Penjelasan Mengapa Surat At-Taubah Tak Diawali Basmallah

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 21 Juni 2021 09:01
Penjelasan Mengapa Surat At-Taubah Tak Diawali Basmallah
Ada dua versi penjelasan mengapa surat At-Taubah tidak diawali dengan bacaan basmallah dan mengapa tidak dianjurkan membaca basmallah saat sampai di surat At-Taubah.

Dream - Jika diperhatikan secara jeli, dalam Alquran, hanya di surat At-Taubah saja yang tidak dituliskan lafal basmallah (bismillah) di awal surat.

Bahkan saat membaca surat tersebut pun umat muslim juga tidak dianjurkan untuk mengawalinya dengan basmallah. Lantas apa sebabnya?

Ada dua versi penjelasan mengapa surat At-Taubah tidak diawali dengan bacaan basmallah dan mengapa tidak dianjurkan membaca basmallah saat sampai di surat At-Taubah.

Pertama, karena kesepakatan sahabat di zaman Khalifah Usman. Ini berdasarkan isyarat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang dipahami Usman saat akan melakukan perbaikan mushaf.

1 dari 5 halaman

Ibnu Abbas RA pernah bertanya kepada Usman, " Apa yang membuat Anda meletakkan Al-Anfal yang merupakan salah satu dari 7 surat yang panjang disusul dengan At-Taubah yang merupakan surat Al Miin (surat yang jumlah ayatnya ratusan). Anda letakkan secara berurutan, sementara tidak Anda tuliskan basmallah di antara keduanya?" Jawab Usman RA, " Dulu, ketika turun Alquran kepada Rasulullah SAW, beliau memanggil sahabat yang bertugas mencatat wahyu. Lalu beliau mengarahkan, ‘Letakkan ayat ini di surat A’. Dan surat Al-Anfal termasuk surat yang awal-awal turun di Madinah. Sementara surat At-Taubah adalah surat yang akhir turun. Sementara pembahasan di surat At-Taubah mirip dengan yang ada di surat Al-Anfal. Aku menduga, surat At-Taubah masih bagian dari surat Al-Anfal. Hingga Rasulullah SAW wafat, beliau tidak menjelaskan kepada kami kalau itu bagian dari Al-Anfal. Karena itulah, saya urutkan keduanya dan saya tidak menuliskan basmallah di antara keduanya, lalu aku letakkan di deretan 7 surat yang panjang." (HR. Abu Daud 786 & Turmudzi 3366)

Artinya, ada kesamaan antara surat At-Taubah dengan surat sebelumnya (Al-Anfal) sehingga dikatakan bahwa surat At-Taubah merupakan kelanjutan dari surat Al-Anfal.

2 dari 5 halaman

Ketika itu, Alquran sudah hampir selesai dimushafkan dan terjadi perselisihan antara para sahabat apakah Al-Anfal dan At-Taubah tergabung dalam satu surat atau terpisah.

Jika benar satu surat, maka bacaan basmallah sebagai pemisah antara surat-surat Alquran hanya dibaca di awal surat Al-Anfal. Akan tetapi, jika benar dua surat yang berbeda, maka pada awal surat Al-Anfal dibaca basmallah dan pada awal surat At-Taubah juga dibaca basmallah.

Kedua pendapat ini sama-sama kuat. Maka setelah semua sahabat bermusyawarah, diambillah keputusan akhir bahwa Al-Anfal dan At-Taubah adalah dua surat terpisah, tetapi pada awal surat At-Taubah tidak dibaca basmallah.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 5 halaman

Kenapa Tak Ada Kata `Ikhlas` dalam Surat Al Ikhlas?

Dream - Dari 114 surat dalam Alquran, hampir semuanya dinamai dengan kata yang kerap muncul dalam surat. Sebagai misal, Al Baqarah yang berarti 'sapi betina'.

Kata Al Baqarah disebut dalam ayat 67, 68, dan 69 di surat kedua setelah Al Fatihah. Juga seperti Surat Ali Imron, yang disebut dalam ayat 33 dan 35.

Tetapi, berbeda dengan Surat Al IkhlasDalam surat ke-112 di Alquran itu, tidak ada satupun ayat yang mencantumkan kata Ikhlas. Mengapa demikian?

