Rijbewijs, SIM Zaman Belanda yang Curi Perhatian Netizen

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 17 Desember 2019 12:41
Rijbewijs, SIM Zaman Belanda yang Curi Perhatian Netizen
Namanya bukan SIM dan tidak berbentuk kartu.

Dream - Sahabat Dream, pernahkah kamu mendengar kata " rebuwes" atau " rebewes" ? Kata ini jarang terdengar di kalangan anak zaman now.

Tapi, untuk kalangan kakek-nenek kita, kata ini cukup familiar. Ya, rebewes atau rebuwes ini adalah Surat Izin Mengemudi (SIM).

Istilah ini merupakan serapan dari bahasa Belanda, " rijbewijs" .  Rijbewijs merupakan SIM jadul ala zaman kolonial.

Dikutip dari akun Twitter @HoldenKlasik, Selasa 17 Desember 2019, rebewes ini berbentuk memanjang seperti surat dan memuat informasi pengemudi, seperti nama  dan tempat SIM ini diterbitkan.

Ditambah lagi, ada pas foto hitam putih yang distempel dengan instansi yang berwenang mengeluarkan rebewes.

 SIM jadul© Khidr Al-Zahrani



Yang menarik, SIM diisi dengan tulisan halus. Diketahui SIM ini diterbitkan pada 1922.

" Surat ijin mengemudi zaman kolonial mbah, tertera tahun 1922 yang lebih tau mohon tambahkan informasi mbah, ukurannya berapa? (misalnya)," cuit @HoldenKlasik.

 

1 dari 6 halaman

Rasa Penasaran Terbayar

Rasa penasaran warganet terjawab dengan unggahan ini. Dikatakan bahwa orang tua zaman dulu selalu menyebut SIM dengan rebuwes.

" Jadi ingat Bapak dulu sering menyebut kata rebuwes. Ternyata SIM," cuit @Yuni_Haryanto.

" Pantes bapak sama eyang selalu bilangnya... jangan lupa rebuwesnya ya," cuit @MustEkeph.

" Inilah kenapa SIM bentuknya kartu dinamakan surat dan KK bentuknya surat dinamakan kartu. Asal-usulnya tebulak," cuit @edwin_basuki.

" Ini tes apa nembak, Mbah?" cuit @I_P_U_N_G dalam bahasa Jawa.

" Nggak ngerti, Mbah. Tahoen 1922 embahku saja belum lahir," cuit @HoldenKlasik.

2 dari 6 halaman

e-Drive, Sistem Baru Ujian Praktik SIM

Dream - Metode ujian praktis SIM dalam bentuk elektronik (electronic driving system/e-Drive) akan meluncur beberapa saat lagi. Saat ini, e-Drives masih dalam persiapan dan fasilitasnya masih dilengkapi.

Metode uji praktik yang menjadi syarat Surat Izin Mengemudi (SIM) hadir secara elektronik atau electronic driving system (e-Drives), dipastikan akan meluncur dalam beberapa saat lagi.

“ Betul, e-Drives itu nanti baru akan diluncurkan itu 5 Desember nanti,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, di Jakarta, dikutip dari NTMC Polri, Rabu 3 Desember 2019.

 

 © Dream



Sekadar informasi, dengan sistem e-Drives, ujian praktik SIM tak lagi menggunakan penilaian manual, tetapi sistem komputerisasi.

Petugas lapangan yang sebelumnya berfungsi untuk mengawasi dan memberikan penilaian akan digantikan perannya oleh empat buah sensor.

Keempat sensor itu terdiri dari RFID (Radio Frequency Identification), passive infrared, vibration sensor, dan ultrasonic, yang memiliki masing-masing fungsi.

3 dari 6 halaman

Masing-masing Fungsi 4 Sensor

Sensor RFID akan ditempatkan pada kendaraan yang merupakan sistem identifikasi nirkabel. Alat ini memungkinkan untuk mengambil data tanpa harus bersentuhan, saat peserta melewati radar RFID, secara otomatis data akan tampil pada aplikasi ujian praktik SIM di ruang monitoring.

Passive infrared sendiri merupakan cahaya infra merah dan terpasan paga garis awal dan akhir. Fungsinya untuk mengetahui saat peserta memulai dan selesai pada masing-masing tahapan.


Vibration sensor diletakan dalam patok (kun) yang terpasang di samping lintasan untuk memantau getaran saat ada peserta yang menyenggol atau menabrak patok tersebut.

Ultrasonic yang merupakan pancaran gelombang suara dengan frekuensi tinggi 20 kilo Hertz, akan diletakan di ujian praktik tanjakan dan turun bagi pemohon SIM mobil.

Ketika mobil berhenti pada posisi menanjak atau turunan, sensor ini akan mengetahui posisi terakhir mobil. Jika terjadi reaksi mundur atau maju sebelum melanjutkan tanjakan atau turunan,  sensor akan mengirimkan sinyal ke ruang monitoring.

“ Dengan sistem ini, diharapkan pemohon SIM akan benar-benar mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, modern, dan terpercaya. Melalui e-Drive proses penilaian akan lebih transparan dan akuntabel,” kata Yusuf

4 dari 6 halaman

STNK Akan Berubah Bentuk Seperti SIM?

Dream – Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Refdi Andri, mengatakan, ada wacana mengubah bentuk Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari kertas menjadi seperti SIM.

" Baru kemarin dirapatkan. (Baru) mendengar masukan-masukan," ujar Refdi kepada Dream, Jumat 1 November 2019.

 © Dream

Dia mengatakan, perubahan itu masih dalam proses penghitungan nilai manfaat ketika bentuknya berubah. Refdi juga masih belum bisa menjelaskan secara teperinci bentuk STNK nantinya seperti apa.

“ Masih jauhlah itu. Masih dalam pembahasan apakah akan dipertahankan atau akan berubah atau akan modifikasi, masih dalam rumusan," kata Refdi.

5 dari 6 halaman

Prosedur Penguruan STNK

Dream – Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi barang wajib yang harus dibawa oleh pengendara kendaraan bermotor. Jika tak membawa dokumen ini saat akamu tertangkap dalam operasi razia, dipastikan kamu kena tilang.

Salah satu yang biasa dipakai pelaku tilang saat tertangkap polisi adalah SIM dan STNK kamu hilang. Berhasil loloskah? Tentu tidak. 

Seperti SIM, jika dokumen STNK hilang kamu harus melaporkan ke kepolisian.

Untuk mengurus STNK yang hilang, kamu harus mempersiapkan sederet dokumen yang harus dibawa. Dokumen-dokumen itu adalah KTP pemilik kendaraan yang asli dan fotokopi, fotokopi STNK yang hilang, serta Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopi.

Kemudian, kamu harus mengikuti prosedur-prosedur penguruan STNK yang hilang.

Dikutip dari NTMC Polri, Senin 16 September 2019 berikut urutannya mengurus STNK yang hilang.

6 dari 6 halaman

Begini Caranya

1. Cek Fisik kendaraan.

2. Fotokopi hasil cek fisiknya.

3. Mengisi Formulir Pendaftaran.

4. Mengurus Cek Blokir (Mengurus Surat Keterangan STNK Hilang dari Samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan.

5. Mengurus pembuatan STNK baru di loket BBN II. (Lampirkan semua persyaratan data dan Surat Keterangan Hilang dari Samsat).

6. Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. (Bila telah dibayar maka bebas biaya pajak).

7. Membayar Biaya Pembuatan STNK baru.

8. Pengambilan STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah).

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna