Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Shutterstock
Dream - Generasi milenial dan generasi Z, istilah untuk mereka yang lahir antara tahun 1980 dan 2000, saat ini mulai memasuki usia produktif. Generasi ini tengah mendominasi dunia kerja lantaran jumlahnya yang paling banyak ketimbang generasi lain.
Dalam beberapa tahun ke depan bahkan diprediksi setengah populasi usia produktif di Indonesia adalah kaum milenial. Di era inilah para milenial akan menjadi pembuat perubahan (changemaker) untuk menciptakan dampak yang mengakar dan berkelanjutan.

“ Kami percaya bahwa setiap individu memiliki kekuatan untuk membawa perubahan, sebuah kekuatan berupa bibit yang menunggu untuk ditumbuhkan,” jelas Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang pada acara virtual Changemakers Nusantara Day, Kamis 18 Mei 2022.
Menjadi seorang changemaker tentu bukan hal yang sulit sepanjang semua dilakukan dari hati yang ikhlas dan konsitensi. Bukti nyata itu terlihat dari sosok Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga pendiri organisasi Pandu Laut Indonesia yang dinilai Yayasan Anak Bangsa Bisa (“ YABB”) layak disebut sosok changemaker Indonesia.
Susi Pudjiastuti dalam sambutannya mengatakan keberanian dan kolaborasi adalah modal utama untuk melahirkan terobosan dan perubahan.

“ Sebuah modal yang tidak didapatkan sejak lahir, melainkan hal yang terasah sepanjang perjalanan hidup,” jelas perempuan yang juga memiliki bisnis penerbangan ini.
Tergugah melihat permasalahan yang ada di sekitar mendorong Susi Pudjiastuti berani untuk mendobrak pakem yang ada dan memberi inovasi baru.

“ Di saat yang bersamaan, membuka mata saya akan pentingnya bergandengan dengan pihak lain untuk mewujudkan perubahan yang signifikan,” tambah Susi.
Susi Pudjiastuti selalu mengajak untuk melakukan perubahan dari orang terdekat hingga nanti akan lahir changemaker lainnya yang bisa turut menularkan kepada orang lain bagaikan efek domino.

“ Saya selalu terapkan ke cucu-cucu saya kalau mau main ke pantai tidak boleh buang sampah sembarangan. Bahkan kemarin sehabis liburan banyak sampah dari pengunjung, saya ajak mereka membersihkan sampah-sampah dulu sebelum bermain,” tambah Susi.

Menjelang Hari Kebangkitan Nasional, Yayasan Anak Bangsa Bisa (“ YABB”) menggelar Changemakers Nusantara Day untuk merayakan keberhasilan ribuan pembawa perubahan yang telah menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Lewat acara ini, para peserta mendapatkan bekal agar bisa menjadi pembawa perubahan yang memiliki pola pikir kritis, tangguh, mampu memanfaatkan teknologi, dan siap bergotong-royong dengan pihak lain demi menciptakan dampak positif yang lebih kuat.
YABB mengajak masyarakat untuk menominasikan teman, kerabat, atau bahkan diri sendiri yang telah berhasil membawa perubahan secara nyata dari hal sederhana hingga kompleks untuk bergabung di Changemaker Nusantara.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
