Viral STNK Disita karena Saldo E-toll Tak Cukup

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 21 Januari 2020 17:47
Viral STNK Disita karena Saldo E-toll Tak Cukup
Bahkan, pengemudi diminta membayar denda dengan jarak terjauh tol.

Dream - Kisah pengguna jalan tol yang kekurangan saldo e-toll berikut ini tengah menjadi viral. Karena saldonya kurang --menurut cerita yang viral itu, STNK pengguna tol tersebut disita oleh petugas Jasa Marga.

Cerita itu pertama kali diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama R Win. Namun unggahan itu kini telah dihapus. Cerita yang sama diunggah pula ke Facebook oleh akun Aditya Darma

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa sang pengendara melewati jalan Tol Waru Gunung. Saat hendak keluar dari tol, saldo uang elektronik tidak cukup.

Ketika turun dan diberikan pinjaman dari mobil belakang, petugas Jasa Marga menghentikan mobil pengendara dan mengambil STNK-nya.

Pengemudi ini diwajibkan membayar denda senilai jarak terjauh Tol Semarang-Surabaya.

Berikut ini adalah unggahannya:

“ Assalamualaikum wr wb.

selamat malam
maaf saya minta pencerahan nya.
kronologi adik sy lewat tol waru gunung.
masuk krian mojokerto arah surabaya turun gunung sari.
karena saldo etoll tidak cukup akhirnya turun dan di beri pinjaman dari mobil belakang
tp petugas jasa marga memberhentikan mobil adik sy
dan mengambil stnk mobil
selanjutnya di suruh bayar sebesar jarak tol terjauh yaitu semarang surabaya,
apakah bener aturan seperti ini menahan stnk dan membayar denda sperti foto di atas
terima kasih.”

FACEBOOK© FECEBOOK

Namun saat dikonfirmasi, Jasa Marga belum memberikan tanggapan.

1 dari 7 halaman

Jalan Tol Pertama Kalimantan Diresmikan, Jadi Akses ke Kawasan Inti Ibukota Baru

Dream - Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur. Salah satunya, pembangunan jalan tol pertama di Kalimantan: Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

“ Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan akhirnya terwujud juga. Sore ini, dari gerbang tol Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, saya meresmikan tiga seksi tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 58,7 kilometer,” tulis Jokowi di akun Instagram @jokowi, Rabu 18 Desember 2019.

 

© Dream

 

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menjelaskan, panjang total tol ini 99,3 kilometer dan terbagi menjadi lima seksi. Ada 3 seksi yang telah selesai dan dua lainnya ditargetkan rampung pada April 2020.

“ Jalan tol ini akan memangkas jauh waktu tempuh perjalanan di antara dua kota utama Kalimantan Timur, Balikpapan dan Samarinda, yang semula tiga jam melalui jalan biasa, menjadi sekitar satu jam saja,” kata dia.

Selain itu, lanjut Jokowi, jalan tol itu akan mendorong pengembangan kawasan-kawasan produksi kelapa sawit, batu bara, minyak bumi, dan gas alam, serta komoditas pertanian yang langsung terhubung dengan jalur distribusi.

“ Satu lagi, jalan tol Balikpapan-Samarinda akan mempercepat akses masuk ke kawasan inti ibu kota negara yang baru,” tulis dia.

      View this post on Instagram

Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan akhirnya terwujud juga. Sore ini, dari gerbang tol Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, saya meresmikan tiga seksi tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 58,7 kilometer. Panjang total jalan tol ini adalah 99,3 kilometer yang terbagi atas lima seksi. Tiga seksi telah rampung, dua seksi lainnya mudah-mudahan bisa selesai bulan April 2020. Jalan tol ini akan memangkas jauh waktu tempuh perjalanan di antara dua kota utama Kalimantan Timur, Balikpapan dan Samarinda, yang semula tiga jam melalui jalan biasa, menjadi sekitar satu jam saja. Selain itu, jalan tol ini akan mendorong pengembangan kawasan-kawasan produksi kelapa sawit, batu bara, minyak, gas, dan komoditas pertanian yang terhubung langsung dengan jalur distribusi. Satu lagi, jalan tol Balikpapan-Samarinda akan mempercepat akses masuk ke kawasan inti ibu kota negara yang baru.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on Dec 17, 2019 at 4:08am PST

2 dari 7 halaman

`Kado` Tahun Baru, Tarif Tol Cipali Naik per 3 Januari 2020

Dream – Kamu yang mudik akhir tahun menggunakan ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sebaiknya kembali sebelum tanggal 3 Januari 2020. Alasannya, pengelola salah satu ruas tol Trans Jawa ini akan menyesuaikan tarif tol Cipali mulai tanggal tersebut.

Kenaikan tarif ruas tol Cipali bervariasi antara Rp5.000 untuk kendaraan golongan satu hingga yang termahal Rp84 ribu untuk kendaraan berat (golongan IV). 

Penyesuaian tarif ini berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1219/KPTS/M/2019 tanggal 27 Desember 2019 tentang Penyesuaian Tarif Tol Pada Jalan Tol Cikopo-Palimanan.

Dikutip dari Merdeka.com yang melansir Liputan6.com, Senin 30 Desember 2019, tol ini dikelola oleh PT Lintas Marga Sedaya. Perusahaan itu kini punya brand name Astra Infra Toll Road Cikopo-Palimanan.

 

© Dream

 

“ ASTRA Tol Cikopo-Palimanan senantiasa berupaya meningkatkan layanan terbaik diberbagai bidang kepada seluruh pemangku kepentingan. BPJT telah memeriksa pemenuhan SPM di ruas tol kami dan dinyatakan SPM telah dipenuhi," kata Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya, Firdaus Azis, dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Firdaus menjelaskan tarif tol Cipali telah mengikuti aturan dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang JalanTol bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap 2 (dua) tahun sekali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi.

" Penyesuaian tarif kali ini berdasarkan dengan data inflasi kota Cirebon sebesar 4,93 persen," kata dia.

Tarif tol terjauh untuk asal dan tujuan perjalanan ruas tol Cipali pada sistem transaksi tertutup mengalami penyesuaian, rinciannya:

1. Golongan I menjadi Rp107.500 dari Rp102.000 (Naik Tp5.000)
2. Golongan II Rp177.000 dari Rp153.000 (naik Rp24 ribu)
3. Golongan III Rp177.000 dari Rp204.000 (Naik Rp27 ribu)
4. Golongan IV Rp222.000 dari Rp255,000 (Naik Rp33 ribu)
5. Golongan V Rp222.000 dari Rp306.000 (Naik Rp84 ribu)

3 dari 7 halaman

Tingkatkan Layanan Tol Cipali

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) harus memperhatikan 8 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan serta kebersihan lingkungan dan kelaikan Tempat Istirahat dan Pelayanan.

Guna memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan, pada tahun 2019 bersama dengan ASTRA Infra Solutions telah dilakukan peningkatan jalan yang disertai dengan pemasanganwire rope sepanjang 34 km dan pendalaman jalan di median sepanjang 55.7 km guna mencegah terjadinya crossing kendaraan ke arah yang berlawanan yang disebabkan pengendara mengantuk dan over speed.

Pemasangan guardrail telah terpasang sepanjang 10 km, yang juga dilakukan pemasangan rumble dot sepanjang 32.8 km dan terdapat 11 unit lampu strobo di titik rawan.

4 dari 7 halaman

Rest Area

Untuk menjaga kelancaran, keamanan dan kenyamanan dalam berkendara saat ini ASTRA Tol Cikopo-Palimanan memiliki 5 unit ambulans, 2 unit Rescue Truck, 12 unit kendaraan patroli, dengan 2 unit dilengkapi Variable Message Sign (VMS), 14 unit kendaraan Derek dan 9 unit patroli Jalan Raya (PJR).

Selain itu juga tersedia 2 unit VMS, 19 unit closed-circuit television (CCTV)dan 5 videotrone yang terpasang di ruas jalan, serta Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 1.133 titik lampu.

Selain itu dilakukan pemasangan 2 unit Weigh in Motion (WIM) alat deteksi kendaraan untuk mencegah terjadinya over load over dimensi di ruas tol Cikopo- Palimanan.

Bagi pengguna jalan ASTRA Tol Cikopo-Palimanan disediakan tempat istirahat di Tipe A ada di KM 102 dan KM 166 di lajur ke arah Cirebon, serta KM 101 dan KM 165 ke arah Jakarta.

Untuk Tipe B adadi KM 86 dan KM 130 arah ke Cirebon maupun ke Jakarta. Rest area tipe A dan B dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti toilet ramah difabel, masjid, pompa bensin, pengisian ulangsaldo uang elektronik, atau berbagai tawaran kuliner yang bersih dan sehat.

Disarankan bagi para pengguna jalan dapat memperhatikan hal-hal terkait keselamatan seperti mematuhi batas kecepatan dalam berkendara, memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan secara rutin memeriksa tekanan angin pada ban kendaraan selain itu dapat beristirahat setelah 4 jam perjalanan. Hal ini dapat mengurangi potensi kecelakaan.

5 dari 7 halaman

Viral Denda Dua Kali Tarif Tol Terjauh, Ini Penjelasan Jasa Marga

Dream – PT Jasa Marga (Persero) Tbk meluruskan pengakuan salah satu penggunanya yang mengaku dikenakan denda dua kali tarif tol terjauh pada jalan tol sistem tertutup. Perusahaan pelat merah ini menegaskan fakta yang terjadi di lapangan berbeda dengan pengakuan pengguna.

Dikutip dari keterangan tertulis Jasa Marga yang diterima Dream, Jumat 21 Juni 2019, Manager Operasi PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, Erfan Affandi, menjelaskan seorang pengguna jalan mengaku dikenakan denda sebanyak dua kali saat melintasi ruas tol Surabaya-Mojokerto.

Pengguna tersebut mengunakan uang elektronik yang berbeda di ruas jalan tol yang dilaluinya.

 

© Dream

 

Saat melakukan pengecekan di lapangan, Erfan menegaskan pengakuan pengguna tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

“ Kasus yang dialami pengguna jalan adalah tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk yang benar saat membayar tarif tol akibat dari penggunaan uang elektronik (UE) berbeda,” kata dia di Jakarta.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 2005, pengguna jalan wajib membayar dua kali tarif tol jarak terjauh di mana jarak terjauh Gerbang Tol (GT) Banyumanik sampai GT Warugunung, yakni Rp326 ribu. Jadi, pengguna jalan telah melanggar ketentuan tersebut dikenakan denda sebesar Rp652 ribu.

6 dari 7 halaman

Kalau Tap dengan Kartu yang Berbeda?

Erfan juga angkat bicara tentang kabar untuk menggunakan uang elektronik yang lain jika ada pengguna yang kehabisan saldo di salah satu kartu yang digunakan.

Dia mengatakan uang elektronik yang tidak ditempel di alat penghitung di gerbang perjalanan, takkan pernah bisa menyelesaikan transaksi pengguna jalan.

“ Uang elektronik yang ditap di awal berfungsi untuk menentukan besaran tarif pengguna jalan yang harus dibayarkan di pintu keluar,” kata dia.

7 dari 7 halaman

Lantas Apa Solusinya?

Erfan mengatakan, untuk mencari solusi masalah yang dihadapi pengguna jalan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 2005, Jasamarga Surabaya Mojokerto selaku operator Jalan Tol Surabaya-Mojokerto mengambil kebijakan untuk pengenaan denda tanpa asal gerbang masuk atau Asal Gerbang Salah (AGS).

PT JSM mengenakan tarif dari asal gerbang (Jombang)-Penompo sebesar Rp29 ribu secara tunai kepada pengguna jalan yang melanggar ketentuan tersebut.

Berdasarkan prosedur internal Jasa Marga, kehadiran patroli jalan raya dimaksudkan untuk menyaksikan jalannya proses pembayaran denda yang dilakukan oleh pengguna jalan kepada BUMN ini.

“ Melalui berbagai kesempatan pula, PT JSM juga selalu mengimbau kepada pengguna jalan pada saat masuk gerbang untuk memastikan kecukupan saldo serta menyediakan fasilitas topup tunai saldo UE di semua gerbang tol untuk mengantisipasi saldo kurang pengguna jalan,” kata dia.

Beri Komentar