Tak Cuma Melumasi, Ini Fungsi Lain Oli Mesin

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 17 Oktober 2019 11:41
Tak Cuma Melumasi, Ini Fungsi Lain Oli Mesin
Oli mesin sering digunakan untuk melicinkan gesekan antar komponen.

Dream – Oli mesin selama ini lebih banyak diketahui berfungsi melumasi bagian dapur pacu kendaraan. Tapi tahukah Sahabat Dream jika ada fungsi lain dari cairan kental berwarna pekat ini.

Dikutip dari Federal Oil, Kamis 17 Oktober 2019, oli mesin yang berfungsi melumasi mesin berfungsi mendinginkan komponen mobil yang paling aktif bekerja ini. Oli akan meredam panas yang berlebihan yang dihasilkan oleh mesin.

Oli mesin juga bisa membantu membersihkan komponen. Pelumas memiliki zat aditif yang bisa membersihkan komponen di dalam mesin.

Fungsi oli mesin ketiga adalah menghaluskan suara mesin. Jika mesin motor bersuara kasar, kemungkinannya berasal dari oli yang sudah lama tidak diganti. Oli ini berperan sebagai peredam suara agar membuat mesin terdengar halus.

1 dari 5 halaman

Cegah Mesin Berkarat

Keempat, mencegah mesin berkarat. Oli memiliki aditif yang berfungsi sebagai anti karat yang efektif membantu mesin berbahan dasar logam.

Kemungkinan besar karat timbul karena bercampur dengan elemen lain. Saat mesin berkarat, kerjanya akan semakin terbebani.

Terakhir, Oil mesin berfungsi sebagai perapat. Selain melumasi, oli mesin merapatkan celah-celah antara silinder dan piston.

Ini akan membuat kemungkinan terjadinya kebocoran kompresi dan tekanan hasil pembakaran akan berkurang. 

2 dari 5 halaman

Tak Cukup Rutin Ganti, Aturan Isi Oli Mesin Ini Sering Dilupakan

Dream – Penggantian rutin oli mesin wajib dilakukan setiap pemilik kendaraan. Lalai melakukannya hingga membuta kering, bersiap-siap saja mengeluarkan biaya perbaikan yang sangat mahal.

Selain soal rutinitas, sayangnya masih banyak pemilik kendaraan yang lupa satu aturan penting saat mengganti oli mobil. 

Tahukah Sahabat Dream jika pengisian oli mobil juga harus memperhatikan ketepatan takaran.

 

 

Pengisian oli, baik kurang maupun berlebih, akan berakibat buruk kepada mesin. Ingat, setiap mesin memiliki kapasitas masing-masing. Bahkan, mesin yang punya kapasitas sama, tapi beda produksi, bisa punya takaran yang berbeda.

Makanya, pemilik kendaraan diminta untuk melihat stik penunjuk yang disediakan pada mesin kendaraan ketika mengisi oli.

Berikut ini adalah tiga efek pengisian oli yang terlalu banyak, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 20 September 2019.

3 dari 5 halaman

3 Bahaya Isi Oli Mesin Berlebih

Kualitas Oli Turun

Ketika terlalu banyak, oli mesin akan menggenani poros engkol. Akibatnya, oli tak bisa melunasi komponen mesin dengan baik dan gesekan antar komponen berlangsung secara kasar. Ha ini berpotensi merusak kualitas oli dan keausan komponen menjadi lebih cepat.

Langkah Piston Terhambat

Efek yang satu ini masih ada hubungannya dengan yang pertama. Biasanya, poros engkol tidak terendam oleh oli mesin. Gerakannya terbebas dari hambatan zat cair.

Saat poros engkol terendam oleh cairan oli, pekerjaan piston akan menjadi lebih berat. Jika itu terjadi, ada dua kemungkinan: putaran mesin jadi tidak maksimal atau bensin menjadi lebih boros.

 Mengganggu Kopling Basah

Di sepeda motor, transmisi manual (sport/bebek) dilengkapi dengan wet clutch atau kopling basah. Kopling ini bekerja maksimal saat terendam oli mesin. Kalau rendaman ini berlebih, kopling juga berpotensi slip.

Jika benar-benar tergenang, gesekan menjadi semakin besar dan imbasnya tenaga mesin kurang atau bensin juga semakin boros.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

4 dari 5 halaman

Tak Perlu Cemas Oli Baru Cepat Hitam

Dream – Baru beberapa hari mengganti oli, tiba-tiba berubah jadi hitam ketika diperiksa. Padahal, kamu membelinya di tempat tepercaya dan dijamin keasliannya.

Jangan buru-buru memvonis oli yang dibeli adalah palsu. Jangan pula cepat membongkar mesin. Yang ada, kamu malah boros.

Dikutip dari Otosia, Minggu 16 Juni 2019, kalau pelumas yang digunakan itu berkualitas baik, bisa jadi penyebab kerusakannya bukan pada sistem pelumasan. Oli punya fungsi membersihkan permukaan dinding silinder terhadap oksida, karbon, dan kerak-kerak yang ditimbulkan akibat proses pembakaran.

Selain melumasi, bantalan-bantalan, minyak pelumas juga bekerja membawa kotoran yang hinggap di dalamnya. Sebab fungsi pelumas untuk membersihkan, karena itu kualitas oli menjadi sangat penting.

Jadi tidak perlu dikhawatirkan kalau pelumas yang baru kamu gunakan cepat kotor. Pelumas mesin dalam kondisi demikian masih bisa dipakai, namun kamu juga harus memperhatikan tingkat kekentalannya.

Jika tidak berubah, tetap bisa digunakan. Jika berubah, sebaiknya diganti.

5 dari 5 halaman

Ganti Oli Kalau Terjadi Ini

Bagaimana jika oli mesin baru tersebut dikuras bersamaan dengan butiran-butiran halus yang bersinar atau mengkilap? Kalau di dalam oli, ditemui butiran-butiran halus mengkilap, itu tandanya pelumas harus diganti karena kualitasnya sudah buruk.

Serbuk halus yang keluar saat pelumas dikuras sebagai pertanda juga. Serbuk muncul akibat bantalan-bantalan dinding silinder dan bagian mesin-mesin yang lain telah aus.

Kalau ini muncul, alangkah baiknya kamu menggantinya dengan pelumas yang baru. Jika pelumas dalam kondisi demikian dipertahankan, bisa fatal akibatnya. Bagian-bagian yang terdapat dalam mesin akan mengalami kerusakan.

Bagaimana jika kondisi mesin masih baru? Jika ada beberapa komponen mesin yang diganti, oli dapat pula mengandung serbuk-serbuk logam. Hal itu terjadi lantaran adanya keausan dan penyesuaian bagian-bagian mesin satu sama lain.

Karena itu, umur penggantian oli dalam kondisi mesin atau komponen-komponen mesin yang baru diganti, maka pergantian pelumas bisa dilakukan dalam waktu singkat. Berbeda dengan kondisi mesin/komponen mesin yang sudah lama dipakai, umur pergantian pelumas pun juga bisa lama, sesuai kondisi mesin.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal