4 Kiat Kembalikan Semangat Makan Si Kecil

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 4 September 2018 06:46
4 Kiat Kembalikan Semangat Makan Si Kecil
Kamu sering mengalami hal seperti ini?

Dream - Mendapati anak susah makan atau selera makannya menurun, rasanya sedih dan nggak jarang orang tua dilanda kebingungan untuk mengembalikan semangat makan si kecil.

Jika hal ini kerap terjadi, pertumbuhan serta perkembangan buah hati juga makin terhambat ketika nafsu akan menurun.

Sahabat Dream pernah mengalami problem seperti ini?

 shutterstock© dream.co.id

Ada beberapa kondisi yang bikin anak jadi kurang nafsu dengan pilihan makanan.

- Menu yang monoton
- Kurang inovasi dalam mengolah suatu menurun
- Tidak ada teman makan bersama

Meski mereka beralasan belum atau tidak lapar, sebagai orang tua juga harus memahami bahwa kebutuhan asupan dan kondisi tubuh tidak bisa disamakan dengan orang dewasa.

Namun jika anak-anak tetap punya sejuta alasan untuk tidak menyambut antusias makanan Sahabat Dream di meja, kamu perlu lakukan beberapa cara seperti yang dilakukan blogger hijab Dewi Nadzifah.

Pernah mengalami di mana sang anak susah makan bahkan tidak mau menghabiskan makanannya, Dewi pun melakukan:

1. Mengundang anak lain untuk makan bersama
2. Menyuapi anak makan sambil bermain
3. Biarkan jika anak mau makan sendiri
4. Beri kebebasan memilih menu makanan

Bukan sekadar agar anak doyan makan, Dewi punya alasan sendiri untuk melakukan keempat poin di atas. Apa saja alasannya? Baca lengkapnya di sini, ya!

Kirimkan cerita/tips parenting kamu ke komunitas.dream@kly.iddengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

(ism)

1 dari 3 halaman

Anes Anisa: Tips Ajarkan 'Toilet Training' ke Buah Hati

Dream - Salah satu pengeluaran terbesar ketika memiliki batita alias bayi di bawah tiga tahun adalah ketika membeli diaper.

Walau penting untuk menjaga si kecil dari buang air kecil maupun besar sembarangan, kalau terlalu sering menggunakan diaper dapat memberi efek buruk pada kulit bayi. Sejumlah efek bisa muncul, seperti:

  • Alergi
  • Infeksi jamur
  • Ruam popok
  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Infeksi saluran kemih

Lalu bagaimana untuk mengantisipasi semua itu? Yuk ajarkan si kecil toilet training(TT) secara dini seperti yang dilakukan blogger hijab Anes Anisa.

Berawal dari obsesi melepas diaper saat sang buah hati berusia dua tahun, hijaber Jakarta ini nekat mengajari anaknya, Riyadh, untuk pipis atau poop di toilet.

Meski menjalani TT cukup menyita waktu, tenaga, pikiran, serta kesabaran, asalkan niat itu bulat harus tetap dilakukan.

  shutterstock© dream.co.id

" Kalau di tengah-tengah acara main menimbulkan gelagat mau poop, segera bawa ke kamar mandi. Sekali dua kali nggak akan keluar memang saat anak berada di toilet. Tapi ajarin saja terus. Sounding terus. Sounding is the key," kata Anes.

Berhenti di situ saja? Tentu tidak. Berikut beberapa tips yang perlu Sahabat Dreamterapkan dalam ajarkan TT pada si kecil menurut Anes di sini.

2 dari 3 halaman

Alfika Dinar: Nggak Pakai ART? Bukan Masalah Berat Tuh

Dream - Jika ditanya hal paling membuat pusing ibu rumah tangga pasti dua hal ini menjadi jawabannya. Pertama harga Sembako yang makin mahal dan tidak kembalinya para Asisten Rumah Rangga (ART) atau pengasuh sehabis mudik Lebaran. 

Peran ART untuk para ibu-ibu di perkotaan memang sangat penting. Apalagi jika ayah dan ibu bekerja. Sebagian urusan rumah tangga biasanya diserahkan pada para ART. 

Ketidakhadiran ART atau pengasuh bayi yang sehari-hari membantu kita di rumah atau menjaga buah hati bisa bikin seorang ibu bekerj menjadi stres. Apalagi jika tempat tinggal jauh dari orang tua. 

 http://www.hotelroomsearch.net© dream.co.id

Foto: Housemaid/Hotelroomsearch.net

Pikiran seperti " Siapa nanti yang akan menjaga dan mengurusi si kecil di rumah selama aku kerja?" terus terngiang di kepala. Para ibu yang sedang hamil juga jadi memikirkan nasibnya jika cuti melahirkan habis.

 fmfmaids.com© dream.co.id

Foto: Babysitter/fmfmaids.com

Sahabat Dream pernah berada di posisi ini?

Hal yang sama juga pernah dirasakan blogger hijab Alfika Dinar Putri yang juga berprofesi dokter gigi.

Sempat gonta-ganti ART karena hanya bertahan dalam hitungan bulan, Alfika akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa ART sekaligus pengasuh bayi.

" Biarkan hidup mengalir apa adanya," curhatnya di Alfikadinar.wordpress.com.

Meski terasa berat dan lelah menyelesaikan pekerjaan rumah plus memenuhi kebutuhan bayi yang baru saja lahir, Alfika merasa mendapat keuntungan lebih banyak dengan tidak menggukan ART atau pengasuh bayi.

" Untungnya, kerjaan aku cukup fleksibel, jadi tetap bisa praktek satu-dua shift aja di weekend, si kecil biar main sama kakek dan neneknya. Seenggaknya ilmu yang sudah aku dapat dengan drama dan air mata bisa bermanfaat dan sedikit mengisi rekening, he..he.," katanya.

Lalu apa saja manfaat tidak menggunakan ART atau pengasuh bayi menurut Alfika?

Yuk intip lengkapnya di sini.

3 dari 3 halaman

Myra Anastasia: Saat Anak Lomba, Orangtua Jangan Lakukan Ini

Dream - Mengikutsertakan buah hati ke dalam perlombaan merupakan cara orangtua mempersilakan si anak untuk unjuk gigi.

Sejauh mana para buah hati merasa tertantang pada suatu hal dan berusaha untuk menyelesaikannya.

Juara utama adalah harapan seluruh peserta suatu kompetisi. Tapi balik lagi, namanya perlombaan pasti ada yang menang dan juga kalah.

Sebagai orangtua, blogger hijab Myra Anastasia, selalu memberi dukungan kepada dua buah hatinya setiap kali ikut kompetisi.

Dukungan yang ia berikan berupa:

1. Menyemangati saat latihan
2. Menemani saat kompetisi tiba bila memungkinkan
3. Tetap berikan semangat apapun hasilnya

 shutterstock© dream.co.id

Foto: Ilustrasi/Shutterstock

Sepanjang mendukung para buah hatinya ikut kompetisi, tak jarang ia melihat para orangtua peserta lain menurutnya kurang mendidik.

Perkara ingin anaknya mendapatkan juara namun cara yang dilakukan justru kurang pantas dicontoh.

Berikut sikap-sikap orang tua yang menyebalkan berdasarkan pengalaman Myra:

1. Memalsukan data peserta
2. Mengatur anak
3. Menyalahkan juri atau peserta lain

" Setiap orangtua memang ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Tapi, pikirkan lagi tentang maksud tersebut," kata Myra.

Baca penjelasan lengkap Myra soal tiga poin tersebut di sini.

Beri Komentar