Indeks Syariah di Awal Pekan Terbakar Saham Tambang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 29 Oktober 2018 16:57
Indeks Syariah di Awal Pekan Terbakar Saham Tambang
Ketiga indeks syariah gagal bertahan.

Dream - Indeks syariah tergelincir ke zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin 29 Oktober 2018. Tekanan jual pada saham-saham pertambangan membuat indeks syariah tiarap. 

Investor kembali terpengaruh oleh sentimen perdang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih terus berlangsung. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,773 poin (0,48%) ke level 172,064. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat ke level 173,338 dan menyentuh level tertinggi di 174,110.

Namun penguatan ISSI tersebut tak bisa bertahan lama. Indesk acuan berisi ratusan saham syariah itu bergerak melemah dan sempat tergelincir ke level terendah 171,737.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak bisa melawan aksi jual investor dan ditutup melemah 3,113 poin (0,49%) ke level 636,975.

Sementara indeks baru saham syariah, JII70, merosot 1,258 poin (0,59%) ke level 211,403.

Lantai bursa di awal pekan ini memang bergerak melemah. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melorot 30,314 poin (5.754,607).

1 dari 1 halaman

Saham Pertambangan dan Properti Bermuram Durja

Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, investor tercatat melakukan transaksi sebanyak 23,81 miliar lembar saham. Nilai jual beli pemodal ini mencapai Rp2,38 triliun.

Investor asing cukup aktif melakukan transaksi jual beli saham namun didominasi aksi jual. Asing mencatat transaksi sebanak 91.907 kali dengan 5,277 miliar saham yang beralih tangan. Nilai transaksi mencapai Rp1,59 triliun

Mayoritas indeks sektoral melemah. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor pertambangan dan properti. Kedua indeks ini merosot 1,8 persen dan 1,33 persen.

Penguatan indeks industri aneka sebesar 0,73 persen dan infrastruktur 0,64 persen tak bisa menahan laju perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah TCPI yang harga sahamnya naik Rp550, BSSR Rp200, BAYU Rp130, ASII Rp100, dan SCMA Rp90.

Sebaliknya, investor lebih suka melepas sahamnya di saham ITMG dan UNTR. Kedua saham ini anjlok Rp1.125 dan Rp1.075. Penurunan saham ini diikuti oleh SMGR yang harganya terkoreksi Rp325, AMFG Rp240, dan LPPF Rp210.

Dari pasar uang, pada pukul 16.09, nilai tukar dolar AS stagnan di level Rp15.216 per dolar AS.

Beri Komentar