Hati-Hati! Beredar Hoaks Subsidi Gaji Diminta Biaya Admin dan Asuransi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 27 September 2021 15:36
Hati-Hati! Beredar Hoaks Subsidi Gaji Diminta Biaya Admin dan Asuransi
Dalam pesan itu, disebutkan ada permintaan biaya Rp100 ribu untuk pengambilan BSU.

Dream – Pemerintah membuat program Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk meningkatkan daya beli pekerja dan mencegah resesi ekonomi. Namun di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat, ada saja oknum yang memanfaatkan program ini untuk memperkeruh suasana prihatin seperti saat ini.

Dikutip dari laman Instagram Kementerian Ketenagakerjaan, @kemnaker, Senin 27 September 2021, beredar pesan melalui WhatsApp tentang informasi penerimaan BSU 2021. Tangkapan layar pesan WhatsApp itu diunggah oleh akun Kemnaker.

Dikatakan bahwa penerima pesan ini lolos verifikasi pendataan pemerintah pusat. Kemudian, penerima diminta untuk mengisi formulir yang bermaterai Rp10 ribu serta mengikuti asuransi PIJAR.

“ Berikut kami lampirkan daftar nama penerima BSU 2021 yang lolos verifikasi pendataan dari pemerintah pusat dan telah diajukan untuk dibuatkan rekening Himbara. Adapun syarat penerima BSU yang disalurkan oleh bank Himbara antara lain (1) mengisi formulir, (2) menyertakan bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, (3) fotocopy KTP, (4) surat kuasa yang ditandatangani oleh pihak pertama oleh si penerima bantuan dengan disertakan materai Rp10 ribu, (5) penerima BSU ‘WAJIB’ mengikut asuransi PIJAR yang mana asuransi tersebut memiliki beberapa manfaat,” tulis pesan tersebut.

1 dari 2 halaman

Ada Biaya Admin?

Dikatakan juga penerima BSU diminta untuk membawa uang Rp100 ribu untuk pengambilan BSU. Ada juga uang Rp100 ribu untuk pendaftaran asuransi PIJAR dengan masa asuransi 1 tahun.

“ Maka penerima BSU diminta membawa uang Rp 100 ribu untuk syarat pengambilan BSU dan pendaftaran asuransi PIJAR dengan biaya Rp 100 ribu untuk masa asuransi 1 tahun,” tulis pesan tersebut.

 

Awas hoax© Akun Instagram @kemnaker

2 dari 2 halaman

HOAX!

Kemnaker meminta masyarakat waspada terhadap informasi hoax yang disebarkan melalui WhatsApp, SMS, dan media sosial tentang penyaluran BSU. Sekadar informasi, pemerintah juga tidak memberikan pemotongan BSU yang diberikan kepada peserta.

“ Waspada penyebaran informasi hoax melalui WhatsApp/SMS/DM terkait penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU),” tulis kementerian ini.

Dikatakan bahwa informasi hanya tersedia di situs Kemnaker dan media sosial kementerian itu. Berikut ini adalah rinciannya.

-Instagram: @kemnaker

-Twitter: @KemnakerRI

-Facebook: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

-Youtube: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

-TikTok: kemnaker

Beri Komentar