Tak Ada Uji Coba Tol Nirsentuh Hingga 2022?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 25 Maret 2021 07:12
Tak Ada Uji Coba Tol Nirsentuh Hingga 2022?
Belakangan ini viral tentang uji coba bayar tol nirsentuh.

Dream – Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan uji coba terkait sistem bayar tol tanpa henti atau nirsentuh, tidak akan dilakukan hingga 2022. Hal ini menanggapi uji coba transaksi tol nirsentuh dengan stiker radio frequency identification (RFID).

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 24 Maret 2021, Kepala BPJT Danang Parikesit mengklarifikasi video uji coba transaksi tol nirsentuh yang menggunakan stiker RFID milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Menurut Danang, uji coba itu bukan bagian dari Multi-Lane Free Flow atau MLFF.

Danang mengatakan, skema bayar tol tanpa henti sendiri tidak akan lagi dilakukan uji coba setelah pemerintah menetapkan pemenang lelang sistem tol MLFF.

“ Saya kira setelah lelang itu berproses tidak ada lagi uji coba. Dan semua badan usaha tidak lagi melakukan uji coba karena sudah ditunjuk pemenangnya oleh pemerintah,” kata dia dalam webinar.

Pemerintah sendiri telah menetapkan perusahaan asal Hongaria, Roatex Ltd Zrt sebagai pemenang lelang sistem bayar tol nirsentuh berbasis MLFF, dan BPJT telah meneken perjanjian kerja sama dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

“ Nanti pun kalau ada uji coba, yang melakukan uji coba adalah badan usaha tersebut,” kata Danang.

Dijelaskannya, RITS saat ini tengah mempersiapkan sistem transaksi tol MLFF dengan teknologi Global Navigation Satelite System (GNSS). Tahun 2021 ini, perusahaan bersangkutan akan melakukan dan merampungkan konstruksi.

“ Dengan demikian kita akan pasti menunggu, tidak ada uji coba lagi, kita akan menunggu barangkali sampai akhir tahun ini dibangun konstruksinya untuk segala sensor yang diperlukan. Nanti tahun 2022 itu baru kita mulai penggunaan dan implementasinya,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Jasa Marga Tegaskan Teknologi Bayar Tol Tanpa Henti Belum Dijual Umum

Sebanyak dua video yang memperlihatkan uji coba transaksi nirsentuh (touchless transaction) di gerbang tol kini tengah viral di media sosial.

Video pertama memperlihatkan pemasangan stiker Radio Frequency Identification (RFID) dengan nama branding FLO pada sebuah mobil, dan kedua merekam satu minibus dapat melaju tanpa henti dengan kecepatan tinggi di gerbang tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengklarifikasi kedua video tersebut memang direkam saat melakukan uji coba terbatas transaksi tol tanpa berhenti, namun tak saling berkaitan.

“ Kami sampaikan bahwa kedua video itu tidak berhubungan satu dengan yang lainnya,” kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, Senin 22 Maret 2021.

Heru menjelaskan, video yang memperlihatkan kendaraan melintas kencang di gerbang tol dengan fasilitas nirsentuh itu tidak terjadi di ruas tol Jasa Marga Group, melainkan di wilayah pengoperasian badan usaha jalan tol (BUJT) lain.

" Sementara itu, untuk video berupa penjelasan pemasangan sticker RFID di head-lamp, memang video tersebut terjadi di wilayah Jasa Marga, dimana kami sedang melakukan Uji Coba Terbatas Let it Flo di beberapa gerbang tol yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT Jasamarga Tollroad Operator," kata dia.

Jasa Marga dikatakan Heru memahami antusiasme masyarakat dalam penerapan teknologi digital di jalan tol tersebut, sehingga kedua video terkait itu menjadi viral.

Namun, uji coba terbatas melalui aplikasi Let It Flo tersebht saat ini hanya dilakukan di kalangan pengguna internal dan bekerjasama dengan sejumlah pihak eksternal. Seperti beberapa BUMN lain dan komunitas otomotif guna menguji kehandalan sistem dan memperoleh masukan.

“ Meski demikian nampaknya karena antusiasme publik, beberapa materi uji coba yang kami lakukan, yang sebenarnya masih terbatas sifatnya, beredar luas di kalangan publik,” kata Heru

“ Selanjutnya dapat kami sampaikan, bahwa yang kami lakukan saat ini hanya sebatas uji coba yang lingkupnya masih terbatas, dan tidak komersial. Implementasi touchless transaction ini nantinya tentu akan ditetapkan pemerintah sebagai regulator yang memiliki kewenangan untuk itu,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

2 dari 4 halaman

Viral Video Minibus Melesat Tanpa Tabrak Tiang Gerbang Tol, Ini Kata Jasa Marga

  Viral Video Minibus Melesat Tanpa Tabrak Tiang Gerbang Tol, Ini Kata Jasa Marga© Dream

Sudah bisa digunakan untuk masyarakat umum?

Dream – Pengguna sosial media dibuat menahan napas saat melihat sebuah video viral yang memperlihatkan tiang gerbang tol. Beberapa detik kemudian melintas sebuah kendaraan tipe minibus dengan kecepatan tinggi menerobos gerbang tersebut dengan tiang yang bergerak naik beberapa detik sebelum mobil itu melintas. 

Kabar yang beredar menyebutkan jika mobil itu adalah bagian dari uji coba penerapan teknologi pembayaran tarif tol tanpa sentuh (touchless transaction) yang sedang dikerjakan PT Jasa Marga Tbk.

Video tersebut diunggah oleh pengguna Facebook Edoward JC di grup Facebook Persatuan Driver Online Grabcar, Gocar, pada Rabu 17 Maret 2021.

Mengutip laman Liputan6.com, Senin 22 Maret 2021, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan perusahaan memang sedang mengkaji teknologi baru pembayaran tarif tol baru. Teknoologi baru ini bisa memungkinkan pengguna jalan tol tak perlu berhenti di gerbang untuk menempelkan kartu elektronik membayar ongkos tol.

Transaksi tol berbasis stiker Radio Frequency Identification (RFID) dengan nama branding FLO tersebut saat ini masih dilakukan uji coba terbatas di 50 titik.

Dia menjelaskan, biaya yang dikeluarkan dengan teknologi nirsentuh ini sama seperti tiket tol konvensional atau kartu elektronik lainnya.

“ Sekarang masih perluasan uji coba terbatas di 50 titik. Nanti memang tidak ada tambahan biaya untuk penggunaan teknologi touchless transaction ini,” kata Heru kepada Liputan6.com.

“ Artinya menggunakan itu tidak ada beban tambahan, sesuai biaya tol yang berlaku,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Penggunaan Baru Terbatas

Adapun uji coba terbatas FLO saat ini masih bersifat kerjasama secara business to business (B2B) dengan beberapa perusahaan BUMN lain dan komunitas setempat. Artinya, teknologi transaksi tol nirsentuh belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

“ Masyarakat belum bisa mendapatkan. Jadi kami masih uji coba, jadi masyarakat belum bisa mendapatkan,” kata Heru.

Sampai saat ini, perluasan uji coba terbatas pembayaran tol yang dikenal dengan nama LET IT FLO ini baru tersedia di 50 titik di gerbang-gerbang tol di wilayah Jabotabek (Tol Dalam Kota, JORR, Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Jakarta-Cikampek), serta 3 titik gerbang-gerbang tol (Ngurah Rai, Nusa Dua, Benoa) di Jalan Tol Bali Mandara.

Hingga saat ini, pengguna LET IT FLO berjumlah sekitar 6 ribu pengguna. Jasa Marga pun menghimbau pengguna tol nirsentuh berbasis stiker tersebut untuk menahan batas kecepatan kendaraan maksimal 40 km per jam saat melewati gerbang tol.

4 dari 4 halaman

Gandeng Hungaria

Sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani Perjanjian Kerjasama terkait Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) atau bayar tol tanpa berhenti dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

Sistem transaksi nontunai berbasis MLFF menjadi salah satu inovasi baru melalui sistem pembayaran nirsentuh dengan menciptakan suatu efisiensi, efektifitas, aman, dan nyaman dalam penerapan sistem pembayaran Jalan Tol di Indonesia.

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit, mengatakan jika melalui dukungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pada Senin 15 Maret 2021 bisa berjalan dengan lancar pelaksanaan penandatanganan kerjasama penerapan sistem bayar tol tanpa berhenti ini.

“ Yang terpenting, milestone pelaksanaan kerjasama ini adalah mulai dari kerja keras kita semua, karena ini merupakan awal dari kerja keras kita untuk selanjutnya dari setiap komitmen dan manajemen kerja yang kuat untuk membuat proyek MLFF ini dapat berjalan sukses,” ujar Danang dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Penandatanganan dilaksanakan langsung oleh Kepala BPJT Danang Parikesit dengan Direktur Utama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), Peter Ong di Kantor BPJT Kementerian PUPR di Jakarta.

Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol terus melakukan suatu inovasi dalam peningkatan pelayanan yang maksimal bagi pengendara di Jalan Tol melalui Transformasi, Inovasi, dan Modernisasi (TIM) yang mengacu pada Teknologi Toll Road 4.0.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) mengumumkan proses pengadaan yang kompetitif untuk merancang, membangun, membiayai, menyelenggarakan, memelihara dan mentransfer Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Transaksi Tol Multi Lane Free Flow (Proyek MLFF) pada bulan Juli 2020.

Roatex Ltd. Sebagai pemrakarsa proyek, telah ditentukan Menteri PUPR sebagai pemenang lelang melalui Surat Menteri PUPR Nomor : PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021 Perihal Penetapan Pemenang Pelelangan Pengusahaan Badan Usaha Pelaksana Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis Multi Lane Free Flow.

Saat ini, Roatex Ltd. Zrt, yang telah membentuk perusahaan sebagai Badan Usaha Pelaksana Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh Berbasis MLFF atau bayar tol tanpa berhenti dengan nama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

 

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

Beri Komentar