NGOBRAS: Mengenal Lebih Jauh Film Dokumenter Lewat Karya Warisan

Reporter :
Kamis, 2 September 2021 15:46
NGOBRAS: Mengenal Lebih Jauh Film Dokumenter Lewat Karya Warisan
Cerita itu punya Alya Faridasa Cholid, si pembuat Dokumenter Warisan.

Dream - Beberapa tahun terakhir ini dunia perfilman di Indonesia terus menunjukan peningkatan yang sangat pesat. Para sineas muda dengan ide-ide lebih segar menawarkan berbagai tontonan kreatif lewat karya-karyanya.

Di Indonesia, tidak sedikti sineas muda yang memiliki ide brilian dan mampu membuat karya gemintang. Jika biasanya mereka menunjukan karya film berbentuk fiksi, salah satu sineas muda Indonesia, Alya Faridisa Cholid, membuat karya film dokumenter.

Film dokumenter memiliki perbedaan utama dengan film fiksi terutama dari segi cerita yang menghadirkan kenyataan dalam karyanya.

Membuat film dokumenter tak melulu soal kisah seseorang atau sebuah daerah. Film ini memiliki beberapa gaya untuk ditampilkan seperti dokumenter personal, politik, partisipartri, dairy, dan sejarah.

1 dari 5 halaman

Film memengaruhi kehidupannya

Ilustrasi© shutterstock

Dari banyaknya jenis film dokumenter, Alya yang merupakan mahasiswa tingkat akhir di jurusan Film dan TV di ISI Yogyakarta memiliki ketertarikan lebih kepada dokumenter personal.

“ Aku memang jatuhnya lebih suka dokumenter personal, karena lebih intim dan itu yang aku terapin dalam film dokumenter yang lagi aku garap, dokumenter warisan,” ungkap Alya Faridasa Cholid di #NgobrasDream Rabu, 1 September 2021.

Ketika pertama kali membuat proyek film dokumentari pertamanya yang berjudul ‘I am what i eat', pada tahun lalu Alya merasa komunikasinya dengan keluarga jadi lebih terbentuk, dan ia juga merasa film dokumenter ini mengubah hidupnya.

2 dari 5 halaman

Butuh waktu cukup lama

Kini, hampir setahun Alya tengah jalani sebuah film dokumenter dengan judul ‘Warisan’, film dokumenter personalnya kali ini merupakan tugas akhirnya dalam kuliah.

Di dokumenter warisan ini, Alya ingin menceritakan tentang warisan trauma yamg diperlihatkan lewat interaksi sehari-hari Alya dengan ibu dan kakaknya.

Dalam membuat proyek kali ini, Alya membutuhkan waktu cukup lama karena dalam dokumenter ini ia harus memperhatikan interaksinya dengan keluarganya.

Alya banyak bercerita tentang dunia perfilman, keterlibatan perempuan dalam perfilman, film dokumenter, dan juga dokumenter ‘Warisan’. Untuk kamu yang penasaran, bisa langsung cek siaran ulangnya di IGTV @dreamcoid berikut ini!

      View this post on Instagram      

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid)

 

3 dari 5 halaman

NGOBRAS: Lawan Standar Kecantikan, Wanita Indonesia Punya Pesona Sendiri

Dream - Pernah nggak kamu mengeluhkan penampilan diri sendiri yang dianggap tak lebih baik dari orang lain? Atau kamu selalu merasa kurang dengan kondisi fisik yang dimiliki saat ini.

Kalimat-kalimat atau pikiran seperti, 'Aku ingin lebih putih deh kayak dia', 'Rambut aku keriting, kurang cantik kalau difoto', 'Aku mau diet ah, supaya mirip si A,' tanpa sadar sering terlontar di dalam kepala kita. 

Cara Mengobati Jerawat Pasir dengan 3 Bahan Alami

Jika pertanyaan atau keinginan-keinginan itu masih sering dialami, jangan biarkan mereka datang lagi, Sahabat Dream. Sebab, semua manusia sudah diciptakan dengan kesempurnaan sendiri dan standar kecantikan bukan semata dilihat dari tampilan fisik.

Setiap wanita diciptakan dengan karakter yang berbeda-beda dan tentu memiliki kecantikannya masing-masing.

4 dari 5 halaman

Cantik itu datangnya dari dalam hati

Standar kecantikan yang paling umum ada dipikiran masyarakat Indonesia adalah, kulit putih, tubuh langsing, kulit glowing, dan rambut lurus. Padahal, tidaklah demikian.

Kecantikan memiliki nilai yang sangat subjektif, tentu ini membuat pandangan orang tentang perempuan cantik bisa berbeda-beda.

Bisakah Memperbaiki Kulit yang Rusak Akibat Sinar Matahari?

Berkesempatan ngobrol santai bersama Hartini Soraya, selaku CEO dan Founder dari Skin Junkie di #NgobrasDream, kali ini kami membahas soal standar kecantikan di Indonesia.

Ngobras Dream© Dream.co.id/Dwi Ratih

Aya, sapaan akrab Hartini Soraya memberikan pandangannya soal kecantikan wanita Indonesia.

“ Cantik adalah sesuatu yang datangnya dari dalam hati, buat aku cantik itu adalah ketika kita bisa nyaman jadi diri kita sendiri. Beauty atau cantik itu nggak bisa kita artikan dengan satu kata atau satu hal," ungkap Hartini Soraya, Selasa, 31 Agustus 2021.

" Beauty itu adalah campuran dari beberapa hal, dari apa yang kita bawa dari dalam, dari penampilannya, dan bagaimana kita bersikap,” tambah Aya.

5 dari 5 halaman

Normalizing Beauty Beyond the Society’s Standars

Di #NgobrasDream kali ini, Soraya ingin mengajak semua wanita di Indonesia untuk bisa lebih percaya diri sama apa yang dimiliki Karena dengan kamu menerima, merawat, mencintai apa yang kamu miliki, kamu bisa mendapatkan diri kamu yang terbaik.

Obrolan yang berlangsung kurang lebih satu jam, Shania Suha dari Redaksi Dream bahas banyak hal soal 'Normalizing Beauty Beyond the Society’s Standars' bersama Aya yang sayang banget kamu lewatkan.

6 Operasi Plastik yang Paling Digemari di Korea Selatan

Buat yang kemarin belum sempat nonton, bisa langsung siaran ulangnya di sini. Yuk tonton!

 

Beri Komentar