Arab Saudi Cari Pembantu Rumah Tangga Hingga Ke Negeri China

Reporter : Ramdania
Kamis, 4 Desember 2014 13:16
Arab Saudi Cari Pembantu Rumah Tangga Hingga Ke Negeri China
Arab krisis tenaga Pembantu Rumah Tangga (PRT). Hal ini disebabkan perbedaan pendapat mengenai aturan tenaga kerja dengan negara penyedia PRT, seperti Indonesia.

Dream - Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi telah mendapatkan izin untuk mencari tenaga Pembantu Rumah Tangga (PRT) ke negara-negara baru. Beberapa negara yang masuk ke dalam daftar negara baru sumber PRT antara lain China, Chili, Aljazair, Tunisia, Sudan, Mesir, Mauritania, Yaman, Somalia dan Tanzania.

Sayangnya, seperti berita yang dikutip dari Arabian Business, Kamis, 4 Desember 2014, negara-negara tersebut belum menyetujui rencana pengiriman tenaga PRT ke Arab Saudi.

Kebijakan pemerintah Arab tersebut memberikan tekanan kepada negara-negara yang sudah menjadi penyumbang tenaga PRT seperti Filipina, India, Sri Lanka, Indonesia, dan Maroko untuk menerima kesepakatan mengenai aturan pekerja pendatang yang diajukan pemerintah Arab.

Hubungan antara Arab Saudi dengan negara-negara penyedia PRT ini memang telah merenggang karena adanya ketidaksepakatan antara pemerintah terkait aturan tenaga kerja asing. Bahkan Kenya, baru saja mengeluarkan larangan pekerja perempuan untuk bekerja di Arab Saudi.

Pihak Arab Saudi mengaku telah melakukan perbaikan untuk menjaga HAM para pekerja asing dengan mendirikan sebuah lembaga. Namun, tampaknya lembaga tersebut dinilai belum mampu melindungi HAM para pekerja asing ini.

Anggota Kamar Dagang dan Industri Jeddah bagian Komite Rekrutmen, Ali Al Qurashi menyatakan perbedaan pendapat ini memaksa pemerintah Arab Saudi harus mencari negara lain sebagai sumber tenaga PRT.

" Kementerian sedang mencoba mempekerjakan PRT dari negara baru sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak. Namun, terdapat beberapa poin yang tidak disepakati karena meningkatnya permintaan PRT ini," tandasnya.

Beri Komentar