Jaga Hutan Indonesia dengan Berlari

Reporter : Elvira F Saudi
Senin, 1 Juli 2019 13:48
Jaga Hutan Indonesia dengan Berlari
Untuk mengadopsi satu pohon di hutan Indonesia, para pelari diwajibkan berlari sejauh lima kilometer.

Dream - Sukses menggelar dua kali perhelatan fun run di tahun 2016 dan 2017 lalu, Hutan Itu Indonesia (HII) kembali menggelar 'Kulari ke Hutan' pada Minggu, 30 Juni 2019 di Pintu 4 Gelora Bung Karno, Jakarta.

HII merupakan gerakan terbuka yang percaya akan kekuatan pesan-pesan positif untuk meningkatkan kesadaran pentingnya hutan Indonesia dan berkontribusi untuk melindungi hutan Indonesia.

'Kulari ke Hutan' mengajak pelari enthusiast maupun non-pelari, tua maupun muda untuk berkontribusi langsung menjaga hutan Indonesia dengan cara mudah, yaitu berlari.

Untuk mengadopsi satu pohon di hutan Indonesia, para pelari diwajibkan berlari sejauh lima kilometer. Dalam acara kemarin, sebanyak 619 pelari gabungan dari kategori umum dan anak-anak berhasil mengadopsi 1.171 pohon.

Sekadar informasi, adopsi pohon artinya mendonasikan sejumlah dana untuk penjagaan pohon yang sudah tumbuh puluhan hingga ratusan tahun di hutan.

 HII

Dalam pelaksanaannya, program adopsi pohon melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dalam proses, perawatan, dan pelestarian pohon tersebut.

Duta Besar Amerika Serikat Joseph R. Donovan turut hadir memberikan dukungan pada acara ini.

“ Menurut saya penting sekali meningkatkan awareness dan kecintaan kepadahutan, ini acara yang bagus sekali dan saya harap dapat terus dilakukan dan diikuti semakin banyak orang. Saya juga akan mengadopsi pohon hari ini,” ujarnya.

'Kulari ke Hutan' 2019 juga turut menggandeng musisi muda tanah air untuk ramaikan acara ini, salah satunya Kafin Sulthan.

“ Saya dan ibu masing-masing 15 kilometer tadi, sempat mau berhenti tapi karena ini berlari untuk adopsi hutan, jadi terpacu untuk terus melangkah, total saya dan ibu mengadopsi 6 pohon,” jelas pemuda yang bermain dalam film Keluarga Cemara ini.

Setelah berlari, para peserta juga dihibur penampilan keren dari musisi Tuan Tigabelas, Abugrey Lobubun, Thisi, Oji, dan Dinda.

Sukses terselenggaranya acara 'Kulari ke Hutan' 2019 berkat kolaborasi bersama beberapa brand pendukung serta 100 sukarelawan.

1 dari 5 halaman

Kisah Menggugah Penyandang Tuli di `Best Friend Forever`

Dream – Keterbatasan bukan penghalang bagi seseorang untuk maju dan berkarya. Hal inilah yang dibuktikan para disabilitas penyandang tuna rungu yang menghasilkan 29 karya cerita pendek dalam buku berjudul Best Friend Forever.

Karya para disabilitas inspiratif itu dikumpul dari hasil workshop ‘Beyond Our Voices’ pada akhir 2017 yang digelar komunitas menulis One Day to Write (ODTW).

“ Karya teman-teman tuli ini sungguh luar biasa. Meski memiliki keterbatasan berbahasa ternyata mereka punya semangat tinggi dalam berkarya (lewat tulisan). Bahkan mereka mampu menyelesaikan tantangan menulis dalam waktu dua jam,” kata Lala Elmira selaku pendiri ODTW saat peluncuran buku ‘Best Friends Forever’ di Ruang Komunal Facebook, Pacific Place, Jakarta, baru-baru ini. 

Bekerjasama dengan Penerbit Zikrul Hakim Bestari, tim ODTW juga menggandeng Surya Sahetapy, aktivis tuli yang merupakan putra dari aktor kawakan Ray Sahetapy dan penyanyi Dewi Yul sebagai partner mentor selama workshop dan menyeleksi tulisan dari teman-teman tuli.

“ Jadi saat workshop, kami membagi tiga sesi, nah di sesi terakhir kami membuat challenge menulis dalam waktu dua jam saja, dan ternyata mereka bisa,” tambahnya.

 

 

2 dari 5 halaman

Pengalaman Surya Sahetapy

Senada dengan Lala, Surya Sahetapy turut memberikan semangat untuk para penyandang disabilitas saat diajak berkolaborasi dengan ODTW.

“ Lewat tahap awal ini, saya berharap minat baca semakin tinggi, ditambah teman-teman tuli ini sebenarnya punya banyak cerita yang ingin disampaikan kepada banyak orang.”

  Surya Sahetapy

Foto: Instagram.com/suryasahetapy

Sebagai penyandang tuli, pria kelahiran 21 Desember 1993 ini mempunya banyak pengalamannya saat bertemu teman-teman tuli di Jawa Tengah.

Surya menyatakan salah satu peserta ternyata tidak bisa sama sekali berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Jalan keluarnya, mereka memilih media tulisan sebagai penyambung komunikasi di antaranya.

Dari hal itulah Surya antusias dalam workshop penulisan bersama ODTW dan teman-teman tuli.

Meski awalnya takut menuangkan cerita lewat tulisan, namun setelah dijalani Surya yang kini tengah kuliah di Amerika Serikat ini menemukan sisi menarik dan penting tentang menulis.

