Beda Job dan Karir

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 19 September 2018 15:13
Beda Job dan Karir
Buat kamu yang baru lulus pendidikan sekolah atau kuliah dan ingin terjun di dunia kerja, wajib baca cerita Vindri Prachmitasari.

Dream - Saat sekolah dulu, pasti di antara Sahabat Dream penasaran dengan orang yang sudah bekerja. Ini karena mereka yang bekerja sudah memiliki penghasilan sendiri dan mampu berkarya sesuai dengan apa yang dinginkan.

Benar? Lalu bagaimana ketika sudah berkecimpung di industri pekerjaan?

Buat para fresh jobber biasanya penghasilan tak jadi perhitungan, pengalaman dan proses kerja jadi incaran pertama agar tahu bagaimana meraih cita-cita.

Hal ini juga dialami blogger Vindri Prachmitasari. Ketika dirinya duduk di bangku SMA, ia pernah membuat tugas career plan yang berisikan rencana-rencana di masa depannya.

shutterstock© dream.co.id

Mulai dari merencanakan kuliah di mana, kerja apa dan berapa lama, sampai cita-cita yang ingin diraihnya.

Namun setelah ia mengenyam industri pekerjaan ia pun bergeming, " Waktu masih awal-awal masuk kerja, kayaknya saya belum kepikiran sejauh ini."

Dua tahun terjun di dunia kerja, Vindri bisa dibilang mampu mengejar impiannya dalam pekerjaan yang sekarang ia jalani.

shutterstock© dream.co.id

Di situs pribadinya, Vindri mencurahkan bagaimana dia membangun karirnya di usia muda. Tapi sebelumnya, Vindri tegaskan kalau job dan karir yang ramai digunakan para pekerjaan adalah dua istilah yang memiliki arti berbeda.

Keduanya bisa jalan beriringan asalkan ada keinginan. Jika tidak, impian hanya menjadi impian.

Lalu apa sih yang dimaksud job dan karir itu? Bagaimana harus mencapai keduanya? Yuk baca cerita Vindri lengkapnya di sini.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by vindri prachmitasari atmadja (@veendoorie) on

Kirimkan cerita inspiratif kamu ke komunitas.dream@kly.iddengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

(ism)

1 dari 2 halaman

Cetak Wirausahawan Muda Pertanian

Dream - Dalam upaya mempercepat pembangunan pertanian berbasis teknologidan generasi muda pertanian yang unggul dan inovatif, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan terobosan baru.

Mereka meluncurkan transformasi lembaga pendidikan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Langkah ini didukung PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) dengan penandatanganan nota kesepahaman di Polbangtan Bogor, Selasa 19 September 2018.

" Transformasi Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan, terutama mencetak generasi muda pertanian yang inovatif,” ujar Amran Sulaiman, Menteri Pertanian dalam keterangan tertulis.

Amran berharap inovasi dan teknologi dapat dikembangkan di Politeknik ini, karena tanpa teknologi tidak mungkin pertanian Indonesia dapat bersaing.

Jalinan kerja sama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Japfa dalam mendorong penguatan program vokasi guna membentuk individu untuk siap berada di lapangan pekerjaan.

Pendidikan vokasi ini juga dapat meningkatkan kualitas penelitian, mengingat bahwa civitas akademika akan terjun langsung dalam melihat praktik pengolahan pakan.

Penandatanganan yang digelar Polbangtan dengan beberapa industri agribisnis lainnya, juga merupakan simbolisasi peluncuran 6 dari 10 Polbangtan yang tersebar di Indonesia; Medan, Gowa, Manokwari, Malang, Yogyakarta Magelang, dan Bogor, dimana peminatnya meningkat pesat hingga 13.200 orang.

”Bukan kali pertama bagi Japfa menjalin kerja sama dengan instansi pendidikan. Sejak 2017, kami telah membuka akses untuk pendidikan vokasi di empat lokasi yang menyasar pada pendidikan SMK,” tutur Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs Japfa.

Dengan tersebarnya unit Japfa di Indonesia, JAPFA akan ikut mendukung mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan akses dan kesempatan memiliki pengalaman kerja praktik sebelum terjun ke dunia industri. Sampai saat ini setidaknya lebih dari 30 SMK telah terpapar oleh program vokasi Japfa.

Rachmat melanjutkan, lebih dari 500 siswa SMK telah mendapatkan kesempatan turun langsung ke dalam praktik pengolahan pakan ternak Japfa, dimana mereka belajar mengenai industri pakan sesuai dengan kurikulum dan modul pembelajaran yang telah diselaraskan.

Sebagai negara agraris, Indonesia butuh lebih banyak pelaksana pertanian, bukan hanya arsitek bidang pertanian.

2 dari 2 halaman

Tips Ibu Pekerja Agar Pintar Bagi Waktu Reporter : Dwi Rat

Dream - Memilih untuk jadi ibu pekerja bukanlah hal yang salah, asalkan kamu mengatur waktu dengan baik.

Sebab sebagai seorang ibu, tak cuma mengelola kebutuhan rumah tangga saja, Sahabat Dream juga diwajibkan untuk mengurusi perlengkapan suami dan buah hati ketika berkegiatan.

Belum lagi deadline kerjaan di kantor yang juga menanti kehadiranmu. Jangan sampai kerjaan menyita waktumu untuk bonding bareng keluarga tercinta.

Meski pekerjaan di kantor juga penting buat ibu rumah tangga karena dapat membantu menopang keperluan keluarga, tapi Sahabat Dream perlu luangkan waktu-waktu khusus agar komunikasi dengan suami dan si kecil tetap harmonis.

shutterstock© dream.co.id

Lalu apa saja sih yang bisa kita luangkan untuk keluarga di tengah padatnya aktivitas pekerjaan?

shutterstock© dream.co.id

Blogger hijab Ummi Nadliroh punya deretannya. Hijaber Pati, Jawa Tengah yang juga berprofesi sebagai ibu pekerja dari tiga anak ini pun selalu mencoba ragam kegiatan agar bonding dengan keluarga tetap berjalan baik.

1. Sarapan bersama
2. Sholat berjamaah
3. Menemani si kecil belajar
4. Jelang tidur, adakan sesi cerita
5. Maksimalkan hari libur dengan keluarga

Kelima trik itu Ummi jelaskan lengkap alasannya di sini. Sahabat Dream bisa sontek lho!

Beri Komentar