Seekor Capung Bikin Mei Wulandari Sukses Menyapih Anak

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 3 September 2018 19:45
Seekor Capung Bikin Mei Wulandari Sukses Menyapih Anak
Begini cerita lengkapnya!

Dream - Tak disangka, momen menyapih anak yang pasti akan dilalui para ibu menjadi momen surprise buat blogger hijab Mei Wulandari.

Sebelumnya, hijaber asal Bekasi berharap buah hatinya yang berusia dua tahun bertekad ingin menyapihnya. Tepat sehari dari ulang tahun si kecil, ia mulai melakukn proses menyapih.

Tapi hasilnya? Nihil.

Ragam cara dilakukan mulai dari memberi pengertian soal penyapihan dari jauh-jauh hari, membuatkan air putih atau susu tambahan, hingga memberi kunyit ke sekitaran payudara agar di kecil tidak menarik.

Semua usaha itu tak berhsil. Tapi Mei tak menyerah untuk menyapih Kenzo, sang buah hati.

 shutterstock

Kesuksesan menyapih justru hadir lewat cara tak biasa. Semua bermula dari seekor capung yang masuk ke rumah dan hinggap lama.

Ketika Kenzo mulai meminta menyusu, sang suami mengelabui Kenzo dengan menaruh capung di sekitaran dada Mei sehingga si kecil tak ingin lagi menyusu.

" Kenzo minta capungnya disuruh pergi biar Kenzo bisa segera nenen. Akh biarin akh, saya nggak mau buang capungnya, hahaha," kelakar Mei di Meiwulandari.com.

Lalu apa yang terjadi pada Kenzo, si buah hati tercintannya? Yuk baca lengkap cerita Mei di sini.

Kirimkan cerita/tips parenting kamu ke komunitas.dream@kly.iddengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

1 dari 3 halaman

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Konsep PAUD dan Fasilitas Minimalnya

Dream - Setipa orang tua tentu punya pertimbangan saat memutuskan untuk menyekolahkan putra-putrinya. Ada orang tua yang sudah memasukkan anaknya sedini mungkin. Sebagian lagi memilih menunggu usia anak dianggap sudah matang.

Orang tua mana sih yang nggak ingin anaknya pintar dan kreatif? Untuk mereka yang memilih menyekolahkan anak lebih dini biasanya akan membawa buah hatinya ke sekolah PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini.

Selain belajar, orang tua yang menyekolahkan anak ke PAUD biasanya berharap buah hatinya bisa belajar berinteraksi dengan anak sebayanya sekaligus melatih fisik lewat beragam kegiatan.

  shutterstock

Seiring banyaknya orang tua yang menyekolah dini anaknya, PAUD kini ramai tersebar baik di kota-kota besar maupun kecil. Tapi balik lagi, memutuskan anak untuk mengikuti PAUD adalah pilihan tiap orang tua, seperti yang diungkapkan blogger hijab Kurnia Wijiastuti.

Hijaber Lombok satu anak ini menyarankan orang tua wajib tahu terlebih dahulu konsep PAUD. Jangan sampai menyekolahkan anak hanya mengikut tren.

Seperti dikutip dari Undang-undang Nomor 22 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 1 butir 14 bahwa PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pendidikan ini dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Jika orang tua masih bingung terkait fasilitas, sarana dan prasarana, di peraturan tersebut menjelaskan sarana dan prasarana seperti apa yang baik untuk sebuah lembaga PAUD.

  shutterstock

Lalu apakah PAUD layak diikuti? Sahabat Dream bisa simak penjelasan lengkapnyadi sini.

2 dari 3 halaman

Kisah Inspirasi Feeza Fauziah Saat Menyapih Buah Hati

Dream - Proses penyapihan pada si kecil memang tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Biasa mengonsumsi ASI (Air Susu Ibu) sejak lahir sampai waktu penyapihan tiba pastinya ada sesuatu yang berbeda dari yang dirasakan buah hati.

Rasa tidak nyaman, kecewa, gelisah, adalah salah tiga dari banyaknya tanda-tanda si kecil yang masuk tahap penyapihan.

Seperti kita tahu, penyapihan adalah proses pemberhentian dalam memberikan ASI (menyusui) kepada buah hati dalam usia yang tidak bisa ditentukan.

 shutterstock

Foto: Ilustrasi/Shutterstock

Namun untuk blogger hijab Feeza Fauziah, ia memutuskan untuk mulai proses penyapihan saat si kecil genap berusia setahun.

Meski berlangsung tak mulus, di awal-awal penyapihan, Feeza menuturkan kalau anaknya yang bernama Quthbi terus-terus meminta minum ASI dari sang ibu sampai nangis tidak keruan.

 shutterstock

Foto: Ilustrasi/Shutterstock

Mulai dari memberi susu UHT, memisahkan diri saat tidur malam, sampai memberikan penjelasan dengan lembut pada sang anak ia sudah lakukan.

Lalu, apakah ia dan suami berhasil menerapkan penyapihan itu sampai tuntas? Baca kisah menarik Feeza lengkapnya di sini.

3 dari 3 halaman

Anes Anisa: Tips Ajarkan 'Toilet Training' ke Buah Hati

Dream - Salah satu pengeluaran terbesar ketika memiliki batita alias bayi di bawah tiga tahun adalah ketika membeli diaper.

Walau penting untuk menjaga si kecil dari buang air kecil maupun besar sembarangan, kalau terlalu sering menggunakan diaper dapat memberi efek buruk pada kulit bayi. Sejumlah efek bisa muncul, seperti:

  • Alergi
  • Infeksi jamur
  • Ruam popok
  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Infeksi saluran kemih

Lalu bagaimana untuk mengantisipasi semua itu? Yuk ajarkan si kecil toilet training(TT) secara dini seperti yang dilakukan blogger hijab Anes Anisa.

Berawal dari obsesi melepas diaper saat sang buah hati berusia dua tahun, hijaber Jakarta ini nekat mengajari anaknya, Riyadh, untuk pipis atau poop di toilet.

Meski menjalani TT cukup menyita waktu, tenaga, pikiran, serta kesabaran, asalkan niat itu bulat harus tetap dilakukan.

  shutterstock

" Kalau di tengah-tengah acara main menimbulkan gelagat mau poop, segera bawa ke kamar mandi. Sekali dua kali nggak akan keluar memang saat anak berada di toilet. Tapi ajarin saja terus. Sounding terus. Sounding is the key," kata Anes.

Berhenti di situ saja? Tentu tidak. Berikut beberapa tips yang perlu Sahabat Dreamterapkan dalam ajarkan TT pada si kecil menurut Anes di sini.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi