Sehatkah Hubungan Putus Nyambung?

Reporter : Vinda Prashita
Senin, 15 Desember 2014 11:15
Sehatkah Hubungan Putus Nyambung?
Lebih dari 60% pasangan menjalani hubungan cinta yang rumit yang berujung dengan putus nyambung.

Dream - Sering kali kita berpikir bahwa hubungan romantis biasanya dimulai dari dua orang bertemu dan saling suka. Selanjutnya hanya ada dua kemungkinan, yaitu berakhir bahagia atau putus. Tapi Anda tentu juga sadar bahwa perjalanan mencari cinta tidak pernah sesederhana itu. Ada kalanya yang terjadi justru hubungan putus nyambung.

Lebih dari 60 persen pasangan menjalani hubungan cinta yang rumit yang berujung dengan putus nyambung. Nah, untuk ladies yang sedang mengalami hubungan putus nyambung, pernahkah Anda berhenti sejenak dan mencari tahu mengapa terjadi hubungan putus nyambung?

Putusnya hubungan biasanya disebabkan karena konflik, konflik karakter pasangan, ketidakpuasan dalam hubungan atau ingin bersama orang lain. Siklus ini terjadi karena kurangnya komunikasi yang lancar dan terbuka.

Nah, setelah putus, pasangan ini memutuskan untuk kembali bersama untuk beberapa alasan seperti kangen, percaya bahwa dia adalah jodoh, rindu berada dalam sebuah hubungan atau menginginkan kenyamanan dalam hubungan tersebut.

Seperti yang dikutip dari laman Vemale.com, stres akan bertambah pada hubungan yang putus nyambung, berbeda dengan pasangan yang tidak pernah putus. Namun jika Anda membuka peluang untuk bersama lagi setelah sebuah konflik, sebaiknya Anda mendiskusikan secara terbuka transisi hubungan yang Anda miliki. Inilah saatnya berkomunikasi secara jujur dan bebas mengenai kebutuhan dan keinginan Anda berdua.

Gunakan waktu putus tersebut untuk berpikir dan mengevaluasi hubungan. Dengan evaluasi yang dilakukan, Anda akan berpikir lebih panjang sebelum kembali bersama karena ingin benar-benar memikirkan baik dan buruknya hubungan demi menciptakan hubungan yang sehat dan stabil. (Ism)

 

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, 
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin 
dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

 

 

Beri Komentar