Ssst... Ini Bahaya Naik Motor Pakai Sandal

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 18 Oktober 2020 07:03
Ssst... Ini Bahaya Naik Motor Pakai Sandal
Lebih baik kamu naik motor pakai sepatu.

Dream – Saat naik motor, disarankan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap.

Ketika sedang berkendara motor, kita sering menjumpai pengendara yang tidak memakai sepatu. Padahal, memakai sepatu saat naik motor sangat dianjurkan.

Apalagi, saat musim hujan, banyak pemotor rela melepas sepatunya karena tidak mau basah.

Naik motor dengan pakai sandal memang lebih praktis daripada sepatu. Namun, risikonya tidak pakai sepatu juga sangat besar.

1 dari 4 halaman

Apa Risikonya?

Dikutip dari Federal Oil, Sabtu 17 Oktober 2020, pengemudi motor bisa saja menyentuh blok mesin yang panas, terlebih untuk motor sport. Akibatnya, ada luka bakar di kakimu.

Kemudian, kaki bisa lebih mudah tergores jika ada ranting atau pentalan batu.

Kaki yang tidak terlindungi bisa terluka parah akibat bersenggolan dengan objek lain seperti motor yang ada di sebelah kanan atau kiri kita. Saat terjatuh, kaki bisa tergores karena bersinggungan dengan jalan.

Untuk itu, lebih baik kamu memakai sepatu yang menutup mata kaki supaya lebih aman. Gunakanlah sepatu yang nyaman di kakimu.

2 dari 4 halaman

Bukan Duduk di Depan! Ini Tips Membonceng Aman Anak Saat Naik Motor

Dream – Berkendara dengan buah hati menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Tak hanya memberikan pengalaman baru, berkendara dengan anak bisa meningkatkan ikatan serta kedekatan antara anak dan orang tua.

Sebelum kamu mengajak anak menghabiskan weekend dengan bersepda motor bersama, sebaiknya kamu sudah mengerti betul cara membonceng yang aman.

Dikutip dari Federal Oil, Rabu 7 Oktober 2020, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kamu memastikan anak sudah cukup umur untuk bisa dibonceng.

 

© Dream

 

Jika ingin melakukan perjalanan jarak jauh, hindari membawa buah hati yang masih berusia di bawah 3 bulan. Hal ini disebabkan oleh imun tubuhnya yang masih rendah dan rentan terkena penyakit. Di atas usia tersebut, kamu boleh membawanya tentu dengan memperhatikan berbagai macam aspek keselamatan.

Untuk anak yang berusia di bawah 5 tahun, kamu bisa memboncengkan mereka dengan mengikatkan yang aman dan nyaman di sekitar tubuh anak agar menempel di tubuh kamu. Cara ini digunakan demi menghindari kemungkinan terburuk seperti anak yang tiba-tiba melepas pegangannya saat mengantuk di jalan.

3 dari 4 halaman

Perhatikan Peralatan Berkendara

Cara yang paling tepat untuk mengajak anak berkendara adalah dengan menaruh mereka di jok belakang. Hal ini bertujuan menghindarkan anak dari polusi udara secara langsung hingga terpaan angin, terlebih saat kamu berkendara di tengah malam. Kondisi angin malam akan jauh lebih dingin dan tidak baik untuk kesehatan anak-anak.

Ketiga, lengkapi peralatan berkendara untuk anak. Demi menunjang keselamatan buah hati, pastikan kamu juga sudah menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan.

Mulai dari helm khusus untuk anak, jaket yang cukup tebal untuk menghindari terpaan angin, masker, kacamata hingga sarung tangan. Terlebih jika kamu akan mengajak buah hati berkendara dalam jarak jauh. Seluruh perlengkapan tersebut harus dikenakan pada anak untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

4 dari 4 halaman

Patuhi Peraturan Lalu Lintas

Keempat, tak hanya lampu merah, ada begitu banyak tanda rambu-rambu lalu lintas di jalan raya. Sebagai orang tua yang baik, kamu harus memberikan contoh pada anak untuk taat terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku.

Mulai dari memberikan pemahaman kecil mengenai tanda-tanda yang sering ditemui di jalan. Seperti dilarang parkir, dilarang memutar balik, dilarang belok kiri dan masih banyak lagi lainnya. Anak juga akan mencontoh apa yang diajarkan oleh orang tuanya.

Kelima, jangan mengebut di jalan raya. Selain berbahaya, berkendara dengan kecepatan tinggi saat memboncengkan anak juga dapat menciptakan rasa takut tersendiri bagi mereka. Itu dapat memicu terjadinya trauma berkepanjangan, lho.

Alih-alih berkendara dengan kecepatan tinggi atau ngebut saat bersama anak, turunkanlah kecepatan motor kamu. Maksimal kecepatan yang bisa ditempuh adalah 60 km per jam. Ingatlah untuk selalu memperhatikan keamanan dalam berkendara dan prioritaskan keselamatan diri serta keluargamu.

Beri Komentar