Perjalanan Erda Haji Yaeva Kembangkan PANDAN 8, dari IRT Kini Sambalnya Bersertifikat Halal

Reporter : Jeffreydien Winanda
Minggu, 1 Mei 2022 09:32
Perjalanan Erda Haji Yaeva Kembangkan PANDAN 8, dari IRT Kini Sambalnya Bersertifikat Halal
Berawal dari IRT biasa, perempuan yang akrab dipanggil Erda tersebut sukses berjualan aneka sambal dengan brand PANDAN 8.

Kesibukan mengurus keluarga dengan 4 orang anak nyatanya tidak menyurutkan semangat Erda Haji Yaeva untuk memiliki usaha kuliner. Berawal dari IRT biasa, perempuan yang akrab dipanggil Erda ini sukses berjualan aneka sambal dengan brand PANDAN 8.

Iseng Ikut Pelatihan

Setelah anak-anak mulai beranjak dewasa, Erda mencari aktivitas yang dapat mengisi waktu luang. “ Saya mendapatkan info pelatihan kuliner agar bisa belajar menu sehat untuk keluarga. Saya bertemu anggota pelatihan yang ternyata orang-orang hebat dengan usaha yang sudah berkembang,” kenangnya.

Sempat fokus menggarap brownies, ia banting setir ke menu sambal karena tidak membutuhkan banyak bahan dan perlengkapan, juga mengikuti selera makan orang Indonesia yang doyan pedas. Erda pun menyematkan nama PANDAN 8 yang kaya filosofi. “ Ibaratnya usaha saya akan seperti pandan yang selalu hidup, disukai banyak orang, tumbuh dari kecil untuk kemudian menjadi besar dan memiliki banyak cabang yang tidak akan putus seperti angka 8,” jelasnya.

Sambal Bersertifikat Halal

PANDA 8

Berawal dari iseng, Erda serius menekuni usaha kuliner, bahkan sukses mendapatkan sertifikat halal untuk produk sambalnya. “ Saat ini PANDAN 8 punya 7 produk sambal yang sudah bersertifikat halal yaitu Sambal Hijau, Sambal Matah, Sambal Nanas, Sambal Kalasan, Sambal Bawang, Sambal Rica-Rica, dan Sambal Cumi. Menu baru Sambal Pecal sedang dalam usaha pengajuan sertifikat halal,” jelasnya.

Dibuat tanpa bahan pengawet, produksi sambal dilakukan setiap seminggu sekali untuk menjamin kualitasnya tetap fresh. Sambal Hijau, Sambal Nanas, dan Sambal Kalasan diakui Erda menjadi best seller, yang punya banyak peminat. Dalam keadaan tersegel, sambal produksinya bisa tahan hingga 2 minggu. Sedangkan jika segel alumuniumnya sudah terbuka, disarankan untuk dikonsumsi dalam waktu seminggu atau disimpan dalam kulkas.

Tantangan Bahan Baku

Menggunakan cabai sebagai bahan baku utama, Erda mengaku sempat mengalami kesulitan saat harga cabai mengalami kenaikan. ”Tapi untuk saat ini, kendala terbesar adalah harga minyak goreng yang mempengaruhi proses memasak,” jelasnya. Memilih untuk tidak mengurangi takaran atau mengganti bahan-bahannya, ia berharap usahanya berjalan baik dan bisa mengembangkan menu-menu lainnya.

“ Semoga saya dan juga teman-teman yang berjuang bersama sebagai UMKM dapat tetap berdiri dan kuat, walau keadaan ini sempat membuat kita semua terpuruk,” harap owner PANDAN 8. Harapan ini diamini oleh ManisdanSedap.com, platform yang membantu siapa saja untuk menemukan dan memesan beragam produk kuliner secara pre-order.

Merupakan bagian dari KLY (KapanLagi Youniverse) sebagai Digital Media Network, ManisdanSedap.com juga mendukung UMKM dengan menjadi ‘etalase’ yang memajang jualan mereka. Dilengkapi fitur yang menghubungkan pembeli langsung ke nomor WhatsApp seller, sehingga memudahkan interaksi dan transaksi, yang terpisah dari platform. Tanpa biaya, dapatkan keuntungan mempromosikan produkmu cukup dengan mendaftarkan usaha kulinermu ke ManisdanSedap.com.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Beri Komentar