Cerita Si 'MC Autodidak' Ainindya Saskhita yang Inspiratif

Reporter :
Kamis, 17 September 2020 06:16
Cerita Si 'MC Autodidak' Ainindya Saskhita yang Inspiratif
Kamu hobi MC juga?

Dream - Pekerjaan sebagai Master of Ceremony (MC) sangat diperlukan untuk sebuah acara. Bertugas sebagai pemimpin dalam jalannya acara, MC tentu memiliki banyak keahlian khusus.

Mulai dari public speaking yang baik hingga tetap berusaha stabil ketika mengalami suatu gangguan.

Ainindya Saskhita, seleb hijab yang juga sering wara-wari di banyak acara sebagai MC membagikan ragam tips untuk mengatasi hal itu.

Di #NgobrasDream Rabu, 16 September 2020, Anin sapaan akrabnya membeberkan kisah dirinya yang nyemplung ke dunia MC.

1 dari 5 halaman

Ada bakat 'ngoceh'

Ainindya Saskhita© KLY

Hijaber asal Gresik, Jawa Timur ini mengaku bahwa keahliannya dalam MC ia dapatkan secara otodidak. Bakat 'ngoceh' yang dimilikinya sejak kecil membawa Anin terjun ke dunia MC tanpa mengikuti sekolah atau kursus public speaking secara formal.

" Waktu itu mau ikut les, tapi karena bentrok dengan waktu kerja, eh nggak jadi," katanya. Meski demikian, Anin pun tak bosan untuk terus belajar dari banyak sumber, salah satunya media sosial.

“ Semangat terus, dan jangan gampang puas tiap hari sampai kapanpun terus belajar, jangan takut untuk gagal," jelas Anin.

2 dari 5 halaman

Air putih hangat sahabat setia

" Introspeksi diri, kayak misalnya kalian abis nge-MC lihat apa yang kurangnya, apa yang harus diperbaiki. Nambah relasi juga untuk nambah knowledge tentang detailnya karena pengalaman setiap orang 'kan beda-beda,” tutur selebhijab yang kini memiliki followers lebih dari 20 ribu di laman Instagramnya.

Ingin tahu tips dan trik Anin lebih lengkap termasuk perbanyak minum air putih hangat untuk bisa tampil maksimal saat nge-MC?

Langsung saja kepoin Instagram @dreamcoid dan lihat siaran ulang Ngobras “ Kisah MC Autodidak” di IGTV Dream.

      View this post on Instagram      

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on Sep 15, 2020 at 11:07pm PDT

 

Laporan: Shania Suha Marwan

3 dari 5 halaman

Kisah Bocah Aldi Hidup Berprestasi Meski Tinggal Tanpa Sanak Famili

Dream - Usia Aldi baru 11 tahun. Masih masuk kategori anak-anak. Kehidupannya tidak seberuntung anak-anak lainnya. Aldi sudah tak punya orangtua apalagi keluarga yang menaungi.

Kondisi tersebut tak membuat Aldi menyerah. Dia tetap menunjukan tekad besar dalam dirinya dengan memilih berprestasi di sekolahnya meski hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Ketika berusia 6 tahun, Aldi ditinggal sang ibu selamanya karena kecelakaan di sungai. Dia lalu tinggal bersama neneknya.

Sayangnya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sang nenek dipanggil Yang Maha Kuasa. Kini Aldi hidup seorang diri tanpa sanak keluarga di dekatnya. 

4 dari 5 halaman

Memilih Hidup di Pesantren

Bocah itu memutuskan pindah ke Pondok Pesantren Pahasabi di Kampung Leuwicatang, Desa Barengkong, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Menimba ilmu dan pengalaman hidup di sana.

Aldi tak mau berlama-lama meratapi nasib. Dia pun bangkit dengan prestasi di sekolah.

Kegigihan Aldi memberikan inspirasi kepada banyak orang. Bocah bersemangat ini menjadi salah satu penerima manfaat program " Kado untuk Anak Yatim" persembahan Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa.

Kado Untuk Aldi

Kado untuk Aldi diserahkan langsung oleh Shafira Umm, publik figur yang didaulat sebagai Super Volunteer Dompet Dhuafa. Shafira juga membagikan banyak kado untuk para anak yatim di Kampung Leuwicatang.

" Aku senang sekali, seperti merasakan senangnya si penerima manfaat. Terbayang sewaktu aku kecil ketika menerima kado, apalagi mereka. Semoga bermanfaat," kata Shafira.

Aldi pun menerima kado tersebut dengan senyum merekah. Shafira bercerita Aldi memang ingin tinggal dan mengaji di Pondok Pesantren Pahasabi dan bercita-cita menjadi pendakwah.

5 dari 5 halaman

Program Untuk Anak Yatim

Koordinator Program Kado untuk Anak Yatim LPM Dompet Dhuafa, Mustakki, mengatakan pihaknya menargetkan 1.000 anak yatim menerima manfaat dari program ini.

" Insya Allah, kami menargetkan sebanyak 1.000 anak yatim piatu menerima kado spesial ini dan tersebar di 10 titik di wilayah Jabodetabek," ucap Mustakki.

Sumber: Liputan6.com/Reza

Beri Komentar