnya untuk mengendarainya. Keliling komplek perumahan hanya sebatas melepas penat bisa jadi solusi.

Apalagi berkendara di tengah Corona Covid-19 dinilai tak masalah. Dilansir dari Visordown.com, bepergian dengan mobil atau motor sendirian semata-mata untuk kesenangan dirasa tak masalah.

Namun perlu digaris bawahi, harus selalu ikuti anjuran pemerintah. Lakukan physical distancing dan pakai masker jika memang terpaksa keluar dari mobil saat berkendara keluar.

(Sumber:Otosia)

3 dari 4 halaman

Panduan Naik Mobil Pribadi dan Umum Agar Tak Terpapar Corona

Dream – Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Tujuannya untuki mengurangi laju penyebaran virus corona.

Namun sebagian masyarakat, terutama di bidang pelayanan jasa publik, terpaksa beraktivitas di luar rumah.

Untuk mencapai tempat kerja, beberapa orang menggunakan berbagai moda tansportasi yang ada. Dari membawa kendaraan pribadi (mobil atau sepeda motor) ataupun angkutan umum.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 24 Maret 2020, Trainer dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan pengguna mobil pribadi memang tidak terlalu rentan tertular virus yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina tersebut.

 

 © Dream

 

Berbeda dengan pengemudi motor atau pengguna kendaraan umum yang harus bersinggungan dengan udara atau orang lain secara langsung.

" Kalau mobil memang lebih terlindungi, karena berada di kabin selama kaca tidak dibuka. Mulai sekarang, mode sirkulasi AC juga diubah, tidak yang keluar dan ke dalam tapi cukup di dalam saja," kata Sony kepada Liputan6.com.

Sementara itu, saat berkendara di luar kota juga bisa membuka jendela jika daerahnya memungkinkan.

" Tapi kalau di dalam kota, atau perkotaan usahakan jangan buka jendela," tegasnya.

Sedangkan bagi pengemudi, usahakan selalu bersihkan kendaraan setelah digunakan, seperti setir mobil, handle pintu, tombol, ataupun komponen yang sering dipegang saat berkendara.

4 dari 4 halaman

Penumpang Kendaraan Umum

Penumpang kendaraan umum, disitat dari berbagai sumber, di saat pandemi Covid-19 ini, juga wajib melakukan cuci tangan dengan sabun atau membawa hand sanitizer sebelum naik kendaraan. Jika memungkinkan hindari bertransaksi tunai dan pilih pembayaran cashless.

Lalu, batasi juga berinteraksi fisik dengan pengemudi. Jika bertransaksi tunai, selalu cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah pembayaran.

Terakhir, kalau naik kendaraan bermotor, peganglah pegangan dengan tangan di belakang kursi penumpang dan jangan memegang pengemudi.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Beri Komentar