Indeks Syariah Terhindar dari Perang Dagang AS-China

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 18 September 2018 16:51
Indeks Syariah Terhindar dari Perang Dagang AS-China
Dolar AS sempat menembus level Rp14.900.

Dream - Perang dagang dua negara penguasa ekonomi dunia kembali membuat pelaku pasar cemas. Sentimen negatif itu sempat membuat pemodal menjauh dari lantai bursa dan mendorong indeks acuan bergerak melemah. 

Beruntung memasuki sesi kedua, pelaku pasar kembali tenang dan balik ke bursa saham. 

`Drama` penguatan dolar AS juga tak membuat pelaku pasar cemas. Sempat bertengger di posisi Rp14.900, mata uang Negeri Paman Sam ini akhirnya berhasil ditenangkan.

Papan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 18 September 2018, mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 0,128 poin (0,07%) ke level 172,687. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka memerah di level 172,455. Sempat bergerak menguat di sesi pagi, ISSI harus menyerah setelah 40 menit perdagangan dibuka hingga sesi penutupan.

Tenaga baru baru menghampiri pelaku pasar di sesi kedua perdagangan. Investor kembali melantai dan mendorong ISSI menyentuh level tertinggi di 173,182 sebelum ditutup di 172,687. 

Indeks bluechip syariah juga mengalami tekan yang sama. Meski hanya didukung 9 emiten yang ditutup mengaut, Jakarta ‎Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menanjak 2,385 poin (0,38%) ke level 638,442.

Indeks JII70 menguat 0,556 poin (0,26%) ke level 212,243.

Tekanan justru dialami Indeks Harga Saham Syariah (IHSG) yang terpeleset 12,467 poin (0,21%) ke level 5.811,790.

1 dari 2 halaman

Investor Ragu-ragu

Meskipun rupiah menguat tipis, investor masih ragu-ragu melantai di bursa. Mereka lebih banyak jual saham sehingga harga 147 saham syariah melorot.

Hingga sesi paska penutupan perdagangan, transaksi yang terjadi di lantai bursa saham syariah mencapai Rp3,63 triliun dari 62,69 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Mayoritas saham-saham sektoral terkoreksi. Koreksi tajam terjadi pada indeks sektor properti dan barang konsumsi yang masing-masing turun 1,48 persen dan 1,22 persen.

Sebaliknya, investor menyelamatkan dananya dengan mengincar saham sektor infrastruktur yang mencatat kenaikan indeks 1,55 persen, pertambangan 0,69 persen, dan industri aneka 0,75 persen.

Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harganya melesat Rp400, PTBA Rp200, TLKM Rp100, ASII Rp75, dan PGAS Rp65.

Sebaliknya, saham UNVR melemah Rp525, SMGR Rp275, INDF Rp175, LPPF Rp175, dan UNTR Rp175.

2 dari 2 halaman

Dolar Sempat Tembus Rp14.900

Dari pasar, rupiah bisa bernapas sedikit. Dolar AS yang sempat menembus level Rp14.900, kini, beringsut.

Pada pukul 16.20, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah turun 5 poin (0,03%) ke level Rp14.875 per dolar AS. Nilai tukar ini sudah menembus level Rp14.900 ketika perdagangan dimulai.

Malah, mata uang Paman Sam ini berada di posisi puncak di Rp14.929 per dolar AS.

Beri Komentar