Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Tim peneliti China menemukan virus corona dapat bertahan pada salmon segar yang didinginkan. Virus tersebut bahkan dapat bertahan hingga lebih dari satu minggu. Hal ini diduga menjadi sumber penularan secara internasional.
Dalam sebuah eksperimen, virus corona tetap bertahan selama 8 hari pada suhu 4 derajat Celcius. Dari penemuan tersebut diketahui pula virus corona tetap menular pada salmon selama dua hari pada suhu 25 derajat.

Biasanya salmon disimpan pada suhu 4 derajat. Baik itu di pasar tradisonal, restoran, hingga saat pengangkutan.
“ Dalam kondisi seperti itu, ikan salmon yang terkontaminasi dari satu negara dapat dengan mudah diangkut ke negara lain dalam waktu satu minggu, sehingga menjadi salah satu sumber penularan internasional,” kata ilmuwan China yang dipimpin oleh Dr Dai Manman di non-peer.
“ Hal ini menyerukan agar dilakukan pemeriksaan lebih ketat sebagai protokol baru yang penting dalam impor dan ekspor ikan salmon sebelum diperjual belikan,” lanjutnya kembali.

Wabah virus corona di China dikaitkan dengan pasar basah yang menjual makanan laut. Strain pertama SARS-CoV-2 terdeteksi di Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan pada akhir tahun lalu.
China untuk sementara menghentikan impor salmon pada pertengahan Juni. Setelah adanya laporan virus corona yang ditemukan pada telenan salmon di pasar Xinfadi, Beijing.
“ Kasus-kasus di Wuhan dan Beijing menciptakan kekhawatiran bahwa SARS-CoV-2 yang menempel pada ikan atau daging dapat menjadi sumber potensial penularan Covid-19," tulis Dai, profesor di Universitas Pertanian China Selatan.

Para peneliti membeli ikan salmon dari sebuah toko di Guangzhou. Memotong dagingnya menjadi kubus kecil. Dan mengolahnya dengan larutan yang mengandung partikel virus. Sebelum menyimpannya pada suhu yang berbeda.
Setiap hari sampel diambil untuk dilakukan tes. Melihat apakah virus dapat menginfeksi sel normal. Para peneliti percaya bahwa semakin rendah suhu, semakin lama virus dapat bertahan hidup.
Ilmuwan lain juga telah menguji berapa lama virus corona dapat bertahan dalam jaringan hewan yang berbeda. Baru-baru ini dalam sebuah penelitian di AS, ditemukan virus corona dapat bertahan pada kulit babi pada suhu 4 derajat selama dua minggu.
Konsumsi salmon dan makanan laut impor lainnya di China turun drastis. Bisnis restoran sushi di Jepang juga mengalami penurunan hingga 99 persen.
(Sumber: scmp.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya