Aksi Pencari Untung Lemahkan Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 25 November 2014 09:29
Aksi Pencari Untung Lemahkan Indeks Syariah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 4,73 poin (0,09%) ke level 5.137,03 di sesi pra pembukaan.

Dream - Penguatan signifikan pada penutupan perdagangan awal pekan kemarin langsung direspon pemodal dengan melakukan aksi ambil untung. Akibatnya, hampir seluruh indeks saham acuan dilanda pelemahan.

Pada perdagangan pra pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 25 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 4,73 poin (0,09%) ke level 5.137,03.

Pelemahan berlanjutan di sesi pembukaan usai IHSG kembali turun 4,68 poin (0,09%) ke lebel 5.137,07.

Hingga 15 menit waktu perdagangan, IHSG masih terus dilanda aksi jual. Teercatat sudah 8,07 juta saham yang diperdagangkan pelaku pasar. Aksi ini membuat bursa saham Indonesia dipenuhi dana hingga Rp 521 miliar.

Di tengah aksi pemodal lokal yang mencari untung, investor asing justru melakukan belanja saham. Nett buy asing tercatat sudah mencapai Rp 7,73 miliar.

Tiga sektor saham masih bisa melaju positif di tengah aksi ambil untung ini. Ketiganya adalah industri dasar 0,08 persen, barang konsumsi 0,04 persen dan keuangan 0,12 persen.

Aksi ambil untung juga melanda sejumlah saham syariah di BEI. Bahkan sampai saat ini, dua indeks saham syariah masih terpuruk di zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini mengawali perdagangan dengan melemah ke leel 165,75. Pada penutupan kemarin, ISSI bertengger di level 166,13.

Tercatat sudah ada 56 emiten yang bergerak menguat. Namun 60 emiten lainnya justru masih tersungkur sehingga menyeret ISSI ke zona merah.

Volume perdagangan saham syariah mencapai 4,92 juta saham dengan transaksi mencapai Rp 389 miliar.

Penghuni indeks saham unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang kemarin dilanda aksi beli, kini justru lemah tak berdaya.

Pelemahan yang melanda 22 emiten JII membuat indeks saham bluechips ini dibuka melemah di level 684,17. Pelemahan terus berlanjut hingga 22 menit perdagangan dengan koreksi mencapai 3,76 poin (0,4%) ke level 683,77.

Dari kawasan Asia, indeks saham utama bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Shanghai yang dibuka melemah kini sudah kembali ke zona hijau dengan kenaikan masing-masing 0,06 persen dan 0,35 persen.

Sementara indeks Nikkei sudah mengawali perdagangan di zona hijau dan kini menguat 0,45 persen.

Sedangkan dari pasar keuangan, rupiah cenderung melemah meski saat ini masih bergerak stagnan. Rupiah bertengger di level 12.145 per dolar AS.

Beri Komentar