3 Komunitas Indonesia Gabung Community Accelerator Facebook

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Jumat, 11 September 2020 08:13
3 Komunitas Indonesia Gabung Community Accelerator Facebook
Total dana sebesar 3 juta dolar AS akan diberikan kepada peserta program.

Dream - Facebook berinvestasi melalui program dan fitur baru untuk mendukung para pemimpin komunitas, melalui progam Community Accelerator.

Program ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan informasi untuk membantu terhubung dengan orang lain dengan minat sama.

Pelatihan selama enam bulan ini ditawarkan untuk membangun komunitas, bimbingan langsung dan pendanaan untuk komunitas mengembangkan jaringan dan menjangkau lebih banyak orang. Total dana sebesar 3 juta dolar AS akan diberikan kepada peserta program.

Facebook© Dream.co.id/ Ferdike Yunuri Nadya

" Kami sangat bersemangat dalam menyambut 3 pemimpin komunitas Indonesia di program Community Accelerator ini. Kami telah melihat kekuatan komunitas dalam membawa orang dan dunia menjadi lebih dekat dan menemukan interaksi yang bermakna,” kata Grace Clapham, Kepala Kemitraan Komunitas untuk Asia Pasifik di Facebook dalam webinar Kamis, 10 September 2020.

Dari 13 komunitas yang terpilih, tiga di antaranya berasal dari Indonesia, yakni MotherHope Indonesia, Indonesia Babywearers, dan Social Connect. Yuk kenalan dengan tiga komunitas ini!

1 dari 3 halaman

MotherHope Indonesia

MotherHope Indonesia (MHI) merupakan komunitas yang dibentuk untuk memberikan dukungan psikologis kepada ibu dan keluarganya, yang mengalami baby blues syndrome, depresi pasca melahirkan, dan gangguan mood lainnya.

Saat ini ada 34,700 anggota di Facebook Group MHI, sebagian besar berdomisili di Pulau Jawa dan Kalimantan. Dari segi usia, anggota MHI didominasi oleh kelompok usia 25-35 tahun.

Facebook© Dream.co.id/ Ferdike Yunuri Nadya

Melalui grup ini, anggota saling berbagi tentang cara meningkatkan kekuatan mental keluarga, mengatasi konflik antar anggota keluarga, dan cara menghadapi depresi dan kecemasan.

Komunitas juga memberikan edukasi tentang cara merawat kesehatan jiwa melalui asupan makanan yang sehat, olahraga dan meditasi, hingga konsultasi dengan psikiater/psikolog jika dibutuhkan.

Melalui program ini, saya berharap dapat memperoleh sumber daya yang lebih mumpuni untuk mengembangkan komunitas dan menjangkau lebih banyak keluarga,” kata Nur Yana Yirah, pemimpin MotherHope Indonesia dalam webinar bersama Facebook pada Kamis, 10 September 2020.

2 dari 3 halaman

Indonesian Babywearers

Tersebar di kota-kota Indonesia, komunitas Indonesian Babywearers adalah komunitas yang memperkenalkan cara menggendong anak yang aman, nyaman, dan benar.

Di dalam komunitas ini, selain berbagi ilmu dan teknik cara menggendong anak yang benar sesuai kebutuhan dan usianya, anggota juga berbagi banyak pengetahuan seputar manajemen rumah tangga dan topik seputar tumbuh kembang anak.

Facebook© Dream.co.id/ Ferdike Yunuri Nadya

Saat ini ada sekitar 108.000 anggota di Facebook Group Indonesian Babywearers, yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, Cimahi, dan Batam.

Di setiap kota juga terdapat komunitas lokal yang lebih kecil dan secara rutin mengadakan pertemuan bulanan (sebelum pandemi), dalam bentuk seminar ataupun workshop.

“ Saat ini kami memiliki 3 program yang ingin kami kembangkan di bidang pendidikan, ekonomi, dan ekspansi komunitas. Untuk mewujudkan hal ini, kami membutuhkan dukungan dan sumber daya. Karena itulah saya mencoba mengikuti program Community Accelerator dari Facebook ini." kata Yohana
Habsari, pemimpin Indonesian Babywearers.

3 dari 3 halaman

Social Connect

Social Connect adalah komunitas yang menjadi ruang yang nyaman bagi anggotanya untuk saling berbagi cerita mengenai pengalaman dan isu kesehatan mental.

Selain saling berbagi dan berdiskusi sesama anggota, komunitas ini juga membentuk support group, teman cerita, dan menggalakkan beberapa kampanye publik dengan topik-topik seputar kesehatan mental dan jiwa.

Facebook© Shutterstock

Social Connect kini memiliki 10,000 anggota dan 100 relawan tetap. Komunitas ini juga memiliki beberapa anggota dengan latar belakang psikolog. Dari segi demografi, lebih dari 60% anggota berusia 18-24 tahun dan didominasi oleh perempuan (70%).

" Yang membedakan program ini dengan yang lainnya adalah para mentor memandu saya untuk mampu mengeksplorasi lebih jauh tentang visi dan misi komunitas ini. Mereka memberikan arahan tentang hal apa yang saya perlu siapkan untuk terus dapat mengembangkan komunitas,” kata Sepri Andi, pemimpin Social Connect.

Beri Komentar