'Jangan Cuma Ojol, Angkutan Umum Lainnya Juga Perlu Perhatian'

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 15 April 2020 18:40
'Jangan Cuma Ojol, Angkutan Umum Lainnya Juga Perlu Perhatian'
Sektor transportasi turut terkena getah pandemi virus corona.

Dream – Pengamat transportasi menilai, pemerintah harus adil kepada semua pengemudi angkutan umum. Pengamat menyebut angkutan umum juga terdampak pandemi corona.

“ Profesi pengemudi ojek online atau daring bukanlah satu-satunya profesi pengemudi angkutan umum yang mengalami penurunan pendapatan di masa pandemi Covid-19,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat, Djoko Setijowarno, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 15 April 2020.

" Namun, perhatian pemerintah dan BUMN cukup berlebihan terhadap pengemudi ojek daring."

Djoko mengatakan, ojek online tidak termasuk angkutan umum. Hal itu, kata Djoko, berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Seyogianya pemerintah dan BUMN dapat bertindak adil terhadap seluruh profesi pengemudi angkutan umum.

“ Di masa terjadinya wabah Covid-19 ini nyaris semua sendi kehidupan, tak terkecuali bidang ekonomi terkena imbasnya. Tak terkecuali sektor transportasi,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Ini Angkutan Umum yang Dimaksud

Angkutan umum yang dimaksud adalah angkutan kota, taksi, ataupun bus-bus antar kota dalam provinsi, maupun angkutan kotan antar provinsi (AKAP). Begitu juga bus pariwisata, angkutan jempur antar provinsi, ataupun travel.

Bajaj, becak motor, bentor, ojek pangkalan, dan para pelaku usaha jasa angkutan barang logistik juga harus diperhatikan.

“ Pengemudi ojek daring masih punya peluang mendapatkan penghasilan dengan membawa barang. Sementara pengemudi angkutan umum lainnya tertutup peluang itu. Karena mobilitas orang berkurang dan moda yang digunakan dibatasi jumlah penumpangnya,” kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Soroti Promo Cashback untuk Ojek Online

Djoko juga menyoroti kebijakan PT Pertamina (Persero) yang memberikan promo cashback kepada pengemudi angkutan berbasis online, termasuk ojek online. Promo ini berupa cashback 50 persen untuk pembelian BBM non subsidi.

“ Seyogyanya pemerintah, sekalipun melalui BUMN, dalam mengambil kebijakan sektor transportasi harus berlaku adil, tidak memihak hanya kepada kelompok tertentu,” kata dia.

Padahal, lanjut Djoko, di balik operasional ojek online, ada perusahaan aplikasi yang sudah menyandang status unicorn dengan value triliunan rupiah.

“ Akan tetapi, mengapa para pengemudi ojek daring, yang notabene sebagai " mitra" kurang diperhatikan oleh pemilik aplikator tersebut. Bahkan, pemerintah memberikan sesuatu yang istimewa kepada mereka,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Pemerintah Siapkan BLT untuk Warung Sampai Driver Ojek Online

Dream – Pemerintah berencana membagikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) terkait dampak virus corona, Covid-19, agar daya beli masyarakat bisa meningat.

“ Kami menyiapkan bantuan sosial melalui BLT untuk meningkatkan daya beli kelompok terdampak,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, dalam live streaming konferensi pers di akun Youtube BNPB, Kamis 26 Maret 2020.

Ada tiga kelompok masyarakat yang akan mendapatkan dana BLT. Pertama, masyarakat dengan rumah tangga termiskin. Akan ada sekitar 15 juta rumah tangga yang akan mendapatkan dana ini. Datanya berasal dari program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai dari Kementerian Sosial.

 

© Dream

 

“ Ke dua, bantuan BLT untuk komunitas terdampak. Seperti yang kita tahu wabah Covid-19 ini yang paling terdampak adalah masyarakat perkotaan, terutama DKI Jakarta,” kata Susiwijono.

Untuk kelompok ini, pemerintah menyasar pekerja informal, seperti warung dan toko kecil serta pedagang pasar. Pemerintah juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan asosiasi pedagang pasar.

Ke tiga, pengemudi transportasi online, seperti ojek online. Pemerintah telah meminta data dari Gojek dan Grab untuk pengemudi yang terdampak. Pemerintah juga akan menyasar pekerja harian di mal dan pusat perbelanjaan.

“ Kami menghubungi APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) untuk mendata pekerja informal harian untuk mendapatkan BLT dalam rangka meningkatkan daya beli,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Dampak Corona, Jokowi: Tukang Ojek Bisa Tunda Cicil Motor Selama Setahun

Dream – Pemerintah akan melonggarkan cicilan bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperingan skema kredit bagi tukang ojek dan sopir taksi unuk memenuhi cicilan kendaraan.

Keringanan ini diberikan terkait dampak virus corona terhadap perekonomian, termasuk sumber penghasilan.

“ Saya telah mendengar adanya keluhan dari usaha-usaha mikro dan usaha kecil mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai dampak dari pandemi Covid-19,” tulis Jokowi di akun Instagramnya, @jokowi, Selasa 24 Maret 2020.

 

© Dream

 

Jokowi mengaku sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang kelonggaran kredit bagi pengusaha mikro dan kecil untuk kredit di bawah Rp10 miliar. Baik berupa pinjaman yang disalurkan perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.

“ Terhadap nasabah usaha mikro dan usaha kecil akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan juga penurunan bunga,” kata dia.

Kemudahan kredit ini juga berlaku bagi tukang ojek, sopir taksi, dan nelayan, yang sedang mengangsur kendaraan, baik itu mobil, motor, atau perahu. Jokowi meminta mereka tak perlu khawatir dengan cicilan.

“ Telah diberi kelonggaran berupa relaksasi pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun,” kata dia.

Beri Komentar