Dikutip dari laman konsultasi syariah, jawaban mengenai hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Utsaimin dalam kitab Fatawa Nur 'Ala Ad Darb.

" Dinamakan surat al-Ikhlas karena dua hal. Pertama, karena dalam surat tersebut Allah khusus menceritakan tentang diri-Nya. Sehingga di dalam surat ini, tidak ada keterangan apapun selain keterangan tentang Allah Aubhanahu Wa Ta'ala dan sifat-sifat-Nya. Kedua, surat ini mengajarkan tentang prinsip ikhlas bagi orang yang membacanya, sehingga dia menjauhi kesyirikan. Apabila dia baca dengan meyakini kandungannya dan isinya yang mencakup tiga macam tauhid, tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa shifat."

Penjelasan serupa diberikan Fakhrur Razi dalam kitabnya Tafsir Ar Razi.

" Karena orang yang meyakininya akan menjadi ikhlas dalam menjalankan agama Allah, dan karena orang yang mati dengan ikhlas, dia akan bersih (dijauhkan) dari neraka."

4 dari 5 halaman

Waktu Yang Dianjurkan Untuk Membaca Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas yang merupakan surat ke-112 di Al-Qur’an ternyata memiliki banyak faedah atau hal baik yang bisa didapatkan. Tapi, ternyata ada 9 waktu yang dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas.

Waktu-waktu ini ada sepanjang hari, dan merupakan waktu yang amat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada waktu ini, pembacaan surat Al-Ikhlas memiliki banyak manfaat yang berbeda-beda.

  1. Sebelum tidur
  2. Saat Shalat Witir tiga raka’at
  3. Ketika Shalat Maghrib di malam Jum’at
  4. Shalat Dua Raka’at saat setelah Thowaf di belakang makam Nabi Ibrahim
  5. Ketika sedang melakukan Shalat Sunnah Ba’diyah Maghrib
  6. Seusai shalat (setelah melakukan salam)
  7. Saat melakukan Qobliyah Subuh
  8. Saat mau melakukan Ruqyah
  9. Ketika pagi dan sore hari
5 dari 5 halaman

Doa Setelah Membaca Surat Al-Ikhlas

Al Ikhlas merupakan surat yang sering dibaca masyarakat. Dalam zikir, dalam pengajian, juga dalam sholat. Surat ini termasuk surat pendek yang paling banyak dihafalkan. Bahkan sejak kecil, karena Al Ikhlas menjadi surat hafalan wajib anak-anak di madrasah diniyah maupun Taman Pendidikan Alquran.

Surat Al Ikhlas juga sangat dianjurkan untuk dibaca di momen-momen tertentu seperti akan tidur, setelah sholat Subuh, berzikir, dan masih banyak lagi. Karena surat ini mengandung banyak keutamaan. Usai membaca Surat Al Ikhlas, dianjurkan membaca doa ini.

Allahumma inni asaluka ya wahidu ya fardu ya shamadu ya mal lam yattakhidz shahibatan wala waladan yaa mal lam yalid walam yulad walam yakullahu kufuwwan ahad. Asaluka bi asmaikal 'izhami wa anbiyaikal kirami an tusakhkhirali khidama hadzihis surati li 'azhomati 'abdika 'abdirrahman wa 'abdika 'abdish shamadi wa 'abdika 'abdil wahidi yakununa li 'awnan 'ala qadhai hawaijil 'ajalal 'ajalal wahal wahas sa'atas sa'ata barakallahu fikum wa 'alaikum wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya,

" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Satu, wahai Dzat Yang Esa, wahai Dzat Yang Sendiri, wahai Dzat Yang tidak menjadikan istri dan anak, wahai Dzat Yang tidak melahirkan dan dilahirkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya, agar Engkau mempergunakan kepadaku khadam surah ini dengan kemuliaan hamba-Mu, Abdurrahman, dan hamba-Mu, Abdush Shomad, dan hamba-Mu Abdul Wahid, mereka menjadi penolongku untuk terkabulnya hajatku dengan segera, cepat dan saat ini. Semoga Allah memberkahi kalian. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya."

Beri Komentar