Yang Terjadi Pada Tubuh Jika Sering Konsumsi Minuman Berenergi

Reporter : Sugiono
Jumat, 25 Januari 2019 13:01
Yang Terjadi Pada Tubuh Jika Sering Konsumsi Minuman Berenergi
Sekaleng energy drink dingin menjadi penawar dahaga setelah beraktivitas berat. Tapi bagaimana dengan efeknya?

Dream - Siapa yang tak kenal dengan minuman berenergi atau energy drink. Sekaleng energy drink dingin menjadi penawar dahaga setelah beraktivitas berat.

Rasanya yang dingin dan segar membuat tubuh seperti merasa lebih fit dan siap untuk melanjutkan aktivitas berikutnya.

Begitu terkenalnya energy drink ini hingga pemasarannya secara global diperkirakan akan mencapai US$72 miliar pada tahun 2024.

Ini merupakan kabar baik bagi produsen energy drink. Namun bagaimana dengan para konsumen di tengah isu bahaya minuman berenergi ini?

Dikutip dari Reader's Digest, terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi justru buruk bagi kesahatan. Laman ini mengungkapkan ada lima efek buruk minuman berenergi bagi tubuh yang perlu diperhatikan.

1. Tidak Benar-benar Menyuplai Energi

Meski namanya minuman berenergi, tapi minuman jenis ini tidak menyuplai energi sama sekali kepada tubuh. Ini karena kandungannya yaitu taurin, L-karnitin, dan glukuronolakton, tidak menghasilkan dorongan energi yang sebenarnya.

Ahli nutrisi Lisa Cohn mengatakan taurin dan L-karnitin adalah asam amino yang terlibat dalam metabolisme energi, dan secara alami ditemukan di jaringan otot dan organ tubuh.

" Kedua bahan tersebut memang terlibat dalam memproduksi energi tapi tidak terlalu signifikan dalam meningkatkan energi," jelas Cohn. Sementara glukuronolakton sering dikatakan bisa meningkatkan energi karena berdampak pada metabolisme energi. Tetapi, nyatanya juga tidak berpengaruh pada peningkatan energi.

Dorongan energi yang dirasakan kemungkinan berasal dari gula (glukosa adalah sumber energi utama). Tetapi itu tidak bertahan lama. Minuman berenergi biasanya mengandung sekitar 13 sendok teh gula per porsi — lebih dari dua kali lipat batas harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia yaitu 6 sendok teh gula tambahan per hari.

 

1 dari 3 halaman

2. Picu Sakit Kepala dan Mood Swings

Guarana, bahan minuman berenergi umum lainnya, memang hanyalah jenis tanaman. Tetapi bukan berarti itu baik untuk kesehatan. Guarana mengandung kafein yang tinggi, bahkan lebih per porsinya daripada kopi.

Cohn mengatakan Guarana bisa merangsang sistem saraf pusat. Hal ini seolah memberikan dorongan energi dan tenaga, dan dapat mengurangi nafsu makan. Namun, Guarana juga dapat menyebabkan efek samping yang merugikan seperti sakit kepala, insomnia, gugup, dan mood swings atau perubahan suasana hati.

Minuman berenergi yang mengandung Guarana bisa berbahaya bila dicampur dengan obat tertentu, karena dapat menyebabkan berbagai efek samping. Mulai dari masalah jantung dan pencernaan hingga gangguan dalam menilai dan pengambilan keputusan.

3. Bisa Menyebabkan Dehidrasi

 Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Cairan

Sumber energi utama di sebagian besar produk minuman berenergi adalah kafein. Menurut Caffeine Informer, beberapa merek minuman berenergi mengandung 160 mg kafein dalam kaleng ukuran 473 ml. Merek minum energi terkenal bahkan mengandung 80 mg kafein dalam kaleng ukuran 236 ml. Kafein memiliki efek diuretik, yaitu meningkatkan produksi urin.

Dalam kasus yang ekstrem, ini dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi bisa sangat berbahaya pada orang yang minum produk ini untuk pertama kalinya, dan tidak tahu bagaimana mengimbanginya dengan air tambahan, kata ahli gizi dan penulis Beth Warren.

 

2 dari 3 halaman

4. Detak Jantung Berpacu Lebih Cepat

Cohn mengatakan karena memiliki efek diuretik, kafein dalam minuman berenergi juga bisa meningkatkan risiko terjadi serangan jantung. Jurnal Kardiologi Kanada menerbitkan penelitian komprehensif pada tahun 2015 yang menemukan bahwa penyalahgunaan minuman berenergi di kalangan remaja menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung, terutama pada mereka yang memiliki kelainan jantung.

Bahkan ada beberapa kasus produk minuman berenergi menyebabkan perubahan irama jantung di kalangan remaja dengan jantung yang sehat. Risiko ini meningkat jika remaja tersebut melakukan olahraga atau latihan.

 

3 dari 3 halaman

5. Bisa Merusak Gigi

 Fakta Mengejutkan tentang Gigi Rusak Orang Dewasa

" Produk minuman berenergi mengandung asam sitrat, yang sangat korosif terhadap gigi," kata ahli kebersihan gigi, Anastasia Turchetta. Sebuah studi yang membandingkan minuman olahraga dan minuman berenergi menemukan bahwa produk minuman berenergi memiliki keasaman yang secara signifikan lebih tinggi dan kapasitas yang lebih besar untuk melarutkan enamel.

Bahkan, risiko kehilangan enamel setelah terpapar minuman berenergi lebih tinggi dibandingkan dengan minuman olahraga. " Gabungan asam sitrat dengan gula dalam minuman berenergi merupakan ancaman besar terhadap hilangnya enamel gigi dan terjadinya pembusukan gigi," kata Turchetta.

Jika enamel gigi sudah hilang, maka pelindung satu-satunya gigi itu tidak akan tumbuh lagi!

Sumber: Reader's Digest

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal