Pendonor Plasma Konvalesen: Saya Ingin Selamatkan Nyawa Orang

Reporter :
Kamis, 11 Februari 2021 06:13
Pendonor Plasma Konvalesen: Saya Ingin Selamatkan Nyawa Orang
"Antara hidup dan mati," katanya.

Dream - Walaupun saat ini Indonesia sudah mulai melakukan vaksinasi untuk memberantas virus COVID-19, namun angka kasus positif COVID-19 makin hari belum ada tanda-tanda membaik.

Terlepas dari itu, rupanya ada kisa mengharukan sekaligus jadi sentilan untuk kita semua agar selalu menjaga kesehatan serta selalu menjalankan protokol kesehatan, mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker, serta mencuci tangan secara rutin.

Kisah haru itu berasal dari Tomi Krismono Sekti, seorang project manager perusahaan IT yang mendonorkan darah plasma paska sembuh dari COVID-19.

Menurut Tomi, virus Covid-19 bukan main-main. Tomi yang memiliki pola hidup sehat, rajin berolahraga dan makan makanan bergizi, sempat merasakan gejala Covid-19 berat hingga ia harus berada di ruang HCU.

Hal tersebut terjadi karena komorbid yang dimilikinya.

1 dari 4 halaman

Antara hidup dan mati

Sempat merasakan antara hidup dan mati perkara COVID-19 pada Desember 2020 kemarin, Tomi akhirnya dinyatakan sembuh dari COVID-19 pada Januari dan langsung tergerak untuk mendonorkan darahnya untuk penyintas COVID-19 lain.

" Saya ingin membantu menyelamatkan nyawa orang lain," ujarnya di #NgobrasDream Rabu, 10 Februari 2021 lewat virtual.

Sahabat Dream ingin tahu bagaimana proses serta prosedur donor plasma Konvalesen? Yuk tonton siaran ulang #NgobrasDream bersama Tomi di IGTV Dreamcoid berikut ini!

      View this post on Instagram      

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Cerita WNI Disuntik Vaksin Covid-19 Sinopharm di Abu Dhabi

Dream - Indonesia sudah mulai menjalankan program vaksinasi yang dimulai dari tenaga kesehatan dan anggota TNI/Polri sejak Januari 2021. Pemerintah di tahap awal vaksinasi ini menggunakan CoronaVac yang merupakan produk vaksin dari Sinovac Biotech Ltd.

Program vaksinasi juga sudah dijalankan pemerintah Uni Emirate Arab (UEA) sejak akhir tahun lalu. Warga di Abu Dhabi, menggunakan vaksin Sinopharm dan sudah disuntikkan pada sejumlah warga lokal dan pendatang.

 

Ilustrasi© Shutterstock

3 dari 4 halaman

Ayo kita vaksin

Menetap di Abu Dhabi, warga Indonesia bernama Falya Rizky Maharani sempat mengikuti vaksinasi pada Desember 2020 kemarin. Berkesempatan ngobrol bersama Redaksi Dream, Falya mengaku sangat antusias melakukan vaksinasinya.

NgobrasDream© Dream.co.id/Dwi Ratih

Setelah mendapatkan vaksin Sinopharm, Falya merasakan beberapa efek samping yang muncul antara lain, pegal-pegal, tenggorokan kering, dan pusing.

 

4 dari 4 halaman

Simak kisah lengkap Falya

Vaksinasi Sinopharm yang didapatkan Falya dilakukan sebanyak dua kali, tercatat pada 9 Desember 2020 untuk vaksin pertama Falya, sedangkan 30 Desember 2020 adalah vaksinasi keduanya.

Selang 21 hari itu, apa reaksi yang dirasakan Falya? Ingin tahu cerita lengkapnya?

Yuk langsung tonton siaran ulangnya di IGTV Dream.co.id berikut ini.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar