Cari Sensasi Buang BMW ke Sungai, Selebgram Berurusan dengan Polisi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 2 Desember 2020 15:12
Cari Sensasi Buang BMW ke Sungai, Selebgram Berurusan dengan Polisi
Jangan ditiru, ya.

Dream – Seorang influencer dari Inggris, Ryan Taylor, berurusan dengan polisi karena tindakan yang menurut sebagian orang dianggap hal wajar. Dia ditangkap dengan sejumlah dakwaan karena membuang BMW E46 3 di dekat sungai.

Dikutip dari Carscoops, Rabu 2 Desember 2020, dalam video yang diunggah di Youtube, Taylor bersama teman-temannya mengemudi BMW di lapangan kemudian merusak mobil dengan beragam cara.

Tak hanya itu, mereka juga mengemudi dengan aksi berbahaya. Pengemudi sempat membuka pintu mobil saat sedang melaju. Ini membuat BMW E46 3 rusak.

Setelah itu, mobil harus melewati gundukan tanah, dilempari batu, dan membawa penumpang di atas kap mesin. Hasilnya? BMW ini rusak parah.

Setelah puas menghancurkan mobil, Taylor cs mendorong BMW untuk menuruni tanggul curam. Di bawah tanggul ini ada sungai kecil yang mengalir.

Otoritas setempat melihat BMW ditelantarkan di sana setelah melihat video itu di Youtube. Taylor dilaporkan dengan dakwaan keselamatan jalan dan lingkungan. Selain itu, ia juga mendapatkan tuduhan pemalsuan dokumen.

Namun, kasus ini tak mempengaruhi media sosial selebgram itu. Malah, dia sempat membagikan momen-momen perusakan mobil BMW E46 3.

1 dari 5 halaman

Disepelekan Diler, Pria Ini Jadikan BMW Anyar untuk Pengangkut Sampah

Dream – Seorang pengguna BMW X1 menyulap kendaraannya menjadi mobil pengangkut sampah. Dia melakukannya karena tak puas dengan layanan purna jual yang diberikan diler kepadanya.

Dikutip dari Cartoq, Jumat 27 November 2020, orang ini berasal dari Ranchi, Jharkand, India. Dia membeli mobil ini beberapa bulan yang lalu. Namun mobil BMW X1 sDrive20d yang dibelinya ini bermasalah di bagian ban.

 

© Dream

 

Sayangnya, ban mobil ini bocor besar dan besar. Setelah dibawa ke showroom, pria ini disarankan menggunakan ban serep dan tidak memperbaiki bannya. Setelah menggunakan ban serep, poros kendaraan malah tidak sejajar. Agar bisa diperbaiki, pria ini disarankan untuk membeli asuransi kendaraan. Kemudian, ada beberapa kerusakan minor yang tidak dijelaskan pemilik.

Meskipun demikian, dia benar-benar tidak puas dengan layanan jasa diler mobil mewah itu. Pemilik BMW ini memvideokan dirinya menggunakan mobil ini untuk mengangkut sammpah dari tetangga.

2 dari 5 halaman

Ada Puluhan Pelanggan yang Mengalami Masalah yang Sama

Sekadar informasi, mobil ini merupakan hadiah dari dirinya untuk sang ayah. Namun, ayahnya tidak bisa menggunakan mobil itu.

Setelah mengunggah video itu, ada 20 pelanggan BMW yang menyuarakan hal yang sama. Dikatakan bahwa mereka memiliki masalah yang sama pada kendaraannya.

Sang pemilik menyebut dirinya juga punya BMW Z4 dan sangat menyukai mobil itu. Dikatakan juga mobil-mobil BMW ini mengagumkan dan akan direkomendasikan kepada teman-temannya.

Namun, orang itu tidak merekomendasikan untuk membeli mobil dari diler Ranchi. Alasannya, layanan purna jualnya sangat buruk.

3 dari 5 halaman

Misteri BMW Bernopol 'COVID19' Parkir di Bandara Sebelum Pandemi

Dream- Sebuah mobil BMW berpelat COVID19 berwarna abu-abu bikin heboh bandar udara di Adelaide, Australia. Tak satupun petugas bandara tahu siapa pemilik sedan BMW abu-abu ini.

Sementara menurut pengakuan staff bandara, Steven Spry, mobil itu sudah terparkir selama berbulan-bulan. Bahkan diklaim sudah berada di lokasi yang sama sebelum pandemi virus corona datang ke Australia.

Padahal, istilah Covid-19 resmi digunakan pada 11 Februari, sedangkan wabah coronavirus jenis baru dinyatakan sebagai pandemi pada 11 Maret.

 

© Dream

 

Sementara mobil itu sudah berada di bandara dan ditinggalkan begitu saja sejak Februari, atau bahkan lebih lama lagi.

Pada awalnya BMW itu tertutup rapat oleh penutup mobil. Namun pada April sebagian penutup tersingkap karena angin dan terlihatlah plat nomor COVID19. 

" Kami berpikir itu milik pilot yang pergi ke luar negeri dan tidak kembali. Itu mobil yang mahal, jadi pasti yang memiliki mobil itu memiliki uang banyak untuk membelinya. Mungkin ada anggota keluarga yang mau memilikinya," lanjut Spry dikutip dari laman Daily Star.

4 dari 5 halaman

Kejanggalan

Masih dikutip dari sumber yang sama, berlaku pelat nomor BMW akan habis pada 26 September 2020.

Sementara, pendaftaran pelat nomor standar di Australia Selatan bisa menghabiskan tiga hingga 12 bulan, sedangkan pelat nomor cantik bisa sampai 12, 24 atau 36 bulan.

BMW pelat COVID19© Ilustrasi foto : dalbyherald

Jika mobil “ COVID19” telah terparkir di Bandara Adelaide sejak Maret 2020, itu berarti pemiliknya bisa saja mendaftarkan pelat nomor pada September 2019, beberapa bulan sebelum wabah coronavirus melanda Wuhan.

Namun anehnya, tidak ada mobil yang terdaftar dengan pelat “ COVID19” di situs pemerintah negara bagian.

5 dari 5 halaman

Tidak Diizinkan

Kedepannya, memiliki pelat nomor ini akan dilarang di Queensland karena maknanya yang merujuk pada wabah pandemi global.

BMW pelat COVID19© Ilustrasi foto : ABC

" Karena dampak kesehatan dan ekonomi yang signifikan dari COVID-19, kombinasi ini tidak akan tersedia untuk dijual sebagai plat nomor di Queensland," ujar seorang juru bicara untuk departemen transportasi Australia.

Sumber : Daily Star

Beri Komentar