Penjelasan Ilmiah Kenapa Makanan Asia dan Eropa Sangat Berbeda

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 13 Juni 2018 13:20
Penjelasan Ilmiah Kenapa Makanan Asia dan Eropa Sangat Berbeda
Makanan Eropa lebih menonjolkan bahan-bahan dari produk unggas dan daging. Sementara makanan Asia memiliki cita rasa yang kuat.

Dream - Setiap negara pasti memiliki makanan khas yang unik dan berbeda. Mulai dari rasa, jenis bumbu, bahan hingga pengolahannya. Begitu juga dengan makanan Asia dan Eropa (Amerika Utara dan Eropa Barat) yang secara alami berkembang sangat berbeda dalam banyak hal.

Makanan Asia dikenal memiliki cita rasa yang kuat dan punya banyak bumbu. Di benua ini, makanannya mengandalkan hasil laut, beras, bawang putih, bawang merah, kedelai, dan cabai.

Bersama bahan lainnya, bahan-bahan tersebut diolah dengan berbagai metode seperti digoreng, dikukus, dan disangrai, tergantung pada kebiasaan budayanya.

Sebaliknya, makanan Eropa lebih menonjolkan bahan-bahan dari produk unggas dan daging. Seperti halnya makanan Asia, makanan Eropa juga mengandalkan bumbu dan rempah, meski dalam ukuran dan jumlah yang lebih sedikit.

Pengaruh budaya sudah cukup mampu membedakan makanan di kedua benua itu, namun ada faktor yang lebih dalam yang menyebabkannya.

Menurut penelitian berjudul " Flavor Network and the Principles of Food Pairing"  yang dipublikasikan di Scientific Reports tahun 2011, perbedaan rasa makanan di kedua benua itu disebabkan cara penduduknya dalam memasangkan bahan makanan saat memasak.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Yong-Yeol Ahn dan Sebastian Ahnert itu, keduanya menganalisis 381 bahan makanan yang digunakan di seluruh dunia dan 1.021 cita rasa yang terdapat pada bumbu. Mereka kemudian menghubungkannya sesuai dengan 'rasa' pada masing-masing bahan makanan yang dipasangkan.

1 dari 2 halaman

Begini Cara Orang Eropa Memasak

Setelah itu, mereka membandingkan informasi tersebut dengan 56.498 resep dari berbagai situs makanan Internasional. Hal ini dilakukan untuk menentukan budaya mana yang sering memasukkan bahan makanan atau bumbu dengan cita rasa yang berbeda.

Dalam satu diagram yang menggambarkan struktur jaringan rasa, Yong-Yeol dan Sebastian menjelaskan, " Setiap simpul menunjukkan bumbu, warna simpul menunjukkan kategori makanan, dan besar-kecilnya simpul mencerminkan prevalensi bumbu dalam resep,"

" Dua bumbu terhubung jika keduanya memiliki cita rasa yang sama, ketebalan garis mewakili kuatnya cita rasa di kedua bahan makanan atau bumbu tersebut."

Ternyata, setelah mengamati diagram tersebut, ditemukan bahwa makanan Barat cenderung memasukkan bahan makanan atau bumbu dengan cita rasa serupa secara bersama-sama dalam satu resep.

2 dari 2 halaman

Cara Orang Asia Beda Lagi

Namun hal sebaliknya terjadi pada makanan Asia. Orang-orang di benua ini punya prinsip yang cukup unik saat memasak. Semakin banyak bahan makanan atau bumbu dengan rasa sama yang tersedia, semakin sedikit mereka akan menggabungkannya dalam masakan mereka.

Karena itu makanan Asia cenderung memiliki cita rasa yang kuat dan berbeda-beda, bahkan saling 'bertabrakan' satu sama lainnya. Sementara makanan Eropa lebih seperti mempertajam atau memperdalam rasa yang sudah ada.

" Makanan Eropa cenderung menggunakan 'pasangan' yang memiliki banyak rasa yang sama. Tapi masakan Asia cenderung menghindari bahan yang memiliki rasa yang sama. Penelitian ini membuka jalan baru untuk memahami praktik kuliner di setiap negara," bunyi laporan penelitian tersebut.

Sumber: Next Shark

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna