Tantangan Terberat Public Relations Saat Pandemi

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 13 Januari 2021 06:16
Tantangan Terberat Public Relations Saat Pandemi
Seperti apa saja ya?

Dream - Menghadapi pandemi seperti sekarang, para profesional Public Relations (PR) dituntut terus berinovasi serta beradaptasi sesuai tren kebiasaan baru.

Tantangan terberat yang harus dihadapi yakni ketidakpastian dan perubahan perilaku.

Di antaranya dalam hal koordinasi komunikasi dengan publik. Protokol kesehatan membuat komunikasi, seperti konferensi pers, harus dilakukan secara virtual.

“ Tahun 2020 itu level ketidakpastiannya ada di level yang tidak pernah kita alami sebelumnya,” ujar Kristy Nelwan, Head of Communication Unilever Indonesia dalam acara PR Trends & Outlook 2021, Selasa, 12 Januari 2021.

Akibat dari ketidakpastian itu, sambung Kristy, kerap timbul kecemasan di masyarakat. Sehingga banyak sekali pertanyaan seperti 'Ini mana yang benar, sih?', 'Informasi mana yang benar?', 'Lalu kita harus berbuat apa?'.

Tantangan kedua adalah perubahan behaviors (perilaku). Komunikasi yang biasanya sangat face to face saat konferensi pers secara offline, namun sekarang sulit dilakukan saat virtual.

" Dulu kita bisa lihat energy of the room tuh gimana, nah sekarang nggak bisa, tapi ya harus tetap make it work,” imbuh Kristy.

1 dari 3 halaman

Kondisi berbeda

ilustrasi© Shutterstock

Dalam industri perbankan, tantangannya lebih kepada harus berkompetisi secara virtual, yang biasanya dapat memahami konsumen secara langsung, tapi sekarang lewat screen.

“ Kita semua harus menerima kenyataan, harus bekerja tanpa bisa bertemu satu sama lain. Itu menjadi tantangan terbesar kita di dalam, bagaimana cara mereka buat tetap produktif, sehat, tetap aman di tempat masing-masing,” tambah Puni A. Anjungsari, Country Head of Corporate Affairs Citibank Indonesia pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, setiap PR organisasi tak boleh berhenti berinovasi dalam mengelola komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan publik, terutama dalam hal menciptakan brand perusahaan.

Laporan: Josephine Widya

2 dari 3 halaman

Saham BRIS Lari Kencang Sepekan, Ini Pemicu Investor Sibuk Berburu

Dream – BRIS, kode ticker saham milik PT BRISyariah Indonesia Tbk tengah menjadi sorotan sejak beberapa pekan terakhir. Saham milik bank syariah pelat merah ini mendadak melambung terutama sejak isu merger dikeluarkan pemerintah. 

Dari catatat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, saham BRIS sudah melompat sampai 27,11 persen dalam sepekan, yaitu 4-8 Januari 2021. 

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 12 Januari 2021, saham BRIS pada penutupan perdagangan Senin, 11 Januari 2021 bertengger di level 3.040, atau menguat 6,29 persen.

Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, mengatakan penggabungan bank-bank Syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia Tbk, membuat posisi BRIS naik menjadi top 10 di antara bank besar di Indonesia.

" Peluang yang sangat besar melihat Indonesia merupakan negara populasi muslim terbesar,” ujar Lanjar saat dihubungi Liputan6.com.

3 dari 3 halaman

Jadi Salah Satu Perusahaan yang Bangkitkan Ekonomi Keuangan Syariah

Bahkan, lanjut Lanjar, BRIS digadang-gadang akan menjadi salah satu perusahaan yang membangkitkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Lanjar melihat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing.

" Investor asing terlihat tertarik pada BRIS setelah merger karena peluang yang cukup besar,” ujar dia.

Di sisi lain, BRIS terus berkomitmen mendorong usaha mikro kecil dan menengah dengan sistem keuangan syariah. Di antaranya dengan proyeksi penyaluran dana hingga Rp 50 triliun.

Tak hanya itu, Lanjar mencatat, BRIS juga menargetkan merambah pasar global dan menjadi perusahaan syariah top 10 di dunia pada 2025.

Untuk Investasi Jangka Panjang

Dengen mempertimbangkan kondisi tersebut, Lanjar merekomendasikan saham BRIS untuk investasi jangka panjang. Hal ini merujuk pada proyek pemerintah jangka panjang, yakni membuat Bank Syariah BUMN menjadi top 10 pada 2025.

" Target BRIS secara teknikal short to medium bisa ke 3.400. membentuk pola pennant pattern. SL under 2900. Long term for investment menurut saya sangat menarik dengan misi pemerintah membuat bank syariah bumn menjadi top 10 di dunia,” tutur dia.

Sementara itu, pengamat pasar modal Riska Afriani menuturkan, saham BRIS bisa untuk trading buy. Ia melihat ada potensi aksi ambil untung di saham BRIS. " Khawatir profit taking BRIS,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)

Beri Komentar