Waspada, Ini 3 Penyebab Utama Ban Pecah di Jalan Tol

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 7 November 2019 06:10
Waspada, Ini 3 Penyebab Utama Ban Pecah di Jalan Tol
Akibatnya bisa fatal.

Dream – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat 80 persen kecelakaan kendaraan di jalan raya diakibatkan oleh ban. Tekanan udara di bawah standar menyebabkan meningkatnya tekanan ban terhadap pelek.

“ Kalau kita berjalan di jalan tol bahwa tekanan ban kurang itu akibatnya sangat fatal begitu kita ke jalan tol kendaraan kita cukup kencang,” kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 6 November 2019.

Secara umum, kecelakaan pecah ban di jalan tol disebabkan karena tiga hal utama, yaitu tekanan angin ban yang tidak sesuai ukurannya, serta ban benjol akibat kena lubang sehingga menurunkan kekuatan ban, dan menggunakan ban gundul.

Jika kelebihan tekanan, akan berisiko pada kondisi sulit terkendali jika kecepatan tinggi dan mudah selip. Apabila kekurangan tekanan akan berdampak pda pemborosan BBM dan yang terburuk adalah berpotensi pecah ban.

Ban dengan tekanan udara yang kurang berpotensi menimbulkan pecah ban dan timbul kecelakaan saat berkendara. " Kalau ban belakang pecah bahaya karena mobil enggak bisa dikendalikan," kata dia.

Soerjanto menegaskan masyarakat terutama penggunaan kendaraan harus memperhatikan dengan betul kondisi ban sebelum berkendara. Ban harus memiliki tekanan udara sesuai standar pabriknya.

1 dari 3 halaman

Agar Tak Terjadi Kecelakaan, Lakukan Ini Saat Mobil Pecah Ban

Dream – Tak dapat dipungkiri, pecah ban menjadi salah satu biang kerok kecelakaan mobil. Malah, pengemudi yang tancap gas saat ban pecah justru memperparah keadaan.

“ Mobil susah dikontrol dan berpotensi terguling atau terbalik,” kata praktisi keselamatan berkendara Safety Defensive Consultant Indonesia, Sonny Susmana, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 23 Oktober 2019.

Sonny mengatakan bahwa pecah ban terjadi karena roda kurang angin dan kondisinya tidak layak pakai.

 

 © Dream

 

Sebenarnya, kata dia, potensi kecelakaan karena pecah ban bisa ditekan. Syaratnya, pengemudi harus bisa menjaga kecepatan mobil di bawah 55 km per jam.

Sekadar informasi, acara ini dihadiri oleh 60 peserta dari 17 klub mobil Daihatsu di Tangerang, Pamulang, Banten, dan sekitarnya. Pelatihan yang dibuka oleh Customer Satisfaction and Value Chain Division Head Daihatsu, Yasuharu Shimizu, turut mengajarkan teknik pengereman, fokus berkendara, dan pengambilan keputusan di tengah kondisi yang kurang menguntungkan di jalan raya.

2 dari 3 halaman

Cara Kendalikan Mobil yang Tiba-Tiba Pecah Ban di Jalan

Dream - Ada banyak faktor yang berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan raya. Salah satunya adalah ban pecah.

Dikutip dari Achilles Radial, Selasa 26 Februari 2019, ada tiga hal yang menyebabkan ban pecah. Ketiganya adalah mobil kelebihan muatan, tekanan udara yang kurang di dalam mobil, dan jalan berlubang.

Ban pecah di jalan acapkali terjadi saat pengemudi menyetir mobil dalam kecepatan tinggi.

Ketika ban pecah, biasanya, mobil langsung oleng. Jika tak ditangani dengan segera dan tepat, pecahnya ban bisa berujung kecelakaan.

Ada lima pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika ban pecah di jalan.

 

 © Dream

 

Pertama, jangan panik. Suara ban pecah memang sangat buruk. Tapi itu tidak berarti kamu kehilangan kendali.

Tetaplah mengendarai dengan tenang dan kuasai mobilmu. Penyebab mobil tak bisa dikuasai dengan baik adalah pengemudi yang tak bisa mengatur emosinya.

Ke dua, injak pedal gas. Mungkin terdengar aneh ketika ada saran harus menginjak gas ketika ban pecah.

Pedal gas ini akan membuat momentum mobilmu tetap stabil. Perlu diingat, kamu harus menginjak pedal rem secara perlahan.

Kamu jangan menginjak pedal rem. Ini akan membuat ban mobil berhenti berputar.

3 dari 3 halaman

Setir Tetap Gerak Maju

Ke tiga, buat setir tetap maju ke depan. Kamu harus membuat setir mobil berada di posisi jam 10 dan jam 02.00.

Jangan membuat belokan mendadak. Ini akan membuat mobilmu berputar dan berbalik.

Ke empat, angkat kaki perlahan dari gas. Setelah menyeimbangkan mobil, angkat kaki pelan-pelan dari pedal gas. Mobilmu kini menuju ke titik aman. Jangan terburu-buru menginjak rem dan berhenti ketika kamu lepas kendali.

Ke lima, setir perlahan menuju sisi jalan. Setelah mengemudi dengan kecepatan 30-50 km per jam, kamu bisa menuju ke sisi jalan.

Selamat. Kamu bisa mencegah kecelakaan menimpa dirimu dan mobil.

Ingat jangan pernah berhenti di tengah jalan meskipun sudah menyalakan lampu darurat dan meletakkan Emergency Triangle Sign. Keduanya ini merupakan alternatif sementara dan bukanlah solusi yang aman 100 persen. 

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya