Ternyata Helm Punya Masa Kedaluwarsa, Berapa Lama?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 13 Februari 2019 07:15
Ternyata Helm Punya Masa Kedaluwarsa, Berapa Lama?
Bahaya, nggak, ya, kalau pakai helm kedaluwarsa?

Dream – Sebagai negara dengan pertumbuhan kendaraan roda duanya terbanyak di dunia, Indonesia punya masalah serius tentang keamanan dan keselamatan berkendara. Banyak pengendara motor tak peduli pentingnya menggunakan helm.

Pengendara biasanya baru memakai helm manakala ada polisi bertugas atau sedang ada operasi lalu lintas.

Di samping isu keselamatan, tahukah Sahabat Dream jika helm juga punya fase kedaluwarsa.

Dikutip dari Otosia, Rabu 13 Februari 2019, setiap helm yang diproduksi, biasanya akan berusia 5 tahun sebelum masuk fase kedaluwarsa. Lalu, apa bahayanya kalau helm ini memasuki masa expired?

Technical Support dari DeRide Official Store, Irwansyah, menjelaskan kualitas helm yang sudah kedaluwarsa, akan menurun jika kamu mengalami benturan. Penurunan mutu ini akan menimbulkan risiko yang lebih besar bagi penggunanya.

“ Bahayanya kalo itu kalau pas kena benturan, khawatir tidak maksimal melindunginya,” kata Irwansyah di Jakarta.

1 dari 3 halaman

Ingat! Tak Cuma Motor, Helm Juga Perlu Dirawat

Dream – Helm menjadi “ kebutuhan pokok” bagi pengendara motor. Helm yang dipilih dan dirawat dengan benar, akan membuat pengendara sepeda motor merasa lebih nyaman ketika menggunakannya.

Perawatan helm perlu dilakukan agar helm bisa awet. Dengan begitu, secara otomatis, kamu bisa menghemat uang karena tak perlu membelinya kembali.

Dikutip dari Suzuki, Minggu 20 Januari 2019, merawat helm agar “ berumur panjang” ini sangat mudah. Kalau ada debu di helm, kamu bisa menyekanya terlebih dahulu. Kemudian, diberi cairan untuk membersihkan helm.

Kedua, mencucinya. Kondisi kepala orang berbeda-beda. Ini sangat berpengaruh terhadap cara menyikapinya. Ada orang yang terlalu berkeringat. Ada juga yang tidak.

Setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali, kamu bisa mencuci helm secara keseluruhan. Kalau keringat yang menempel di bagian dalam helm dibiarkan, itu akan menimbulkan banyak bakteri yang tentunya tak baik untuk kesehatan.

2 dari 3 halaman

Jangan Sembarangan Modifikasi Tali Helm, Bahaya Mengintai!

Dream – Helm berfungsi sebagai perangkat keselamatan dan pelindung kepala pengemudi motor. Sebagai pelindung kepala, helm tentu harus memiliki kualitas dan ketahanan helm yang terbaik.

Desain helm juga sudah dirancang dan dipikirkan sedemikian rupa oleh ahli untuk memberikan keamanan bagi pengendara ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.

Tapi, sayangnya tak sedikit pengendara motor yang kurang memahami proses uji dan desain helm tersebut.

Belakangan cukup banyak pengendara motor yang memodifikasi tali helm dari model quick release menjadi double d ring seperti helm-helm yang dipakai oleh para pembalap MotoGP.

Dikutip dari Suzuki, Sabtu 8 Desember 2018, ada satu alasan yang sering mereka utarakan kenapa mengganti tali model sesuai dengan keinginan tersebut. Mereka mengubahnya dari yang bertipe quick release ke double d ring. Alasannya, mereka hanya merasa bosan.

Padahal, pengendara motor harus tahu bahwa modifikasi di helm tersebut tidak diperbolehkan.

Mengapa?

3 dari 3 halaman

Ini Risikonya

Kalau diganti, pemakainya tidak tahu pasti bagaimana kualitas pengerjaan dan bahan yang dipakai untuk membuat tali helm tersebut. Ingat, bahan dari pabrikan punya kualitas yang sudah lulus tes.

Risiko putus bisa terjadi pada talinya atau rivetnya. Hal seperti itu biasanya sudah diperhitungkan dengan detail oleh pabrikan helm.

Ancaman lain yang harus dihadapi mereka yang mengganti tali helmnya adalah pengguna harus menanggung akibat sendiri dari keputusannya. Tanggung jawab terhadap kegagalan tersebut tidak bisa ditimpakan kepada produsen pembuat helm. Pengerjaan modifikasi yang dilakukan bukan atau tidak atas rekomendasi pabrikan.

Mengganti tali helm memang sangat mudah dan harga yang ditawarkan penjualnya pun terbilang terjangkau. Tapi kamu harus ingat bahwa fungsi tali helm tersebut sangat krusial untuk keamanan dan sangat disarankan untuk tidak menggantinya sembarangan.(Sah)

Beri Komentar