TalkInc x TikTok: Masa Depan Dunia Hadapi 3 Masalah Serius

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 24 November 2020 06:46
TalkInc x TikTok: Masa Depan Dunia Hadapi 3 Masalah Serius
Generais Y, Z, dan A akan menghadapi tiga masalah serius di kehidupan masa depan

Dream - Kehadiran media (Medsos) telah mengubah sebagian besar kehidupan masyarakat dalam berkomunikasi maupun menerima informasi. Selain disi negatif menambah maraknya berita hoaks, Medsos sebetulnya bisa membantu mengubah perilaku masyarakat bahkan melahirkan pahlawan lokal baru.

Tak hanya menangkal informasi hoaks, Medsos juga bisa menjadi sarana yang mumpuni untuk mengingatkan isu besar mengatasi pemanasan global yang saat ini jadi agenda besar banyak negara 

Gerakan inilah yang sedang digaungkan Talk Inc bekerja sama platform TikTok dengan mengajak generasi Y, Z, dan A agar bermain Medsos yang lebih bermanfaat. Tiga generasi ini dipaksa berkomunikasi dalam saluran yang sama.

Founder dan CEO TALKINC, Erwin Parengkuan, dalam perayaan TALKINC 16 Years of Collaboration bertemakan “ Am I Fully Awake?” di Jakarta Senin, 23 November 2020, menilai pandemik Covid-19 telah meningkatnya penyebaran informasi palsu yang dianggap sebagai contoh kecil dari rusaknya keseimbangan alam dan kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat, lanjutnya, juga tengah berada di era post-truth dimana pengaruh ketertarikan emosional dan kepercayaan pribadi lebih tinggi dibandingkan fakta dan data objektif dalam pembentukan opini. 

" Kita semakin sulit membedakan informasi valid dan tidak atau disebut post-truth," ungkapnya. 

Mengutip data Kementerian Komunikasi dan Informasi selama periode Februari hingga April 2020 ditemukan 1.222 informasi palsu mengenai COVID-19 di media sosial. Di tingkat gSecara global, hasil penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT) periode 2006-2016 menemukan bahwa 70 persen berita palsu disebarkan melalui media dalam hal ini re-tweet.

Menurut Erwin, generasi Y, Z dan A akan dihadapkan pada tiga tantangan besar untuk kehidupan di masa yang akan datang.  Ketiga tantangan tersebut adalah keseimbangan alam, ketidakpastian global, dan perubahan tatanan kehidupan sosial di era digital.

 

1 dari 2 halaman

Data Mengkhawatirkan Kondisi Bumi

Di bidang lingkungan, kondisi bumi saat ini dilaporkan sangat mengkhawatirkan dengan banyak kejadian alam yang ekstrem. Aktivitas manusia sehari-hari yang menyebabkan kerusakan keseimbangan alam dinilai telah berdampak pada pemanasan global.

“ Tanpa kita sadari bahwa kegiatan sehari-hari seperti perilaku konsumtif, serta pengelolaan limbah rumah tangga dan elektronik yang tidak tepat menyebabkan kerusakan keseimbangan alam. Kedua hal tersebut sebaiknya kita kelola dengan bijak dan bertanggung jawab," ungkap Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP).

European Union’s Observation Programme mencatat selama 12 bulan hingga September 2020, terjadi peningkatan suhu bumi mencapai 1,3 derajat celcius. Angka tersebut mendekati ambang batas peningkatan sebesar 1,5 derajat Celsius berdasarkan perjanjian Paris.

Di tahun yang sama, World Meteorology Organizations (WMO) mencatat suhu di pangkalan Esperanza Antartika mencapai suhu 18,3 derajat celcius pada 2020. Suhu tersebut menjadi rekor tertinggi di Antartika sejak 2015.

WMO menyatakan ada peluang sebesar 20 persen ambang batas 1,5 derajat celsius akan terlewati satu tahun sebelum 2024. Kondisi makin mengerikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan karena ambas batas berpeluang 70 persen terlewati satu bulan atau lebih dalam.

Mengutip data Yayasan Indonesia Cerah dan Change.org, sebanyak 89 persen generasi muda merasa sangat khawatir dengan dampak krisis iklim yang terjadi saat ini.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Erwin mengajak kesadaran dari semua generasi untuk saling memiliki serta bergotong-royong. Disadari Erwin, setiap lapisan generasi memiliki cara dan gaya komunikasi berbeda yang disebabkan oleh beragam faktor.

" Untuk itu, mari kita manfaatkan teknologi melalui media sosial untuk bersama-sama menyadarkan, mengingatkan, dan berkomitmen untuk menjaga bumi kita bersama,” sambung Erwin.

 

2 dari 2 halaman

Ajak Lahirkan Local Hero

Berawal dari pemikiran tersebut, TalkInc bekerjasama dengan TikTok berusaha menyuarakan pergerakan menyelamatkan bumi lintas generasi. Pada kegiatannya, TikTok mendorong content creator berkontribusi secara positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya isu lingkungan hidup.

Selain itu masyarakat juga diajak turut berpartisipasi dalam mengikuti TikTok hashtag challenge dan TALKINC essay competition 300 kata mengenai Local Hero. Lewat program tersebut, pengguna sosial media bisa menceritakan tentang seseorang yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya.

Pemenang akan diumumkan pada akhir Desember 2020 melalui platform media sosial TALKINC. 

“ Untuk berkontribusi menyelamatkan bumi, mari sekarang mulai dari diri sendiri dengan menerapkan pola hidup ramah lingkungan dan penggunaan media sosial yang lebih positif; mengedukasi, menyadarkan dan mengajak lingkungan sekitar kita untuk bersama-sama mengembalikan keseimbangan alam dan kehidupan sosial sebelum semuanya terlambat,” tutup Erwin.

Laporan: Savina Mariska

Beri Komentar