3 dari 5 halaman

Hijaber Cilik Jadi Inspirasi

Lahirnya buku ‘Best Friends Forever’ ini berawal dari tim ODTW yang terinspirasi dari teman tuli bernama Anisa Chayira (Icha).

Hijaber kelas enam sekolah dasar di Semut-semut The Natural School, Depok ini merupakan peserta workshop penulisan ODTW mulai dari batch pertama sampai kelima.

Meski memiliki keterbatasan mendengar, tetapi Icha sangat semangat mengikuti workshop ODTW mulai dari Batch1.

Pada batch ke-3, karya Icha terpilih masuk ke dalam kompilasi cerpen ODTW yang berjudul “ CerminAjaib” dan telah diluncurkan juga di Indonesia International Book Fair pada September 2017.

 

4 dari 5 halaman

Diikuti IRT sampai Mahasiswa

Dihadiri 29 penulis teman-teman tuli dan para pedamping, acara peluncuran buku kemarin sangat hangat dan antusias. Seluruh hasil royalti dari penjualan buku ini akan disumbangkan ke Keluarga Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia).

  odtw

Foto: Surya Sahetapy, Lala Elmira, dan keluarga Bisindo

Sekadar informasi, 29 penulis teman-teman tuli ini berasal dari ragam kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga yang didapati tim ODTW selama workshop menulis.

Mereka adalah Surya Sahetapy, Phieter Angdika, Anisa Chayira Mutia, Aura Inddy Sarezh Sarezhqy, Evant Christina, Fitri Handayani, Mutiara Safina Nugroho, Amatullah Basiimah, Jasmine Alkarimah, Lucia Effendy, Aqilah Fidelma Budi Mulianda, Dewi Utami Nursharikha, Labibah, Lovenia Siti Nurhazizah, MuhammadFathi Athalloh, Muhammad Naufal KhairullohA.A., Muhammad Nur Saliim Madek, Naurah QurratiAyun, Niken NurOktavia, Yap Angela, Fabia Nazwa Azhari, Marsya MufidahRahma, Rafi Abdurrahman Ridwan, Aditya Wirayuda, Anisa Nur Aliffia Rahayu, Fasya Hariyuda Pratama, Fatimah Rahmah, Muhammad Nurul Falah, dan Natalia Regina.

Selamat buat peluncuran ‘Best Friends Forever’. Ayo dibeli bukunya, Sahabat Dream.

5 dari 5 halaman

Hijabers Datang ke Pensi, Why Not? Begini Persiapannya

Dream - Semakin banyak remaja putri yang menyadari pentingnya berhijab yang merupakan kewajiban bagi seorang muslimah.

Selain itu, semakin tinggi pula kreativitas hijabers dalam memberikan gaya yang mendukung untuk aktivitas sehari-hari, tak terkecuali saat ingin nonton Pensi. Saat hasrat ini muncul, kamu pun harus bisa mengimbanginya dengan paduan gaya hijabyang bikin nyaman buat menikmati acara dari awal hingga akhir.

Saat seorang hijaber memutuskan buat datang ke pensi, intip persiapan yang harus dilakukan yuk!

Hijab Nyaman Pakai

Yang paling utama tentu saja mengenakan hijab senyaman mungkin. Dengan makin besarnya industri fashion hijab di Indonesia, menemukan kombinasi-kombinasi hijab yang tepat untuk datang ke pensi bukanlah perkara sulit.

Kenakan bahan hijab yang sejuk, dapat menyerap keringat, dan menyerap udara agar nggak bikin gerah badan.

Pakai Ciput

Namanya juga anak muda, kalau mendengar musik dari idolanya pasti badan nggak tahan untuk berjingkrak riang. Tapi waspada rambut dan tatanan hijab berantakan, ya. Untuk menghindari problem ini, jangan lupa untuk menggunakan aksesoris yang data menahan tatanan hijab kamu.

Tunggu Rambut Kering, Baru Pakai Hijab

Jangan paksakan pakai hijab kalau rambut masih basah. Tunggu kering terlebih dahulu sebelum memasang hijab kamu. Rambut yang basah justru bakal menimbulkan masalah di pensi karena bikin nggak nyaman dan pusing.

Kalau merasa jamnya sudah mepet, bantu dengan menggunakan pengering rambut.

Ikat Rambut

Setelah rambut kering, jangan lupa untuk mengikatnya sebelum mengenakan hijab. Rambut yang tergerai justru bikin kepala jadi terasa gerah dan berisiko berantakan saat menikmati acara.

Nggak mau, kan, ketika nonton idola nyanyi tapi kamu salah tingkah gara-gara rambut?

Hijab Pensi

Ada gaya hijab untuk acara formal, ada gaya hijab untuk liburan di pantai, pasti ada juga gaya hijab buat nonton pensi. Untuk menyesuaikan hijab dengan acara ini, pilih yang gayanya sederhana, mendukung kamu untuk bisa menikmati acara dari awal hingga akhir. Selain itu, padukan dengan gaya baju yang nyaman dan nggak bikin gerah.

Trik di atas juga berlaku buat hijabers yang juga mengemban tugas sebagai penyelenggara pensi. Sudah siap bikin acara sendiri?

Apakah semua aspek sudah terpenuhi dengan baik, seperti sponsor misalnya? Kalau hal ini jadi kendala terbesar kamu bikin acara, sekarang tak perlu khawatir lagi.

Coba cari informasi buat cari sponsor dengan mudah lewat Hiventory. Cek danfollow Instagram-nya dulu juga, ya!

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik