Aksi Beli Hilang, Indeks Syariah Terperosok

Reporter : Syahid Latif
Senin, 12 Januari 2015 16:28
Aksi Beli Hilang, Indeks Syariah Terperosok
IHSG terpangkas 28,732 poin (0,55%) ke level 5.187,93. IHSG akhirnya kembali longsor dari zona 5.200.

Dream - Indeks bursa saham Indonesia kembali longsor. Menghilangnya aksi beli investor menyambut sentimen regional yang kurang bersahabat, membuat pasar modal nasional tak bisa bertahan di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 12 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 28,732 poin (0,55%) ke level 5.187,93. IHSG akhirnya kembali longsor dari zona 5.200.

Sempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi 5.220,24, pelaku pasar mentransaksikan 67,98 miliar saham. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 5,47 triliun.

Investor asing yang pekan lalu sempat berburu saham, mulai kembali melepas portofolionya. Asing membukukan nett sell sekitar Rp 183,71 miliar.

Meski melemah, lantai bursa masih menyisakan 107 emiten di zona positif. Namun, jumlah emiten yang mencetak koreksi masih mendominasi sebayak 185 emiten. Sisanya, 102 emiten bergerak stagnan dan 298 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.

Emiten barang konsumsi memimpin pelemahan IHSG usai terkoreksi 1,70 persen. Pelemahan cukup besar juga dicetak emiten keuangan yang turun 1,00 persen dan manufaktur 0,75 persen.

BEI hanya menyisakan dua indeks sektoral di zona hijau yang dicetak emiten industri dasar dengan kenaikan 0,59 persen dan perdagangan 0,55 persen.

Sentimen negatif regional dan aksi jual pemodal juga melengserkan dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 0,780 poin (0,46%) ke level 167,11. ISSI sebetulnya sempat memberikan harapan usai bergerak menguat tipis.

Sepanjang perdagangan, ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 168,09 dan terendah 167,10.

Tercatat 33,87 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar. Aksi jual beli ini membuat pasar modal dibanjiri dana halal hingga Rp 1,93 triliun.

Aksi beli saham pada 60 emiten syariah telah mengangkatnya bertahan di zona hijau. Sebaliknya, pemodal melepas 124 emiten penghuni ISSI yang membuatnya mencetak koreksi harga saham.

Di jajaran saham keping biru syariah, sebanyak 20 emiten mengalami pelemahan harga saham. Jumlah ini cukup membuat Jakarta Islamic Index (JII) lengser ke zona merah.

Indeks JII sore ini menutup perdagangan dengan melemah 5,171 poin (0,75%) ke level 683,77. Pelemahan ini masih bisa menyisakan 8 emiten unggulan syariah di zona hijau.

Dari kawasan regional, Indeks Hang Seng mampu mempertahankan laju positifnya hingga sesi penutupan. Meski sempat melemah, Hang Seng ditutup menguat 0,45 persen.

Penguatan zona dicetak indeks Strait Times Sinagpura yang naik 0,19 persen usai dibuka melemah di awal perdagangan.

Kondisi berbeda terjadi di pasar keuangan. Rupiah yang sepekan kemarin mengalami tekanan, kini justru bergerak naik. Melemahnya dolar AS membuat rupish menguat 37 poin (0,29%) menjadi 12.593 per dolar AS.

Beri Komentar