Waspada! Makan Burger Bisa Jadi Bodoh?

Reporter : Ervina
Senin, 29 September 2014 18:00
Waspada! Makan Burger Bisa Jadi Bodoh?
Selain dituduh sebagai dalang penyebab tubuh melar, hamburger baru-baru ini disebut juga sebagai penyebab kebodohan. Benarkan demikian?

Dream - Bukan rahasia baru jika hamburger merupakan salah satu makanan yang dapat memengaruhi bobot tubuh anda. Namun penelitian lain ternyata menguak fakta baru yang cukup mengejutkan.

Para peneliti mendapati makan hamburger ternyata mempengaruhi daya kerja otak. Penelitian yang dilakukan terhadap remaja berusia 14-17 tahun di negara-negara Barat menunjukkan hasil kemampuan kognitif yang mencengangkan.

Studi ini mendapati mereka yang aktif mengkonsumsi makanan cepat saji, kentang goreng, daging merah dan daging olahan, serta minuman ringan memiliki asosiasi negatif yang mempengaruhi reaksi, kemampuan mental, perhatian visual, memori dan kemampuan belajar mereka. Sementara mereka yang lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran hijau memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

Peneliti Dr Anett Nyaradi kepada Science Network seperti dilansir Dailymail menyebut hal tersebut bisa terjadi karena adanya peningkatan kandungan mikronutrien dari sayuran hijau yang berkaitan dengan perkembangan kognitif. Lebih lanjut Dr Nyaradi juga menyebut ada beberapa faktor lain yang berperan dalam penurunan kemampuan kognitif seseorang.

Faktor tersebut antara lain tingkat omega-6 asam lemak dalam makanan yang digoreng dan daging mentah. Asupan lemak dan karbohidrat dalam jumlah tinggi berhubungan dengan fungsi hippocampus, yang merupakan struktur otak terpusat yang berhubungan dalam pembelajaran dan memori yang terus meningkat di masa remaja.

" Masa remaja merupakan periode kritis perkembangan otak manusia. Pola makan yang buruk memberikan pengaruh signifikan dan ada implikasi penting bagi masa depan mereka," ungkap Dr Nyaradi.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Western Australia dan Telethon Kids Institute ini melibatkan 602 remaja dari Western Australian Pregnancy Cohort Study. Selama proses penelitian, para remaja diminta mengisi kuesioner dan diamati pola makannya sehari-hari.

Beri Komentar