Bank Islam `Mendarat` di Negeri Paman Sam

Reporter : Ramdania
Senin, 9 Juni 2014 14:38
Bank Islam `Mendarat` di Negeri Paman Sam
Bank syariah mulai membuat terobosan dengan masuk ke wilayah baru yaitu negara adikuasa, Amerika Serikat.

Dream - Sekitar 10 tahun lalu, seorang Muslim memohon pinjaman ke bank lokal bernama Bank Devon di Chicago North Side. Di kawasan tersebut banyak imigran asal Asia Selatan dan Timur Tengah. Muslim ini mau meminta pinjaman untuk usaha tokonya dengan tidak mau membayar bunga. Sudah terduga, dia pun terpaksa pulang tanpa hasil apapun.

Namun, itu satu dekakde lalu. Sejak itu, Bank Devon melakukan penelitian mengenai pembiayaan bebas bunga seperti yang banyak dicari para nasabahnya.

Hari ini, pembiayaan syariah menyumbang lebih 75 persen dari portofolio kredit bank. Sistem ini menawarkan pinjaman sesuai dengan hukum syariah di 36 negara bagian AS.

Bank Devon pun memanfaatkan kesempatan itu, apalagi perbankan syariah kini telah terkenal di seluruh negara.

Menurut Global Islamic review yang dikutip dari Arab News, Senin 9 Juni 2014, aset industri perbankan syariah mencapai US$ 1,6 triliun yang dikelola 300 bank dan 250 reksa dana.

Sementara menurut Moody Investor Service, bank-bank besar seperti Citigroup dan JP Morgan memiliki asiliasi yang ditujukan khusus untuk mengurusi hukum perbankan syariah. Bahkan, investor hipotek raksasa Freddie Mac mulai membeli hipotek berbasis syariah sejak 2001.

Bagaimana bank-bank ini menyiasati penghapusan bunga atas pinjaman para nasabah? Caranya dengan memberlakukan pinjaman sewa atau bagi hasil. Misalkan Anda ingin membeli rumah, maka bank membeli rumah Anda terlebih dahulu kemudian meminjamkannya kepada Anda hingga angsuran pembelian rumah tersebut lunas.

Lembaga keuangan raksasa di AS memiliki dewan penasihat syariah yang terdiri dari ulama terpercaya.

Islam telah mengembangkan ekonomi pasarnya atau kapitalisme Islam sekitar abad ke 8-12. Banuak dari konsep kapitalisme yang kemudian diadopsi di Eropa pada pertengahan abad ke-13.

Muslim di Amerika menjadi kekuatan demografis yang signifikan. Ada 2.106 masjid di AS yang menjadi tempat berkumpulnya para muslim. Kekuatan inilah yang harus diantisipasi perbankan di AS guna memenuhi keinginan para nasabah mengingat dilarangnya riba dalam aturan Islam.

" Perbankan syariah sangat penting saat ini. Pasalnya, kita membicarakan seperlima populasi di dunia (umat Islam) dan mereka membutuhkan pinjaman serta transaksi keuangan tanpa bunga," ujar penasihat hukum David Loundy. (Ism)

Beri Komentar