Program Sosial Japfa Dievaluasi

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 3 Desember 2017 10:29
Mereka ingin mengetahui seberapa efektif program yang mencetak agen perubahan lewat sistem sekolah sehat.

Dream - Menutup akhir 2017, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) lakukan evaluasi program JAPFA4Kids di Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah ditandatanganinya MoU kerjasama antara JAPFA dengan Dinas Pendidikan dan lima sekolah dasar di Kec. Biringkanaya pada Agustus lalu, kini JAPFA hadir kembali melihat sejauh mana efektivitas program yang dihasilkan setelah tiga bulan berselang.

Sejak awal tahun, implementasi program pendampingan intensif dilakukan JAPFA pada kegiatan sosialnya, JAPFA4Kids.

Selama enam bulan, sekolah akan didampingi secara intensif oleh para fasilitator di tiap daerah untuk membangun sistem sekolah sehat. Pendampingan dibagi menjadi tiga tahap; penandatangan MoU dan pelatihan awal, evaluasi evektifitas program dan Gebyar Budaya, serta evaluasi akhir dan penarikan fasilitator.

“ Kami mengharapkan adanya perubahan jangka panjang yang terjadi di setiap sekolah pendampingan, lebih baik lagi jika kami dapat turut menjadikannya suatu kebiasaan baru untuk menjalankan hidup yang lebih sehat dan bersih,” ujar Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dalam keterangan tertulis, Minggu 3 Desember 2017.

“ Kami berkomitmen melakukan pendampingan hingga warga sekolah mampu secara mandiri melakukan perubahan-perubahan kearah yang lebih positif,” tambahnya.

Kegiatan JAPFA4Kids tahap kedua ini, dapat disebut juga sebagai puncak kegiatan program karena diadakannya acara Gebyar Budaya. Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenal lebih dalam kekayaan budaya mereka dengan mementaskan kesenian tradisional daerahnya.

“ Penampilan seni tradisional dapat mendorong siswa tidak terpaku pada kebudayaan modern, namun juga menanamkan nilai keindahan dari kebudayaan tradisional daerah mereka,” kata AC Valentino Babay, Head of Unit JAPFA Makassar.

“ Dengan ini kami berharap siswa dapat terfasilitasi untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakatnya dalam bidang kesenian,” imbuhnya.

JAPFA juga membuka kesempatan bagi seluruh siswa yang berminat untuk mengikuti kelas Pendampingan Catur yang diampu oleh Master Internasional Surya Wahyudi. Bagi 20 siswa yang bermain paling baik, berkesempatan untuk mengikuti Eksebisi Catur Simultan pada acara Gebyar Budaya keesokan harinya.

Tidak lupa, tentunya seluruh guru dan kepala sekolah juga mendapatkan pedampingan untuk mendukung perubahan yang terjadi. Seluruh karyawan sekolah akan dibekali dengan program Manajemen Tata Kelola (5S) yang dimplementasi dari Jepang. Bagaimanapun guru merupakan pendorong awal bagi para murid agar terciptanya sistem sekolah yang sehat.

Beri Komentar
#MovieTalk Sakral - Perdana Main Film, Olla Ramlan Ketagihan