10 Prediksi Kondisi Ekonomi Tahun Depan

Reporter : Ramdania
Selasa, 25 November 2014 11:15
10 Prediksi Kondisi Ekonomi Tahun Depan
Kondisi ekonomi yang belum pasti hingga akhir tahun 2014 ini membuat banyak orang berada dalam posisi menunggu sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, bagaimana kondisinya tahun depan?

Dream - Pada awal tahun 2014, tidak banyak yang memperkirakan pasar saham akan menunjukkan ledakan tertinggi seperti sebelumnya. Hampir tidak ada yang memprediksi suku bunga akan tetap rendah seperti saat ini. Dan sedikit yang menduga, harga minyak naik dengan cepat dan beruntun hingga akhirnya crash seperti biasanya.

Untuk itu, para analis di Goldman Sachs telah mengeluarkan perkiraan kondisi ekonomi global pada 2015. Semua perkiraan itu mereka rangkum dalam Top Ten Market Themes For 2015. Berikut analisisnya, seperti yang dikutip dari Business Insider, Selasa, 25 November 2014:

1. Terjadi Pemulihan Besar-besaran
Amerika Serikat akan menjadi pemimpin dalam pemulihan ekonomi dunia. Sementara pertumbuhan ekonomi di pasar berkembang akan didorong oleh harga minyak dan komoditi yang rendah.

" Kami juga memiliki keyakinan bahwa ekspansi ekonomi AS akan berjalan selama beberapa tahun dan ketahanan ekonomi AS akan dipengaruhi oleh permintaan dari luar yang semakin lemah."

2. Perbedaan Pasar Tetap Berlangsung
Perbedaan antara pertumbuhan pasar dan kebijakan moneter di seluruh negara maju akan berlanjut hingga tahun depan. The Fed sepertinya akan mulai menaikkan tingkat suku bunga sementara Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang tetap pada tingkat sebelumnya.

Nilai dolar AS juga akan lebih menguat yang disebabkan oleh perbedaan tingkat suku bunga antara AS dan negara-negara lainnya.

3. Munculnya Orde Baru Harga Minyak
Harga minyak akan lebih rendah untuk beberapa lama. Namun, hal ini mungkin akan menjadi masalah bagi stok energi dan komoditas seperti tembaga dan aluminium yang menggunakan minyak dalam proses produksinya.

4. Inflasi Rendah
Pasar buruh yang lesu, yang dibuktikan dengan inflasi upah yang rendah, akan bertahan. Risiko deflasi akan memaksa bank sentral lainnya untuk bertindak karena inflasi masih di bawah target mereka.

" Kami pikir respon terhadap berbagai jenis risiko, kemungkinan untuk menjadi kekuatan yang kuat di pasar."

5. Dolar Tetap Perkasa
Kekuatan dolar AS terhadap mata uang negara-negara anggota G10 lainnya masih bertahan. Dengan EUR/$ pada 1.15 dan $/JPY pada 130 di akhir 2015.

6. The Fed Naikkan Suku Bunga Lebih Lambat
Kenaikan suku bunga pertama The Fed baru akan terjadi pada bulan September 2015 dan kenaikannya akan jauh lebih cepat daripada pasar.

Sebuah normalisasi bertahap terkait kebijakan tarif yang sejalan dengan perbaikan ekonomi dapat menyebabkan serangan volatilitas (seperti pada 2004) dan naiknya pasar ekuitas secara merata.

" Tapi kita meragukan bahwa itu akan mengganggu aset berisiko atau ekonomi secara berkelanjutan."

7. Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi China
Pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 6-7 persen selama beberapa tahun ke depan. Kesempatan terbaik untuk mengekspresikan pandangan positif pasar kemungkinan akan datang ketika investor bergerak menuju pesimisme ekstrim seperti awal tahun ini atau pada musim panas 2013.

8. Pasar Negara Berkembang Membaik
Banyak pasar negara berkembang akan memperbaiki ketidakseimbangan, yang dipicu harga minyak dan komoditas yang lebih rendah sehingga memberikan deflasi dan meningkatkan pertumbuhan pasar.

9. Volatilitas Rendah dan Tantangannya
Volatilitas sepertinya rendah di seluruh pasar kecuali tarif, meskipun likuiditas rendah dapat memicu beberapa kenaikan untuk sementara. Volatilitas data ekonomi jatuh ke titik bawah baru. Pengangguran akan berkurang dan risiko resesi di AS juga rendah.

10. Tingkat Pengembalian Yang Rendah
Semua jenis aset akan memberikan tingkat pengembalian yang rendah dan efek menjadi sesuatu yang penting. Tingkat pengembalian pada ekuitas masih lebih atraktif dibandingkan obligasi dan sejenisnya. Kelipatan ekuitas akan tetap berada di atas rata-rata dan mungkin bergerak lebih tinggi, bahkan di AS. (Ism)

Beri Komentar