4 Kunci Bikin Dendeng Balado Berbumbu Meresap

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 30 Juli 2020 09:12
4 Kunci Bikin Dendeng Balado Berbumbu Meresap
Pastikan melakukan empat hal ini saat mengolah dendeng sapi.

Dream - Idul Adha biasanya banyak sekali kiriman daging dari kerabat atau keluarga, bukan hanya kambing tapi juga sapi. Sahabat Dream berencana untuk kurban sapi? Jika iya, bagaimana kalau mengolah daging sapi menjadi dendeng balado.

Menu ini terbilang lebih mudah dibuat dengan rasa yang nikmat. Ada empat langkah penting yang tak boleh ditinggalkan saat masakan dendeng balado. Apa saja?

1. Diamkan daging setelah dibumbui agar lebih meresap.

2. Rebus daging untuk mendapatkan tekstur yang lembut

3. Goreng daging menggunakan minyak yang banyak dan tidak lama

4. Untuk mendapatkan cita rasa segar pada sambal atau baladonya tambah jeruk nipis atau cuka yang dimasak sesuai selera.

 

 

1 dari 7 halaman

Resep Dendeng Balado Pedas Mantap

Bahan-bahan:
- 1 kg daging sapi, iris dengan ketebalan sedang
- 1500 ml air matang
- Minyak untuk menggoreng daging

Lezatnya Sahur dengan Dendeng Balado© MEN

Bumbu halus:
- 5 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 ruas jahe
- 1 sdm garam

Bahan cemplung untuk merebus daging:
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 1 batang serai, geprek
- 3 sdm air asam jawa

Bumbu sambal balado:
- 15 buah cabai merah besar
- 10 siung bawang merah
- 3 lembar daun jeruk
- 2 sdm air jeruk nipis
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt gula pasir
- 200 ml minyak goreng


2 dari 7 halaman

Tahapan Memasak:

1. Pertama, lumuri daging dengan garam dan bumbu perendam. Diamkan selama 30 menit sebelum direbus

2. Siapkan panci presto dan panci biasa untuk merebus daging, bisa menggunakan panci presto. Masukan air, daging bersama bumbu perendamnya, daun salam, daun jeruk, air asam jawa, dan garam. Rebus daging selama 30 menit atau sampai daging empuk

Dendeng Balado© Shutterstock

3. Setelah daging empuk, angkat dan tiriskan. Dinginkan daging sebentar, lalu potong-potong dan pukul sedikit agar daging lebih pipih. Bisa menggunakan gilingan

4. Panaskan minyak cukup banyak untuk menggoreng daging. Goreng daging sebentar saja, tidak perlu sampai kering. Balik sekali saja di setiap sisinya. Kemudian sngkat dan tiriskan. Tata di atas piring saji

5. Untuk membuat sambal baladonya. Ulek kasar cabai merah besar, garam, dan bawang merah. Siapkan pula jeruk nipis dan daun jeruk.

6. Panaskan minyak goreng, masukan cabai dan bawang yang sudah diulek dan daun jeruk. Masak hingga cabai layu. Setelah itu masukan garam dan air jeruk nipis. Jangan lupa cicipi rasanya. Masak hingga sambal balado matang.

7. Siramkan sambal balado di atas dendeng yang sudah digoreng. Bisa juga kalau daging dendeng dimasukan ke dalam sambal balado lalu diaduk sedikit hingga bumbu menutupi daging.

Laporan Meita Fajarina/ Sumber: Fimela.com

3 dari 7 halaman

4 Cara Menyimpan Daging Kurban Tanpa Kulkas

Dream – Cara menyimpan daging kurban tak selamanya selalu menggunakan kulkas. Jika kamu mendapat banyak daging dan tak memungkinkan untuk mengolah semuanya, kamu bisa menyimpannya untuk dimakan kemudian hari. Namun jika tidak memiliki kulkas, kamu tetap bisa menyimpan daging kurban tanpa kulkas.

© Dream

Manusia sejak jaman dahulu mampu menyimpan daging tanpa bantuan teknologi apapun. Orang jaman dahulu hanya menggunakan bahan-bahan alami untuk mengawetkan daging supaya bisa dikonsumsi lebih lama.

Cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas bisa kamu lakukan dengan menggunakan bahan-bahan dapur yang mudah didapatkan.

Melansir dari berbagai sumber, berikut 4 cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas yang perlu kamu ketahui.

4 dari 7 halaman

Penggaraman

Ilustrasi© Pixabay

Cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas yang pertama adalah dengan melakukan penggaraman. Daging yang hendak disimpan ditaburi dengan butiran garam dapur lalu menyimpannya ke dalam wadah yang bersih.

Mineral yang terkandung di dalam garam terbukti dapat mengawetkan daging dan membuatnya tahan lama.

Bahkan daging yang sebelumnya dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil lalu ditaburi garam, bisa bertahan hingga 6 bulan lamanya.

5 dari 7 halaman

Pengeringan

Ilustrasi© Pixabay

Dengan adanya kulkas pastinya mempermudah kita untuk menjaga daging tetap fresh dan tahan lama. Tetapi jika tidak memilikinya, cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas bisa kamu lakukan dengan cara pengeringan.

Daging yang hendak dikeringkan atau dijemur, perlu diiris tipis dan dipilih yang tidak mengandung lemak. Sebelum dikeringkan, daging juga perlu dibaluri larutan garam. Pastikan kamu mengeringkan daging dengan sempurna supaya bisa disimpan dan tahan lama.

Cara menyimpan daging kurban dengan pengeringan bahkan bisa mempertahankan daging hingga beberapa minggu bahkan bulan.

6 dari 7 halaman

Pengasinan

Ilustrasi© Pixabay

Cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas juga bisa dilakukan dengan cara pengasinan. Cara ini hampir sama dengan pengeringan. Bedanya, dalam teknik pengasinan, daging diberi larutan air garam sebelum disimpan di dalam wadah.

Caranya siapkan wadah atau toples dengan air dan larutan garam lalu masukkan daging ke dalam wadah tersebut. Pastikan daging sepenuhnya terendam air garam.

Dalam proses pengasinan, daging akan menyerap banyak larutan garam dan akan menghasilkan hidangan yang lebih beraroma.

7 dari 7 halaman

Pengasapan

Ilustrasi© Pixabay

Selain pengasinan, cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas bisa dilakukan dengan teknik pengasapan. Cara pengasapan digunakan untuk menghilangkan kelembapan karena air di dalam daging kurban.

Daging yang hendak disimpan diasapi dengan pembakaran yang dihasilkan dari tempurung kelapa, kayu, atau arang.

Setelah proses pengasapan, daging harus digantung dan disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas yang satu ini bisa menjaga mempertahankann kondisi dan cita rasa dari daging tersebut.

Itulah 4 cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas yang perlu kamu ketahui. Sehingga jika kamu tidak memiliki kulkas atau freezer, tak perlu berkecil hati. Karena kamu tetap bisa menyimpan daging dengan cara-cara alami seperti di atas.

Sumber: Genpi, berbagai sumber.

Beri Komentar